Maluku, Medianasional. Id – Dugaan penyalahgunaan aset negara yang melibatkan keluarga anggota DPR RI Komisi III, Widya Pratiwi Murad, kini semakin meluas. Isu terbaru menyebutkan bahwa, keluarga ini terlibat dalam penyembunyian beberapa kendaraan dinas, termasuk mobil dinas berplat merah DE 1347 LM yang diganti menjadi plat hitam bodong DE 28 W, serta dua sepeda motor dinas jenis Honda CRF 250 Rally yang seharusnya berada di kediaman resmi Wailela, Ambon.
Menurut Sekretaris Lembaga Investigasi Negara, Weyber Pagaya, S.H., kedua sepeda motor tersebut telah dilaporkan hilang.
“Menurut catatan administrasi, motor dinas Honda CRF 250 Rally seharusnya berada di kediaman Wailela. Namun, setelah dilakukan pemeriksaan, kendaraan tersebut tidak ditemukan di lokasi. Ini jelas menimbulkan kecurigaan bahwa kendaraan tersebut telah dialihkan atau disembunyikan,” ujar Weyber.
Penyembunyian atau pengalihan aset negara tersebut dinilai sebagai pelanggaran serius terhadap pengelolaan barang milik negara yang seharusnya dimanfaatkan untuk kepentingan publik.
Weyber menegaskan, “Aset-aset seperti ini adalah fasilitas negara yang harus dikelola dengan baik untuk kepentingan pelayanan publik. Menghilangkan atau menyembunyikannya adalah tindakan yang tidak dapat ditoleransi.”
Sepeda motor Honda CRF 250 Rally yang hilang, diketahui dirancang untuk mendukung operasional di daerah terpencil di Maluku. Hilangnya kendaraan ini semakin memperpanjang daftar dugaan penyalahgunaan aset negara oleh keluarga Murad Ismail.
“Motor-motor ini penting untuk mendukung operasional di wilayah sulit dijangkau. Tidak ditemukannya barang (kendaraan) di tempat yang seharusnya menunjukkan ada indikasi kuat bahwa aset-aset ini telah dikuasai secara ilegal,” tegas Weyber alias DJ.Prof.
Kasus ini memicu reaksi keras dari masyarakat, yang mendesak penyelidikan yang mendalam dan transparan.
“Kami berharap, penyelidikan ini dilakukan secara menyeluruh dan tanpa pandang bulu. Jika benar ada pelanggaran, semua pihak yang terlibat harus bertanggung jawab,” ujar seorang aktivis anti-korupsi di Ambon.
Pihak aparat penegak hukum dikabarkan sedang mengumpulkan bukti tambahan untuk menindaklanjuti kasus ini. Hingga saat ini, Widya Pratiwi Murad dan keluarga belum memberikan tanggapan resmi terkait dugaan tersebut.
Masyarakat kini menantikan langkah konkret dari aparat untuk menyelesaikan kasus ini secara transparan dan adil, serta memastikan bahwa, tidak ada lagi penyalahgunaan aset negara di masa yang akan datang.






