BPOM Sidak, Temukan Kandungan Pengawet Mayat Dan Pewarna Berbahaya Dalam Makanan

Batang689 Dilihat


BATANG, medianasional.id
Mendekati Hari Raya Idul Fitri 1444 Hijriyah / 2023 Masehi, Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Semarang gencar sidak sejumlah produk olahan makanan yang disinyalir mengandung bahan pengawet berbahaya.

Saat melakukan sidak, ditemukan kandungan bahan pengawet Formalin diantarannya ada pada : Cumi kering, teri nasi, dan agar-agar. Tidak hanya itu, pewarna Rhodamin dan Auramiin terdapat pada jenis makanan kerupuk usek dan mi.

Pengawas Farmasi Makanan Ahli Muda BPOM Semarang Sukriyah mengatakan, bahwa pengawet jenis formalin (yang biasa dijadikan pengawet orang meninggal) masih ditemukan dilapangan, padahal jika bahan pengawet itu dikonsumsi orang dengan kurun waktu yang lama akan dapat menganggu kesehatan manusia, diantaranya :Toxisitas atau perusak organ tubuh manusia Selasa, 04/04/17).

” Apabila bahan-bahan kimia berbahaya itu dikonsumsi manusia dalam waktu yang panjang bisa berakibat buruk bagi kesehatan manusia,” ungkap Sukriyah.

Lebih lanjut Ia menjelaskan, sebagai tindak lanjut, pihaknya akan segera berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Batang, untuk melihat secara angsung proses produksi bahan makanan agar-agar yang berada di wilayah kecamatan Warungasem.

Dengan masih adanya temuan dilapangan, para pedagang akan kami lakukan pembinaan, agar memahami jenis-jenis bahan tambahan pangan yang diizinkan maupun yang dilarang.

” Masyarakat harus waspada terhadap makanan yang dikonsumsinya sehari-hari. Perhatikan keamanan makanan yang dikonsumsi tiap hari, ” bebernya.

Ia juga membeberkan, bahwa “secara fisik bisa dilihat jika bahan pangan yang mengandung pengawet berbahaya cenderung lebih kaku atau kenyal, sedangkan yang alami teksturnya lebih lembut. Untuk makanan yang berpewarna tekstil cenderung lebih cerah dibandingkan pewarna alami.

Sebanyak 21 sampel makanan dilakukan pengecekan, 6 di antaranya mengandung pengawet makanan berbahaya. Yakni 3 positif formalin dan 3 lainnya positif pewarna tekstil,” pungkasnya.

Pengelola Pasar Batang, Tawang Nugroho menyampaikan bahwa para pedagang khususnya yang disinyalir menjual makanan dengan bahan pengawet dan pewarna berbahaya akan dilakukan pembinaan.

“Kami bersama Dinas Kesehatan akan melakukan sosialisasi tentang bahan tambahan pangan berbahaya kepada anggota Paguyuban Pedagang Pasar, supaya hal serupa tidak terulang lagi,” ungkapnya.

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses