
Bogor, Medianasional.id – Sekitar 50 orang yang menamakan diri sebagai Aliansi Pemuda Sunda Ngahiji melakukan unjuk rasa di tugu Kujang Kota Bogor bertajuk Pemuda Sunda Menggugat. Jumat (03/12).
Aksi ini digelar berkaitan dengan sementara diselenggarakannya Kongres V Jaringan Kota Pusaka Indonesia (JKPI) di Bogor yang dimulai hari ini sampai dengan tanggal 5 Desember 2021. Dalam aksi ini, digelar beberapa spanduk yang salah satu spanduknya bertuliskan “BOIKOT JKPI”.
Dalam orasinya, Aliansi Pemuda Sunda Ngahiji meminta agar Walikota Bogor, Bima Arya menyelesaikan segala permasalahan Kebun Raya.
“Bapak Walikota bertanggungjawab atas kerusakan Kebun Raya. Bukan hanya Kebun Raya, tapi ada juga (budaya) Batik Tulis yang dirusakkan”, demikian Orator aksi tersebut menyampaikan aspirasi mereka.
Kebun Raya, Batik Tulis dan Sumur Tujuh adalah budaya yang diangkat dalam orasi mereka.
Aliansi Pemuda Sunda Ngahiji, menyampaikan kekecewaan mereka atas Walikota Bogor Bima Arya yang tidak mengakomodir mereka sebagai budayawan asli Bogor dalam Kongres V JKPI yang dilaksanakan di Puri Begawan yang terletak di Jalan Padjajaran Kota Bogor.
Menurut mereka, tidak dirangkulnya mereka yang adalah budayawan asli Bogor sebagai tindakan yang mecah- belah para budayawan yang ada.
Tadinya unjuk rasa itu pada pukul 15.00 WIB akan bergeser ke Puri Begawan sebagai tempat pelaksanaan Kongres V JKPI namun batal, disebabkan acara Kongres dikabarkan telah selesai untuk kegiatan hari ini. Akhirnya pada pukul 15.00 WIB peserta aksi membubarkan diri dengan tertib.(Glen)






