Angka Kematian Ibu Melahirkan Tinggi, Wihaji Perintahkan Bidan Nginceng Orang Hamil

Batang, Headline225 Dilihat

Batang, medianasional.id Kematian ibu melahirkan meninggal dunia di Kabupaten Batang masih cukup tinggi, tercatat 2017 mencapai 16 orang dan di 2018 sampai bulan Juni sudah mencapai 10 orang, sehingga tidak menutup kemungkinan jumlah tersebut akan bertambah.

” Saya sudah perintahkan ke bidan – bidan desa untuk mengintensifkan program pemerintah provinsi Jawa Tengah untuk nginceng orang hamil. Ini penting dan bagian dari mengamati apabila terjadi permasalahan pada orang hamil,” Kata Bupati Batang Wihaji usai menghadiri Hari Ulang Tahun Iakatan Bidan Indonesia ( IBI ) Kabupaten Batang ke 67 Sabtu ( 30/6/18).

Ia juga meminta kepada bidan untuk mendampingi betul – betul agar tidak ada lagi terjadi ibu melahirkan meninggal dunia, karena sekarang setiap desa sudah memiliki bidan desa yang siap membantu mendeteksi permasalahan ibu hamil dan melahirkan.

” Saya betul – betul berharap jangan sampai ada kematian ibu gara – gara melahirkan meninggal dunia , apabila memang ada permasalahan harus bersinergi dengan Puskesmas dan rumah sakit,” pinta Wihaji

Wihaji juga menyinggung permasalahan bayi lahir dengan kondisi kurang gizi atau stunting yang cukup banyak di Batang, hal ini dikarenakan kurangnya pemahaman masyarakat tentang pola hidup sehat yang salah. Banyak orang hamil karena tradisi menghindari atau melarang makan, yang seharusnya asupan makanananya harus banyak dan bergizi.

” Ada persepsi masyarakat yang masih salah yang melarang ibu hamil makanan – makanan tertentu padahal banyak gizinya, oleh karena itu harus terus dilakukan sosialiasi baik oleh bidan desa maupun Puskesmas,” Jelasnya

Ketua Ikatan Bidan Indonesia Kabupaten Batang Yayan Nuryanah mengatakan, upaya kita untuk mengurangi ibu melahirkan meninggal dunia dengan melakukan sosialisasi memberikan pengetahuan tentang pentingnya nutrisi makanan ibu hamil, karena di pelosok – pelosok desa pantangan makanan masih ada merek tidak boleh makan dengan lauk pauk, setelah melahirkan hanya diperbolehkan makan nasi dan krupuk usek atau ngasrep.

” Sosialisasi memberikan pemahaman tentang pentingnya pendidikan kesehatan kepada ibu hamil dan menyusui harus terus digencarkan oleh bidan – bidan desa,” Kata Yayan Nuryanah

Dijelaskan juga bahwa penyebab kematian ibu melahirkan diantaranya adanya penyakit penyerta yang tidak terdeteksi sejak awal, dan penyebab kematian bayi kebanyakan disebabkan lahir prematur.

” kita berupaya dengan penyuluhan gizi seimbang pada ibu hamil akan meningkatkan kesehatan ibu dan kesehatan banyinya, ” jelasnya

Untuk jumlah bidan di Kabupaten Batang lanjutnya, ada sebanyak 540 bidan yang terdiri dari PNS, CPNS, PTT, Wiyata Bhakti dan Magang dan pensiunan, namun yang masuk menjadai anggota IBI baru 517 bidan.

” Rasio jumlah bidan dengan masyarakat dengan jumlah desa 428 desa sudah mencukupi, cuman kalau ada Puskesmas mampu bersalin kita masih butuh tenaga biadan,” jelasnya

Ia juga berharap untuk lebih memaksimalkan pelayanan kesehatan, semua Puskesmas memiliki PONED ( Pelayanan Obstetri Neonatus Essensial Dasar) yang siap 24 jam, sebagai rujukan antara kasus-kasus rujukan, sehingga pasien atau ibu melahirkan akan ada pengawasan yang lebih intensif oleh dokter, bidan, perawat dan tim PONED Puskesmas beserta penanggung jawab terlatih.

” Saya harap Puskesmas di Kabupaten Batang bisa memiliki pelayanan PONED semua, yang sekarang hanya ada 4 puskesmas saja,” pintanya

Kontributor : Puji_Leksono

Posting Terkait

ADVERTISEMENT
Konten berikut adalah iklan platform MGID, medianasional.id tidak terkait dengan isi konten.

Jangan Lewatkan

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses