
Harnovi : Besok Sudah Bisa di Register Data DBD Tersebut”
Penulis : Rismaidi
Editor : Aris, Ras
26 Pebruari 2019
Mukomuko, medianasional.id – Diduga terindikasi mengidap sakit Deman Berdarah Dengue (DBD). Membuat salah seorang warga Dusun IV Desa Ujung Padang, Kecamatan Kota Mukomuko, berinisial AZ (8) terkulai tak berdaya, telah tiga hari dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Mukomuko. Perihal tersebut, diungkapkan orang tua kadungnya, bernama Iwan.
“Telah tiga hari anak saya itu dirawat di Rumah Sakit. Kata dokter kena DBD,” ungkap Iwan kepada wartawan, Selasa (26/2).
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Mukomuko, Desriani, SH, kepada wartawan mengatakan, ia belum menerima laporan terkait adanya warga Desa Ujung Padang terjangkit DBD.
“Kalau ada laporan sudah pasti ditindak lanjuti,” ujarnya Selasa (26/2).
Unkapnya, jika ada kasus DBD, pihak Puskesmas atau desa yang melaporkan, kepada Dinkes, selanjutnya baru ditindak lanjuti.
“Jika ditemukan kasus DBD, pihak Puskesmas dan bisa juga pihak Desa melapor ke Dinkes. Sudah barang pasti kita tindak lanjuti. Dan kita pastikan apakah DBD atau bukan, jika pasti barulah kita lanjutkan dengan penanganan, misalnya foging. Karena SOP-nya demikian,” terang nya.
Ketika ditanya, kasus DBD di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD), dia pun berkata, belum ada penyampaian dari pihak RSUD berapa jumlah pasien DBD pada bulan ini. Sementara Dinkes hanya menerima satu kasus, diduga DBD yang berakibat seorang warga Kecamatan Air Manjuto meninggal dunia.
“Namun, dapat dipastikan, penyebab meninggalnya warga Air Manjuto itu. Namun bukan sepenuhnya akibat DBD, diduga ada faktor lain,” paparnya.
Kata Desriani, pihak Dinkes bersama RSUD sudah berkomitmen untuk saling berkoordinasi jika ditemukan kasus DBD.
“Kita akan proaktif mencari informasi, soal kasus DBD yang ditangani pihak RSUD. Untuk menangani DBD, kita butuh data pasti,” tutup Kadis Kesehatan.
Dihubungi via SMS Whatsapp, Kepala Bidang (Kabid) Pelayanan Medik RSUD Kabupaten Mukomuko, Harnovi, SKM.MAP, mengatakan berdasarkan informasi dari bagian Rekam Medik (RM), yang ada dugaan suspec DBD. Karena jawab Harnovi, untuk menentukan DBD atau tidaknya, perlu pemeriksaan yang cukup lama, minimal dalam waktu 3 hari.
“Karena darahnya, persekian jam trombosit-nya mau diperiksa terus menerus. Kata bagian rekam medik, besok sudah bisa di register, dan Itu jawaban dari bagian rekam medik. Yang datanya masih dalam komputer kantor,” singkat Harnovi.




