KENDAL – medianasional.id- Atmosfer panas pada Final Liga Super PSSI Kendal yang digelar di Lapangan Desa Sukomulyo, Kaliwungu Selatan, Kamis (11/12/2025), begitu terasa. Laga puncak kompetisi resmi di bawah naungan PSSI tersebut mempertemukan PS Kamajaya Kalirejo Kangkung dengan Brilian Pekuncen Pegandon. Turnamen tahun ini diikuti 15 tim dari berbagai wilayah di Kabupaten Kendal.
Ketua PSSI Kendal, dr. Muhammad Wibowo, mengungkapkan harapannya agar pertandingan final dapat berjalan lancar. Ia menilai atmosfer laga sangat luar biasa karena dipadati suporter dari kedua kesebelasan. “Antusias pemain, penonton, dan pendukung kedua tim sangat luar biasa,” tegas dr. Bowo saat jeda babak pertama.
Menurutnya, penyelenggaraan Liga Super ini menjadi pemantik semangat bagi dunia sepak bola Kendal. Ia optimistis kompetisi rutin semacam ini akan mendorong munculnya talenta baru dan memajukan prestasi sepak bola daerah. “Even ini dapat membangkitkan semangat sepak bola di Kendal. Ke depan kita ingin sepak bola Kendal semakin maju,” ujarnya.
Selain itu, dr. Bowo menegaskan komitmen Askab PSSI Kendal untuk memperluas pemerataan olahraga hingga tingkat desa. Ia menilai pembinaan tidak boleh terpusat di wilayah kota saja. “Kita ingin lebih menyebar ke pelosok desa,” katanya.

Sebagai agenda resmi PSSI, kompetisi di Kendal digelar berjenjang mulai dari Par Liga, Liga 1, Liga 2, Liga 3, hingga tingkatan tertinggi yaitu Liga Super PSSI. Pada kesempatan itu, Ketua PSSI Kendal juga berpesan kepada seluruh pemain agar menjunjung tinggi nilai Sportivitas. “Menang kalah adalah hal biasa. Tetap semangat, junjung fair play, dan jaga keamanan,” imbuhnya.
Sementara itu, Bupati Kendal Dyah Kartika Permanasari turut mengapresiasi penyelenggaraan Liga Super PSSI Kendal. Ia menilai kompetisi ini menjadi ruang pembinaan sekaligus hiburan sehat bagi masyarakat. “Saya berharap sepak bola Kendal semakin maju,” ujar bupati yang akrab disapa Mbak Tika.
Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga ketertiban dan sportivitas, meskipun dalam pertandingan kadang terjadi gesekan antar pemain. “Ini dinamika di lapangan. Terima kasih kepada TNI–Polri dan semua pihak yang membuat kegiatan berjalan sukses,” ujarnya didampingi Kepala Disporapar Kendal, Ahmad Ircham Chalid.
Dalam final tersebut, sejak awal laga kedua tim langsung tampil agresif. PS Kamajaya Kalirejo membuka keunggulan melalui gol Wisnu sebelum Pekuncen FC menyamakan kedudukan lewat titik penalti. Suasana sempat memanas ketika beberapa penonton masuk ke lapangan untuk merayakan gol, namun situasi tetap terkendali berkat kesigapan panitia dan petugas keamanan.
Jual beli serangan terus terjadi hingga babak pertama berakhir dengan skor 1-1. Memasuki babak kedua, Pekuncen FC sempat berbalik unggul 2-1, tetapi Kamajaya kembali menyamakan kedudukan lewat gol Untung. Skor 2-2 bertahan hingga waktu normal selesai, memaksa laga dilanjutkan ke adu penalti.
Saat drama tos-tosan, Kamajaya tampil lebih tenang. Tiga algojo mereka berhasil menjalankan tugas dengan baik, sementara Pekuncen hanya mampu mencetak dua gol. Akumulasi skor membuat Kamajaya menang 5-4 dan berhak mengangkat trofi Liga Super PSSI Kendal 2025 di tengah sorak kemenangan ribuan pendukungnya.(*)





