
Malang, medianasional.id – Adanya proyek pengaspalan jalan yang diduga tidak sesuai spek maupun RAB (Rencana Anggaran Biaya) di Desa Kemantren, Kecamatan Jabung, Kabupaten Malang menuai polemik di kalangan warga masyarakat sekitar, Selasa (23/07/2019).
Pasalnya proyek pengaspalan jalan tersebut terkesan asal-asalan dan juga diduga mengurangi ketebalan dan volume yang tertera di RAB (Rencana Anggaran Biaya). Bahwa lebar aspal yang seharusnya 5 meter, hanya 4 meter yang dikerjakan, sedangkan tebal yang seharusnya 1,5 cm hanya 1 cm, dengan panjang 119 meter.
Dengan adanya temuan pembangunan yang diduga tidak sesuai dengan spek maupun RAB tersebut, tim medianasional.id pun menemui salah satu perangkat desa. Namun perangkat desa tersebut berniat untuk menyuap tim, dengan memberikan amplop yang diduga berisi sejumlah uang.

Sunarto selaku Kabiro medianasional.id Malang Raya juga menyampaikan bahwa kedatangannya untuk melakukan konfirmasi terkait pengaspalan jalan tersebut.
“Tim medianasional.id datang bertujuan untuk mengkonfirmasi langsung terkait penemuan tersebut, namun sekdes justru menyodorkan amplop yang di duga untuk menyuap, itu namanya pelecehan jurnalis, mau konfirmasi kok malah di sodori amplop yang diduga isinya ya uang” ucapnya.
Perangkat desa lain yang berada di tempat pengaspalan saat ditemui oleh tim media menyampaikan bahwa TPKD (Tim Pelakasa Kegiatan Desa) bernama Santoso, namun saat tim mencari tau ternya Santoso bukan TPKD, tim pun merasa di permainkan oleh salah satu perangkat Desa Kemantren tersebut.
Sementara itu, Sekdes Kemantren saat di temui di kantor desa menyampaikan “Saya masih belum melihat kondisi pengaspalan jalan tersebut mas, gimana- gimananya saya tidak tau. Kalau ucap pekerjanya dengan tebal 1,5 cm ternyata 1 cm aja kurang, dengan panjang 119 meter” ucapnya.
Beberapa warga sekitar juga menyampaikan ke tim media bahwa dengan adanya media sangat membantu masyarakat, “Tentunya sangat membantu, apalagi ini kan anggarannya dari DD yang seharusnya untuk pemberdayaan dan kesejahteraan masyarakat dengan cara padat karya” terang warga yang enggan di sebutkan namanya.
Tim media pun akan melanjutkan hal ini kepada pihak inspektorat dan Aparat penegak hukum, agar memberikan efek jera bagi oknum perangkat desa yang bertindak semena- mena kepada jurnalis.
Reporter : TIM
Editor : Sunarto






