Dana TKD Kendal Dipangkas Rp189 Miliar, Bupati Tika Minta ASN Kencangkan Ikat Pinggang

Jawa, Jawa Tengah, Kendal186 Dilihat

KENDAL- medianasional.id- Pemerintah Kabupaten Kendal bakal menghadapi tantangan berat pada tahun 2026. Pasalnya, pemerintah pusat mengumumkan dana Transfer ke Daerah (TKD) untuk Kendal dipangkas sebesar Rp189 miliar. Kebijakan ini membuat Pemkab harus berpikir ekstra dalam menyusun strategi pembangunan tanpa mengorbankan pelayanan publik.

Di tengah kondisi tersebut, Bupati Kendal Dyah Kartika Permanasari menegaskan pentingnya efisiensi dan perencanaan matang. Ia meminta seluruh ASN di lingkungan Pemkab Kendal untuk mengencangkan ikat pinggang, bekerja lebih disiplin dan cermat dalam mengelola anggaran, agar program pembangunan tetap berjalan optimal.

“Meski ada pengurangan, semangat kita untuk membangun Kendal tidak boleh kendor. Kita harus bersinergi dan berkolaborasi dengan berbagai pihak untuk memaksimalkan potensi yang ada,” ujar Bupati Tika saat membuka Rapat Koordinasi Persiapan Penyusunan Dokumen Perencanaan Tahun 2027 di Gedung Abdi Praja Setda Kendal, Rabu (8/10/2025).

Dalam kesempatan itu, Bupati juga meresmikan Ruang Layanan Perencanaan Terpadu, inovasi baru untuk memperkuat kolaborasi lintas sektor dalam penyusunan rencana pembangunan daerah berbasis data dan partisipatif.

Menurut Bupati Tika, tahun 2027 akan diwarnai berbagai tantangan baru. Selain keterbatasan anggaran, tuntutan masyarakat terhadap pelayanan publik yang cepat, transparan, dan berkualitas juga semakin tinggi.

“Penyusunan dokumen perencanaan harus dilakukan berbasis data dan melibatkan seluruh pemangku kepentingan. Dengan begitu, hasilnya benar-benar sesuai kebutuhan masyarakat dan tepat sasaran,” tegasnya.

Lebih lanjut, ia menyebut arah kebijakan pembangunan Kabupaten Kendal tahun 2027 akan difokuskan pada tema ‘Kendal Cekatan’, yang menitikberatkan pada dua hal utama: peningkatan tata kelola pemerintahan yang baik (good governance) dan penguatan ekonomi daerah melalui optimalisasi sektor-sektor unggulan.

“Kolaborasi lintas sektor menjadi kunci utama. Masukan masyarakat juga sangat penting agar pembangunan tidak hanya bagus di atas kertas, tetapi benar-benar memberikan manfaat nyata bagi warga Kendal,” tandas Bupati Tika.

Sementara itu, Kepala Baperlitbang Kendal, Izzuddin Latif, menuturkan rapat koordinasi ini digelar untuk menyatukan persepsi antar-stakeholder mengenai prioritas pembangunan tahun 2027, sekaligus menyikapi penyesuaian fiskal akibat berkurangnya TKD.

“Dengan pengurangan dana TKD, kita harus lebih kreatif mencari sumber pembiayaan lain. Salah satunya dengan mengoptimalkan potensi zakat daerah, yang akan kita sinkronkan dengan kegiatan prioritas tahun 2026 dan 2027,” pungkasnya.(*)

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses