Berkasus dan Blokir Jurnalis, Reza Justru Tempati Posisi Baru di Lingkar Kekuasaan Kalteng

Jakarta1123 Dilihat

Jakarta, MEDIANASIONAL.id — Di tengah sorotan publik atas proyek pengadaan papan tulis interaktif  hampir Rp400 miliar yang penuh kejanggalan, Plt. Kepala Dinas Pendidikan Kalimantan Tengah, Dr. M. Reza Prabowo, S.IP., MPA, justru tercatat menempati posisi strategis baru di lingkungan Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah.

Berdasarkan materi publikasi resmi Biro Administrasi Pimpinan (Adpim) Kalteng, Reza kini menyandang jabatan Kepala Bagian Materi dan Komunikasi Pimpinan pada Biro Administrasi Pimpinan, sembari masih tercatat sebagai Plt. Kadisdik Kalteng. Penempatan ini diumumkan bersamaan dengan ucapan selamat atas sidang terbuka doktoralnya di IPDN Jakarta, Januari 2026.

Penempatan jabatan baru tersebut menuai perhatian, sebab dilakukan saat Reza masih menghadapi kritik keras dari publik dan media, khususnya terkait sikap tidak kooperatif dalam membuka data pengadaan papan tulis interaktif yang menggunakan anggaran jumbo.

Blokir Jurnalis, Klarifikasi Tak Konsisten

Dalam rangkaian konfirmasi yang dilakukan media, Reza tercatat beberapa kali memberikan pernyataan yang tidak konsisten. Awalnya ia menyebut klarifikasi telah disampaikan, namun kemudian mengaku tidak pernah membaca surat resmi konfirmasi. Saat didesak untuk memberikan jawaban tertulis, Reza justru menyatakan bahwa WhatsApp adalah nomor pribadi dan meminta jalur resmi, sebelum akhirnya memblokir kontak jurnalis.

Tindakan tersebut dinilai bertentangan dengan semangat keterbukaan informasi publik, terlebih posisi Reza sebagai pejabat yang mengelola anggaran pendidikan bernilai ratusan miliar rupiah.

Legalitas Penyedia Ditutup, Disebut “Rahasia Negara”

Sementara itu, Kabid Tutang, pejabat yang ditunjuk memberikan tanggapan, juga menolak membuka data krusial. Ia menyatakan bahwa dokumen legalitas dua penyedia, jumlah unit papan tulis interaktif, serta lokasi serah terima barang merupakan “rahasia negara”.

Pernyataan tersebut memicu tanda tanya besar, sebab pengadaan tersebut bersumber dari APBD, yang secara hukum merupakan uang publik dan wajib dapat diawasi masyarakat.

Dua penyedia yang terlibat dalam proyek ini adalah PT Karya Pendidikan Bangsa dan PT Multi Peraga Edukatama. Penelusuran menunjukkan keduanya menggunakan produk yang sama dari PT Panca Jaya Setia dengan merek Rakindo dan Seucom, sehingga memunculkan dugaan kuat adanya peminjaman nama penyedia dalam skema e-purchasing.

Kinerja Dipertanyakan, Jabatan Bertambah

Alih-alih mendapat evaluasi atas sikap tertutup dan pemblokiran jurnalis, Reza justru mendapatkan penempatan jabatan baru yang dekat dengan pusat komunikasi pimpinan daerah.

Kondisi ini memunculkan kritik di kalangan pemerhati kebijakan publik, yang menilai ada anomali tata kelola pemerintahan, di mana pejabat yang sedang disorot karena minim transparansi justru mendapatkan kepercayaan tambahan.

Hingga berita ini diterbitkan, Reza tidak memberikan tanggapan lanjutan, sementara upaya konfirmasi melalui saluran resmi juga tidak membuahkan hasil.

Publik kini menanti sikap Gubernur Kalimantan Tengah dan aparat pengawas internal: Apakah dugaan kejanggalan pengadaan hampir Rp400 miliar ini akan dibuka terang, atau justru tenggelam di balik rotasi jabatan.

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses