Diduga Bus Abal Abal, Kompolnas Tinjau Bangkai Bus Maut yang Menewaskan 11 Orang di Subang

Subang1778 Dilihat

Subang, medianasional.id – Kompolnas (Komisi Kepolisian Nasional) meninjau lokasi Laka maut di Ciater Subang yang menewaskan 11 orang dan 33 orang luka-luka, kesemuanya merupakan pelajar SMK Lingga Kencana Depok Jawa Barat.

Dalam keterangannya kepada wartawan, Kepala Kompolnas Irjen Pol (Purn) Pudji Hartanto mengatakan Bus maut ini berdasarkan hasil penyelidikan sementara, dari sisi kendaraan Bus maut Trans Putra Fajar ini antara Casing dan dalamnya berbeda.

“Bus maut ini bus tua yang disulap dengan Casing baru, sehingga terlihat seperti mobil baru,” ujar Pudji Hartanto ditemui di Terminal Subang, saat meninjau bangkai bus, Senin (13/05/2024).

Selain itu, bus ini juga disulap menjadi High Decker dengan bahan material tak sesuai, terbukti tak tahan benturan saat terjadi kecelakaan.

“Ditelisik lebih jauh, bus PO Trans Putera Fajar yang mengalami kecelakaan tersebut ternyata masa berlaku KIR-nya telah habis sejak 6 Desember 2023. Hal ini diketahui dari data yang tercantum pada aplikasi MitraDarat, milik Direktorat Jendral Perhubungan Darat,” katanya

Dalam data tersebut juga diketahui, ternyata bus dengan balutan bodi Jetbus3 ini menggunakan sasis yang sudah cukup tua.

“Adapun sasis yang digunakan adalah Hino AK1JRKA, produksi tahun 2003-2006,” ucapnya.

“Berarti mobil ini menggunakan sasisnya sudah berumur 18-21 tahun, sudah sangat tua dan tak layak,” imbuhnya.

Tak hanya itu, bus maut Trans Putra Fajar yang mengalami kecelakaan hingga menewaskan 11 orang tersebut, juga terindikasi telah beberapa kali disulap.

“Kuat dugaan, bus tersebut telah beberapa kali mengalami perombakan bodi,” ungkapnya.

Terkait sanksi, Kompolnas menegaskan, jika terbukti perusahaan PO bus tersebut terbukti.

“Tentunya sesuai Undang-undang yang berlaku akan kita sanksi tegas, tanpa pandang bulu agar menjadi efek jera buat PO bus lainnya agar tidak sembarangan menyulap bus tua dengan Cassing baru,” tegasnya.

Pudji juga mengucapkan turut berduka cita yang sedalam-dalamnya kepada keluarga korban bus maut Trans Putra Fajar yang mengalami kecelakaan di Ciater.

“Kami turut berduka cita yang sangat mendalam atas banyaknya korban jiwa akibat kecelakaan kemarin. Peristiwa ini merupakan keprihatian semua pihak dan berharap tak terulang di kemudian hari,” ucapnya.

Pudji juga meminta pihak dishub dan kepolisian untuk selalu mengontrol izin dan KIR PO bus di wilayah hukum masing-masing agar kejadian yang dialami oleh Bus Trans Putra Fajar ini tak terulang.

“Perlu adanya pengawasan ketat dan sanksi tegas dari Dishub dan Polisi kepada perusahaan Organda yang nakal, hal tersebut demi keselamatan masyarakat,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses