Al Soroti Tragedi Stadion Kanjuruhan, Kapolri Turunkan Tim Mengusut Peristiwa Tersebut

Jakarta500 Dilihat

Jakarta, medianasional.id – Tragedi Kanjuruhan yang memakan ratusan korban jiwa  mendapat sorotan Organisasi non-pemerintah Internasional yakni Amnesty International (AI) atas penggunaan gas air mata di dalam stadion. Pihaknya menyesalkan adanya peristiwa yang menelan banyak korban jiwa tersebut.

“Gas air mata tidak boleh ditembakan di ruang terbatas. Pedoman keselamatan stadion FIFA juga melarang membawa atau menggunakan ‘gas pengendali massa’ oleh petugas lapangan atau polisi,” jelas Al.

Demikian dirilis dari berbagai sumber media di tanah air diantaranya Abadikini.com, kompas,TV dan detik.com pada pemberitaannya.

Menyikapi tragedi itu Pakar Hukum Tata Negara pun angkat bicara, dikatakan Yusril Ihsya Mahendra Negara dan alat-alatnya berkewajiban mencari cara-cara yang efektif untuk mengendalikan massa dan meredakan ketegangan agar jangan sampai berubah menjadi kerusuhan yang menelan korban jiwa dan kerugian harta benda.

Demikian himbauan Yusrir Ihsa Mahendra menyikapi tragedi di Stadion Kanjuruhan Malang tersebut. Yusril menyarankan agar Komnas HAM segera melakukan penyelidikan apa penyebab jatuhnya korban yang begitu banyak.

“Apakah terdapat kesalahan atau tidak pada aparat keamanan dalam mengendalikan situasi peristiwa itu,” katanya.

Dalam hal kerusuhan yang menjadi catatan hitam persepakbolaan dunia ini, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo berjanji pihaknya akan serius dan mengusut tuntas tragedi di Stadion Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur, sesuai arahan yang diberikan Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Hal itu disampaikan Listyo dalam konferensi pers bersama Menteri Pemuda dan Olahraga Zainudin Amali, Ketum PSSI Mochamad Iriawan, dan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa di Stadion Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur, Minggu (2/10/2022) malam.

Dia mengaku telah menurunkan tim investigasi menyeluruh. Adapun tim dari Mabes Polri ini terdiri dari Bareskrim, Propam, Pusdokkes, Inafis, Puslabfor, hingga tim DVI.

“Karena begitu besarnya saudara kita yang meninggal, maka kami bersama tim akan melaksanakan pengusutan terkait proses penyelenggaraan dan pengamanan,” kata Listyo.

“Kami akan melakukan investigasi terkait peristiwa ini, yang menyebabkan banyaknya korban meninggal,” tegas Listyo.

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses