Subang, medianasional. id –Di Penghujung Tahun Anggaran 2022, Sekretaris daerah Subang Asep Nuroni membawa kabar tak sedap. Dia menyampaikan kondisi keuangan Subang defisit cukup tinggi
Hal ini disampaikan Sekda Subang di acara resmi, rapat mingguan setiap Hari Senin. Dalam Rapat tersebut dihadiri seluruh kepala Dinas, para Camat, dan para Kabag di Lingkup setda Kabupaten Subang.
“Terkait APBD terdapat defisit yang cukup tinggi, maka opsinya terdapat 2 yaitu dana dari pusat atau dari PAD,” kata Sekda Asep Nuroni dalam siaran pers resmi Pemkab Subang yang diterima Senin (21/11/20220
Namun demikian, tidak ada penjelasan lanjutan soal defisit keuangan yang menyandera Pemkab, termasuk besaran defisit yang dimaksud Sekda.
Ada waktu tersisa sekitar 40 hari di tahun 2022 ini. Sekda meminta seluruh Kepala OPD untuk memaksimalkan pendapatan asli daerah yang bisa berdampak positif pada keuangan daerah.
“Maka masih punya waktu hingga bulan Desember untuk para kepala OPD untuk memaksimalkan pengumpulan PAD yang bisa berdampak kepada nilai persentase apalagi beban pada tahun 2023 cukup berat,” kata Asep Nuroni.
Pernyataan serupa pernh dilontarkan Sekda pada awal Agustus lalu. Mantan Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Trasnmirasi ini ini menyampaikan keuangan daerah defisit. Pernyataan ini mejadi alasan Pemkab tidak menyampaikan APBD Perubahan 2022.
Ketua Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) itu memaparkan sejumlah alasan tidak mengajukan APBD Perubahan pada 2022 ini. Salah satunya, kondisi keuangaan daerah dalam kondisi defisit.
“Tadi ditegaskan bupati, bahwa tahun 2022 tidak APBD Perubahan dikarenakan pertama kesehatan APBD sudah defisit di angka Rp199 miliar, jadi kalau dipaksakan untuk melakukan perubahan berarti harus ada pendapatan sebanding dengan angka itu,” papar Asep Nuroni di sela 1st Aniversary More Coffe Awal Agustus lalu.






