Kisah Tuwiyem, Janda Pengumpul Rongsok yang Tidak Mendapat Bantuan dari Pemerintah

Lampung Selatan407 Dilihat

Lampung Selatan, Medianadional.id- Tuwiyem (60) seorang janda 4 orang anak, warga Dusun Tri Tritunggal Desa Babatan Kecamatan Katibung, Kabupaten Lampung Selatan, selama 15 tahun ditinggal sang suami yang telah meninggal dunia. Berjuang hidup untuk anak -anaknya sebagai pengumpul barang rongsokan.
Tuwiyem bersama anak-anaknya tinggal dirumah kontrakan, dengan kondisi 4 orang anak yang masih kecil, kondisi itu tidak membuat ia putus asa untuk menjalani hidup dengan keterbatasan yang ada.

Ironisnya, kondisi yang dialami ibu Tuwiyem ini tidak pernah tersentuh oleh perhatian Pemerintah desa ataupun Pemerintah kecamatan setempat maupun Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Lampung Selatan dalam membantu masyarakat miskin.

Saat dikonfirmasi dengan Lampungnet.com di tempat ibu Tuwiyem bekerja beberapa waktu lalu. Sabtu (21/07/2019).
Ia mengatakan semenjak suami tidak ada (meninggal dunia red), dirinya mengaku  putar otak bagaimana cara meneruskan hidup, meski harus berjuang sendiri tanpa suami.

“Kemarin itu hidup saya ada di titik nadir. Sulit menjawab pertanyaan, harus bagaimana? Bayar uang anak sekolah, dan akhirnya anak harus putus sekolah dasar. Belum lagi memberi mereka makan, dengan kondisi ini saya hanya bisa BersYukur kepada Allah, apapun saya lakukan. Alhamdullah saya dan anak -anak masih bisa menjalani hidup sampai sekarang” kata ibu Tuwiyem sambil bekerja memilih satu persatu barang rongsokannya.
ia mengaku pekerjaan sebagai pengumpul barang rongsokan ini cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari ke-4 orang anaknya dengan segala kondisi yang terbatas.

“Apapun saya lakukan. Yang penting halal, demi anak saya. Bersyukur saja, kalau untuk upah bisa untuk beli beras dan makan dan bayar kontrakan” ujarnya.
Sementara saat ditanya apakah pernah mendapat bantuan pemerintah seperti bantuan raskin, ibu Tuwiyem mengaku selama ini tidak pernah mendapat bantuan.
“Selama ini saya tidak pernah mendapatkan bantuan apalagi bantuan dari Pemerintah. Kalau beras saya beli sendiri. Gak pernah dapat bantuan Raskin apalagi seperti program PKH ,sama sekali tidak pernah“ ungkapnya.

Diketahui, ditempat ibu Tuwiyem bekerja sebagai pengumpul barang rongsokan, ia ditemani Sutiha (70) yang setiap harinya juga bekerja sebagai pengumpul barang rongsokan. ( Sumber : Lampungnet.com )

Reporter: Amin Padri

Editor: R. Tasya

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses