Lahat, medianasional.id – Ratusan masa yang tergabung OKP Lahat menggelar aksi unjuk rasa di jalan umum dekat rumah dinas Bupati Lahat pada, Selasa (16/5/2023).
Aksi yang dikordinartor oleh Sudan dari Gemapala memberikan raport merah terhadap Bupati Lahat Cik Ujang, SH, selama kepimpinannya belum dirasakan oleh masyarakat apalagi tahun ini menjelang kepemimpinan CAHAYA akan berakhir pada bulan Desember 2023.
Senada juga diucapkan oleh aktivis muda Lidia dalam orasinya bahwa Bupati Lahat Cik Ujang layak mendapatkan raport merah diakhir jabatannya belum ada yang berhasil, “seperti sekolah masih membayar, program satu desa Rp 500 juta hingga Rp 2 Milyar belum ada yang terealisasi,” ungkapnya.

Bupati Cik Ujang pun langsung menemui masa, membantah apa yang dituduhkan ke dirinya oleh para pendemo.
“Semua jalan di setiap kecamatan sudah dibangun mulai dari Kikim area, Merapi area, Tanjung sakti, Jarai, Gumay talang dan Please hingga dalam kota jalan sudah mulus, masalah program satu desa Rp 500 juta hingga Rp 2 milyar sudah berjalan ada yang sudah dicairkan Rp 500 juta lebih ke desa desa dan saya sudah serahkan kepada wakil bupati Lahat Haryanto, ini orangnya saya ajak menemui adik adik, mahasiswa dan jangan kita diadu domba, dan ditunggangi ini tahun politik,” jelas Cik Ujang.
Cik Ujang juga menghimbau, “mari kita cek fakta ke lapangan kita naik bus ke desa jalan di setiap kecamatan tidak dibangun, semua sudah dibangun melalui dana APBD setiap tahunnya bergiliran, untuk membangun jalan desa, dan saya bermalam untuk menyelesaikan persoalan masalah lahan sawit masyarakat di Kikim berdialog dengan masyarakat, dan dikawal dari Polres Lahat untuk menyelesaikan lahan warga di kikim,” tutur Cik Ujang.
Aksi ini Pihak Polres Lahat menerjunkan puluhan Personil dan water cannon untuk mengamankan aksi demo dengan tertib dan aman.






