Akankah Ada Perubahan Tarif Retribusi Pantai Selatan? Setelah Pokdarwis Lakukan Audensi dengan Bupati Bantul

DI.Yogyakarta720 Dilihat

Bantul, medianasional.id – Pemungutan retribusi Rp 15,000 satu tiket untuk semua pantai di rasakan wisatawan terlalu mahal, hal tersebut di sampaikan para peserta audensi dari Pokdarwis pantai Selatan Bantul, Selasa (3/3/2026) bertempat di Loby kantor Bupati Bantul.

Ketua Pokdarwis Pantai Goa cemara Bayu Sujaka, menyampaikan beberapa permohonan opsi tiket bukan terusan, dengan usulan harga Rp 5.000,- per destinasi.

Mengingat di sebelah barat belum ada jalan penghubung antar pantai, Pengembalian sebagian pemasukan untuk pengelola destinasi secara langsung dengan wujud cash money agar dapat digunakan untuk pelaksanaan program kerja atau pemenuhan kebutuhan setiap destinasi, katanya.

Bayu juga menambahkan untuk di adakan pembenahan pos retribusi, diantaranya peletakkan pos retribusi hanya di pintu masuk utama destinasi dengan ketertiban jam kerja sebagai upaya representasi positif destinasi.

Kemudian Memberikan pembekalan pelayanan publik dengan asas Sapta Pesona kepada petugas retribusi sebagai perwujudan tampilan wajah wisata Bantul yang baik.

Serta tidak memberikan ruang kepada petugas retribusi untuk terlalu ikut serta terhadap urusan kepengelolaan destinasi serta transaksional di luar ketugasan retribusi.pungkasnya.

Hasilnya, dinilai cukup bagus, namun belum bisa diputuskan karena masih dilakukan musyawarah lebih lanjut.

Bahkan, ada opsi dilakukan uji coba saat momen Lebaran Idulfitri 2026.

“Tapi, kami belum bisa memastikan. Itu tadi baru uji coba. Kita belum tahu (di mana uji coba), tapi yang diusulkan Pansela Bantul terkhususnya blok Barat dari Pantai Samas sampai Pantai Pandansimo,” tambahnya.

Bupati Bantul Abdul Halim Muslih di dampingi beberapa OPD, menerima dan memdengarkan langsung aspirasi dari pengelola destinasi wisata pantai selatan,

Beliau menyambut baik aspirasi tersebut, “Karena semua memiliki sudut pandang masing masing, pemerintah mempunyai sudut pandang pada pemerintahan, sedangkan mereka memiliki sudut pandang sebagai pengelola destinasi, dan wisatawan juga memiliki sudut pandang yang berbeda pula sebagai pelaku wisata, experince and Impresion.

Dan ini bukan menjadi masalah, baik Rp 15,000/10,000 ataupun Rp 5000,bahkan di geratiskan juga gak apa, yang terpenting semua memiliki tujuan yang jelas, untuk kemajuan pariwisata, dan kesejahteraan masyarakat, karena nanti jika wisatawan banyak tapi daya beli UMKM tidak ada nanti juga menjadi masalah baru,” katanya.

“Namun perlu di ingat juga di sana itu juga ada perawatan, nanti ketika banyak sampah, abrasi, bahkan jika ada kecelakan,kita juga harus bekerja sama dengan instansi dan juga relawan,” tambahnya.

Sementara itu kepala dinas Pariwisata Bantul Saryadi, menegaskan untuk uji coba belum bisa di lakukan selama masih ada Perbub, jadi ketika mau melakukan itu harus merubah Perbub dahulu, katanya.

“Kita tunggu dulu nanti setelah kita adakan diskusi dengan Dinas terkait dan juga DPRD,” tutupnya. (Wid)

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses