Cegah Kepunahan Bahasa Jawa, Disdikbud Batang Gembleng Karakter Siswa SD Lewat FTB

Batang528 Dilihat

BATANG,medianasional.Id.
Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Batang kembali menggelar Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI) untuk tingkat Sekolah Dasar (SD). Langkah ini diambil sebagai strategi nyata guna menyelamatkan bahasa Jawa dari kepunahan akibat gerusan zaman, sekaligus menyuntikkan nilai-nilai kesopanan pada diri anak-anak sejak usia dini.

Kegiatan rutin tahunan ini dirancang sebagai wadah memperkuat adat ketimuran. Harapannya, warisan tata krama dari para leluhur tidak hilang dan tetap dipraktikkan oleh generasi penerus. Ada tujuh jenis kompetensi yang diadu dalam festival ini, mulai dari membaca dan menulis aksara Jawa, mendongeng, pidato, mengarang cerita pendek (cerita cekak), melantunkan tembang macapat, membaca puisi Jawa (geguritan), hingga komedi tunggal (stand up comedy).

Kepala Disdikbud Batang, Bambang Suryantoro Sudibyo, menegaskan bahwa FTBI wajib diadakan secara konsisten setiap tahun. Alasannya, ajang ini merupakan kompetisi resmi yang berjenjang dari tingkat daerah, provinsi, hingga ke tingkat nasional. Selama ini, Kabupaten Batang juga selalu aktif mengirimkan siswa-siswi terbaiknya untuk bersaing di tingkat Jawa Tengah.

“Festival Tuntas Bahasa Ibu ini penting dan harus digelar tiap tahunnya, karena melatih anak memiliki tata krama, membangun karakter, sehingga anak memiliki adab yang baik tatkala dewasa nanti,” ujar Bambang Suryantoro Sudibyo saat memantau langsung jalannya acara di Komplek SD Kasepuhan, Kabupaten Batang, Kamis (17/9/2026).

Pada kesempatan yang sama, Kepala Bidang Pembinaan SD Disdikbud Batang, Nurlaili Endahwati, menjelaskan adanya sedikit perubahan teknis pada pelaksanaan kali ini. Jika pada tahun lalu rangkaian lomba digelar secara terpisah, khusus tahun ini seluruh cabang perlombaan dilangsungkan secara serentak demi efisiensi.

Tercatat sebanyak 105 murid laki-laki dan perempuan hadir sebagai utusan terbaik yang mewakili total 455 SD yang tersebar di seluruh wilayah Kabupaten Batang. Pihaknya optimis dengan kualitas para peserta, berkaca pada rekam jejak prestasi Batang di tingkat yang lebih tinggi pada tahun-tahun sebelumnya.

“Dari tujuh cabang yang dilombakan, empat cabang di antaranya selalu lolos ke tingkat Jawa Tengah. Di antaranya, macapat, komedi tunggal, geguritan dan menulis aksara Jawa,” pungkas Nurlaili Endahwati.

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses