Dengan Anggaran Rp.1,4 Miliar Desa Pranten Kini Nikamati Air Bersih

Batang333 Dilihat

Batang, medianasional.id Anggaran pembangunan fasilitas air bersih di Desa Pranten Kecamatan Bawang, Kabupaten Batang menelan keuangan daerah sebanyak Rp.1,4 miliar, fasilitas umum ini untuk mengaliri 4 pedukuhan dengan jumlah kepala keluarga 150.

Anggaran sebesar itu bukan di markup, tetapi karena kondisi geografis yang sulit dan perbukitan ekstrim dari sumber mata air dilereng Gunung Prahu di perbatasan Kabupaten Banjarnegara dan Kabupaten Batang dengan ketinggian 2500 MDPL, tingkat kemiringan 80 derajat, jarak jauh sumber mata air dengan pemukiman warga mencapai kurang lebih 10 km.

” Anggaran sebesar itu bukan markup, tapi dengan dan geografis yang ekstrim membuat mahalnya ongkos kirim material dan ongkos tukangnya,” Kata Wakil Bupati Suyono saat mengunjungi Bak Penampungan air bersih Desa Pranten Senin, ( 3/9/18).

Ia pun mengapresiasikan kontraktor yang telah menyelesaikan instalasi air bersih, dan warga masyarakat Desa yang telah ikut berjibaku menyambungkan air bersih, sehingga masyarakat dapat menggunakan manfaat air bersih untuk keseharianya.

“Air bersih sangat berharga bagi masyrakat, karena sudah ditunggu puluhan tahun oleh warga, dan kini sudah dinikmati walaupun belum 100 persen sampai ke rumah warga, sekarang sudah tidak lagi menampung air hujan,” kata Suyono.

Lebih lanjut, Air bersih menjadi berkah bagi kita kalau kita bisa memanfaatkan dengan baik, tapi juga akan menuai konflik apabila tidak dikelola dengan baik, oleh karena itu kita harus menyadari bahwa air merupakan kebutuhan bersama sehingga harus melepaskan kepentingan pribadi atau golongan sehingga meningkatkan kesejahteraan bersama.

” Saya minta air bersih ini dikelola denga baik, karena air ini gratis untuk warga, hanya saja membantu iuran untuk perawatanya, untuk memastikan pengelolanya, pengurus air bersih diberikan SK sehingga jelas tugas pokok dan fungsinya,” Jelas Suyono

Wabup Suyono juga menjelaskan masih ada pekerjaan rumah yang tahun 2019 harus dikerjakan yaitu insfrastruktur jalan Desa Pranten menuju Dukuh Sigemplong sampai Dukuh Rejosari yang panjangnya mencapai 3,8 km.

Kepala Dinas Perumahan rakyat Ari Yudianto menjelaskan, program air bersih di Desa Pranten sebagai dampak kunjungan Bupati dan Wakil yang telah melihat secara langsung kondisi desa yang memang darurat air bersih.

“Diawal Bupati Wihaji dan Wakil akil Bupati Suyono, Saya di tantang bagaimana caranya Desa Pranten menikmati air beraih, karena darurat air bersih, oleh karena itu saya konsultasi ke Jakarta untuk konsultasi pengalihan anggaran dengan alasan darurat air bersih, dan diperbolehkan dengan anggaran APBD sebesar Rp. 1,2 milyar, untuk pembangunannya dan ada tambahan Rp. 200 juta untuk instalasi penyambungan ke rumah warga,” Jelas Ari Yudianto

Dijelaskan juga pembangunan air bersih penuh dengan perjuangan karena sulitnya medan karena harus membangun 3 bak yang diantaranya bak bronkep, bak pelapas tekan dan bak penampung yang jaraknya mencapau 4,5 km.

“Memang belum 100 persen selesai, namun sudah bisa dinikmati oleh Dukuh Sigemplong, untuk Dukuh Pranten, Bintoromulyo dan Rejosari masih dalam proses penyambungan instalasi pipanya,” jelas Ari Yudianto

Sementara Kepala desa Pranten Edi mengucapkan terimakasih atas bantuan Pemerintah Kabupaten Batang yang telah membangun fasilitas air bersih sehingga empat perdukuhan yaitu Dukuh Pranten, Sigemplong, Rejosari dan Bintoro Mulyo bisa teraliri air beraih.

“Kami atas nama Masyarakat desa sangat berterimakasih dengan air bersih ini, karena masyarakat sudah menunggu puluhan tahun air bersih, sebelumnya mengandalkan air bersih dari penampungan air hujan, katanya

Kontributor : edo

Editor : Puji_Leksono

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses