
Penulis : Rismaidi
Sabtu 16 Maret 2019
Mukomuko, medianasional.id = Sebanyak 1.435 orang Penari Gandai (PG), yang berasal dari 15 Kecamatan se Kabupaten Mukomuko, telah berhasil memecahkan rekor Moseum Rekor Indonesia (MURI), dan bukan kepalang tanggung kesinian baheula ciri khas bumi Kapuang Sati Ratau Batuah ini, juga berhasil mencatat sejarah baru, yaitu rekor MURI Dunia. Dan tak kalah pentingnya, kesenian lawas itu mampu serta berhasil membuat manager MURI, Ridho Al Amin, berdecap kaget melihat antusias ribuan penari Gandai pada pagelaran budaya tersebut.

Setelah melakukan verifikasi secara faktual, pada pembukaan Hari Pers Nasional (HPN) tingkat Provinsi Bengkulu, Kamis 14 Maret 2019 lalu, dia menghitung secara manual, terdapat 1.435 orang para penari yang melenggak-lenggok badannya, tempatnya dihalaman kantor Bupati Mukomuko.
“MURI dapat mengukur secara kuantitas, dengan kategori terbanyak, terkecil terbesar, maka kami telah melakukan penghitungan secara manual. Karena para penari sudah berbaris rapi diatur sedemikian rupa oleh panitia pelaksana, sesuai dengan apa yang kita sarankan, untuk memudahkan penghitungan. Dan terdapat 1.435 penari Gandai,” ungkap Ridho Al Amin.

Lebih lanjut Ridho mengatakan, diakui pula pada pencatatan rekor MURI selama ini, belum pernah dilihatnya penari Gandai yang jumlahnya sampai ribuan. Menurut Ridho, pihaknya menetapkan Rekor Dunia, yakni mengukur dari sudut pandang berbeda, karena belum pernah ada di planet manapun dibelahan bumi ini, ada penari Gandai dalam jumlah terbanyak.

“Rekor MURI Dunia ini kita berikan, karena belum pernah terjadi di belahan planet bumi manapun juga, penari Gandai dalam jumlah terbanyak seperti ini. Dari penilaian kita, tari Gandai hanya terdapat di Indonesia, belum serta tidak pernah dilakukan oleh negara lain. Oleh kerena itu, kami nobatkan tari Gandai berhasil tercatat sebagai Rekor Dunia,” aku Ridho Al Amin, Kamis (14/3) ketika diwawancarai awak medianasional.id, usai memberikan penilaian.
Masih dalam suasana yang sama, seketika terlihat ekspresi rona pada mimik wajah Bupati Mukomuko, H. Choirul Huda, SH merasa bangga, usai manager MURI mengumumkan bahwa tari Ganadai “Warisan Budaya Tak Benda” tersebut, berhasil meraih rekor MURI sekaligus mengukir rekor Dunia. Dalam sambutannya, Ia menyatakan rasa bangganya terhadap apa yang diperoleh Pemeritah Kabupaten (Pemkab) Mukomuko, juga menjadi milik seluruh masyarakat Mukomuko tanpa terkecuali. Dan tak lupa Bupati mengucapkan terimakasih, kepada seluruh stakeholder jajaran Pemkab setempat, segenap crew kepanitiaan yang terlibat dalam kesusesan HPN tingkat Provinsi Bengkulu, baik Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat, PWI Bengkulu, terutama PWI Kabupaten Mukomuko, yang telah bebulan-bulan mengupayakan, agar rekor MURI terpecahkan. Terutama kepada masyarakat mulai dari Air Gegas sampai Sungai Serik (Daerah Perbatasan Mukomuko-Bengkulu dan Sumbar, red).

Dikonfirmasi, Bupati selepas pagelaran tari Gandai mengatakan, “Saya merasa bangga terhadap seluruh budaya yang ada di Mukomuko. Ini terlihat dari antusias masyarakatnya, bersama-sama dan berduyun-duyun dari ujung sampai ke ujung, berkumpul jadi satu, ingin menunjukkan bahwa kami cinta terhadap Kabupaten Mukomuko ini. Terutama saya sampaikan ucapan terimakasih saya yang sebesarnya, kepada rekan-rekan PWI Mukomuko yang memotori pencatatan rekor MURI, bekerjasama dengan Pemkab Mukomuko serta PWI Bengkulu. Saya bangga dan saya terharu bahwa masyarakat saya ternyata mampu dan mau berkumpul bersama-sama menunjukan jati dirinya, dengan senang hati. Tari Gandai ini adalah milik kabupaten Mukomuko, yang kita lihat segala etnis becampur baur menjadi satu kesatuan. Baik etnis Mukomuko, Batak, Jawa, Minang, dan etnis lainnya ada disitu. Dengan tekat yang kuat, agar dapat menyatukan dan untuk berpartisipasi dalam mengisi satu dengan yang lain. Saya berharap dengan munculnya rekor nasional ini, supaya diimbangi dengan prestasi dibidang pembangunan dan bidang lainnya, untuk menyongsong pembangunan berikutnya, ucap Choirul Huda dengan perasaan senang.
“Dan pembinaan perlu kita tingkatkan, serta kepada teman-teman wartawan saya ucapakan terimakasih, yang telah berusaha semaksimal mungkin dalam memberikan informasinya,” demikian Bupati Mukomuko.
Sementara itu, Ketua PWI Pusat Atar Sembiring, Kamis (14/3) dalam sambutannya, mengatakan dia tak menyangka Kabupaten Mukomuko ini, walaupun berada di pelosok daerah, namun mampu menyelenggarakan HPN setingkat Provinsi, serta terlaksana dengan baik dan sukses. Terutama sekali disisi wartawan-wartawan yang ada, tergolong masih muda-muda, tentunya sangat potensial dalam karya jurnalistiknya.

“Walaupun Kabupaten Mukomuko ini berada di peloso daerah, namun mampu dan sukses menyelenggarakan HPN tingkat Provinsi. Kami sebagai bagian dari crew PWI yang berada di Ibu Kota, turut berbangga hati. Apalagi wartawan-wartawan disini tergolang masih muda, tentunya potensial dalam bekarya secara profesional,” ujar Atar Sembiring.
Dikatakannya, Media sebagai kontrol sosial, merupakan pilar pembangunan yang demokrasi.
Maka dari itu Atar Sembiring, berpesan terutama kepada Pemerintah, harus mampu memberikan informasi serta keterbukaan publik, sampai ketingkat Kecamatan Desa-desa dan Kelurahan.
“Sehingga diharapkan saling memberi sumbangsih serta saran kearah kebaikan, disegala lini. Maka kebaikan iformasi tersebut akan sampai kepada kalayak banyak,” pungkasnya.(Aris, Ras)




