Berani dan Peduli! Srikandi Maluku Mercy Barends, Dorong IKM Maluku Menjadi Solusi Kemiskinan

Maluku460 Dilihat

Maluku, medianasional.id – Dalam upaya mengentaskan kemiskinan dan mewujudkan masyarakat yang kuat secara ekonomi, diperlukan berbagai strategi. Salah satunya adalah mencetak wirausaha baru berbasis Industri Kecil Menengah (IKM). Untuk mendukung hal tersebut, Anggota Komisi VII DPR-RI, Mercy Chiesty Barends, ST bekerja sama dengan Kementerian Perindustrian (Kemenperin) RI menggelar Seminar Penumbuhan dan Pengembangan kewirausahaan baru IKM Bidang Perbengkelan di Kota Ambon, Provinsi Maluku, yang digelar di Aula Lantai 5 Hotel Santika, Rabu (5/4/23).

Anggota Komisi VII DPR-RI, Mercy Chiesty Barends, ST, mengatakan tujuan dari seminar ini adalah memberikan pemahaman tentang pentingnya berdaya saing, berpikir kritis, dan tanggap terhadap kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi di industri kecil menengah. Selain itu, peserta juga diberikan informasi mengenai vokasi training, cara mengurus perizinan, dan akses permodalan untuk membantu masyarakat mengembangkan kewirausahaan.

” Melalu Diklat IKM diharapkan dapat membuka wawasan anak muda serta menghindari perilaku merugikan seperti minum mabuk dan judi, serta meningkatkan produktivitas mereka, ” ujar Mercy.

Lebih lanjut Dikatakan Mercy, Program pelatihan dan seminar yang dijalankan ini bertujuan untuk mencapai target lebih dari 2000 hingga 2500 pengusaha lokal yang sukses, sebagai upaya untuk mengeluarkan Maluku dari kemiskinan. Selain itu, kolaborasi cerdas dengan berbagai pihak akan terus dilakukan untuk memberikan bantuan peralatan, permodalan, dan lainnya agar mereka dapat mengembangkan usaha mereka, dengan fokus pada potensi untuk menjadi pengusaha lokal yang sukses, tuturnya.

Ditambahkannya, melalui dukungan dari dinas terkait, Balai diklat, dan Layanan Jasa industri, diharapkan peserta dapat mengikuti diklat intensif selama 7 hari, mendapatkan pelatihan vokasi, sertifikasi kompetensi, dan penempatan tenaga kerja, sehingga memiliki nilai yang tinggi di pasar kerja atau saat membuka usaha mandiri. Tiga kali program Diklat telah dilaksanakan dengan total 150 peserta, untuk mengembangkan usaha kecil dan menengah, pungkas Srikandi PDIP.

” Dengan program ini, diharapkan masyarakat Maluku dapat mengembangkan potensi Industri Kecil Menengah (IKM) dan menjadi pengusaha lokal yang sukses sehingga dapat mengentaskan kemiskinan. Semua pihak diharapkan dapat bekerja sama untuk mencapai tujuan tersebut, ” Demikian dikatakan Nona manis Srikandi asal Maluku ini.

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses