
Semarang, Medianasional.id – Hari pertama masuk sekolah di SMPN 1 Semarang, para siswa dikejutkan dengan adanya puing-puing bangunan sekolah yang telah dirobohkan, Senin (15/7/19) pagi.
Pemandangan puing puing gedung juga terlihat jelas oleh orangtua siswa baru yang mengantar anak mereka ke SMPN tersebut.
Orang tua siswa baru, Suparno, (43), menuturkan, dirinya sempat kaget melihat bangunan sekolah yang sudah roboh itu, dirinya mengaku sempat ketar-ketir melihat puing-puing bangunan tersebut.
“Saya sangat kaget dan juga ketar ketir melihat bangunan seperti ini, ditambah saya mendengar informasi bahwa bangunan yang dirobohkan adalah ruangan kelas, entah itu kelas berapa saya belum tau pasti, nanti para siswa dipindah ke mana?,” katanya saat di temui Medianasional.id, di lokasi sekolah SMPN 1 Semarang.
Sementara itu kepala sekolah SMPN 1 Semarang, Nining Sulistyaningsih, membenarkan dengan adanya gedung sekolah yang dirobohkan, sedangkan bangunan yang dirobohkan adalah bangunan kelas.
“Bangunan ruang kelas itu sudah lama sekali, untuk itu kita robohkan dan kita bangun kembali, dikarenakan bangunan itu sudah sangat menghawatirkan untuk siswa belajar,” terangnya.
Perobohan bangunan kelas itu, lanjut Nining, dilakukannya untuk peremajaan sekolah. Yang artinya setelah dirobohkan, bangunan baru segera dibangun kembali secepatnya pada awal Agustus nanti.
“Untuk pembangunan gedung kelas baru nanti, akan dimulai pada awal Agustus nanti, kita harapkan akhir tahun ini bangunan kelas baru itu sudah selesai,” tuturnya.
Dia menambahkan, dalam pembangunan gedung baru di sekolah memang membuat beberapa ruangan kelas berkurang. Dikarenakan ada 8 ruangan kelas yang telah dirobohkan untuk selanjutnya akan dibuat bangunan kelas baru.
“Bangunan ruangan kelas baru itu, sebelumnya 8 ruangan tidak bertingkat. Ke depan ruangan kelas itu bertingkat,” ujarnya.
Dikatakan, dalam pembangunan gedung kelas ini menggunakan anggaran dana APBD Pemkot Semarang, sebesar Rp2,7 milyar. Sedangkan untuk Tahun ini siswa baru di sekolah tersebut ada 288 siswa, terbagi menjadi 9 kelas, sebelumnya para siswa dan orangtua sudah diberi informasi terkait perobohan bangunan tersebut saat pendaftaran sekolah kemarin.
“Sudah ada info kepada orangtua siswa untuk para siswa baru moving class, kalau ruangan kelas akan dibangun. Bangunan ruang itu untuk ruang aula, lab IPA, lab TIK hingga ruang keterampilan,” pungkasnya. (Bud).






