Lombok Barat, medianasional NTB— Pemerintah Desa Penimbung, Kecamatan Gunungsari, Kabupaten Lombok Barat, terus berkomitmen memperkuat perekonomian desa dan ketahanan pangan masyarakat. Melalui program Bantuan Keuangan Khusus (BKK) Desa Berdaya Tematik dari APBD Provinsi NTB, Desa Penimbung merealisasikan program budidaya ayam petelur senilai Rp300 juta.
Program tematik di sektor ketahanan pangan ini diwujudkan dalam bentuk pembangunan fasilitas kandang modern serta pengadaan bibit ayam petelur untuk dikelola secara produktif oleh pemerintah Desa.
Kepala Desa Penimbung, H. Abdul Haris, menjelaskan bahwa program ini memanfaatkan lahan desa seluas 200 meter persegi, dengan luas bangunan kandang mencapai 112 meter persegi.
“Melalui alokasi dana BKK sebesar Rp300 juta ini, kami manfaatkan secara optimal untuk membangun sarana kandang seluas 112 meter persegi dan mengisi populasi ayam petelur sebanyak 1.000 ekor,” ujar H. Abdul Haris.
Dorong Ekonomi Desa dan Ketersediaan Pangan
H. Abdul Haris menambahkan, keberadaan unit usaha budidaya ayam petelur ini diharapkan tidak hanya menjadi penopang ketersediaan pangan lokal berupa telur segar bagi warga Desa Penimbung, tetapi juga mampu menjadi sumber Pendapatan Asli Desa (PADes) di masa mendatang.
“Kami sangat berterima kasih atas dukungan Bantuan Keuangan Khusus dari Pemerintah Provinsi NTB. Pengelolaan program ini akan kami lakukan secara transparan dan profesional melalui Pemdes Penimbung agar manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat luas,” tegasnya.
Dengan adanya program BKK Desa Berdaya Tematik ini, Desa Penimbung optimistis dapat menjadi salah satu desa mandiri di Kecamatan Gunungsari yang memiliki unit ketahanan pangan tangguh dan berkelanjutan.






