Opini : Image Perempuan Generasi Smart Phone

143 views

 

Oleh:
Eti Nurul Hikmah
Mahasiswa Pendidikan Bahasa Indonesia Universitas Peradaban

Berbicara tentang teknologi tentunya sudah tidak asing lagi di era industri 4.0. Teknologi merupakan manusia kedua dalam kehidupan. Manusia dengan kelebihan yang telah Tuhan anugerahkan mampu membuat alat yang serupa dengannya. Teknologi menjadi dunia ke dua bagi manusia, planet-planet yang hampir punah dengan kecanggihan tangan manusia mampu hidup kembali dan mumpuni untuk dihidupi manusia. Setiap manusia memiliki pandangan yang berbeda-beda tentang teknologi, masyarakat awam mengatakan bahwa teknologi merupakan pembodohan untuk manusia. Perlu dicerna juga kalau teknologi merupakan pembodohan untuk manusia, lantas kenapa manusia tersebut menciptakan teknologi.

Kamus Besar Bahasa Indonesia Edisi V menuliskan bahwa arti dari teknologi merupakan keseluruhan sarana untuk menyediakan barang-barang yang diperlukan bagi kelangsungan dan kenyamanan hidup manusia. Kata “Teknologi” juga dapat merujuk kesekumpulan teknik-teknik. Perekmbangan teknologi terbaru seperti, mesin cetak, telepon dan internet. Ketiga teknologi tersebut yang sering akrab dengan manusia pribumi ialah telepon pintar (Smart Phone). Adanya telepon pintar juga memperkecil kesenjangan komunikasi dengan orang-orang yang jauh, kebebasan telah ada dalam diri manusia ketika telepon pintar itu digunakan dengan baik.

Perkembangan teknologi dunia mengalami perkembangan pesat dan sangat mempengaruhi dunia bisnis bahkan kehidupan personal. Menurut Schwab transformasi yang terjadi sebagai dampak perkembangan teknologi dinilai berskala besar dan kompleks, bahkan belum pernah dialami sepanjang sejarah. Transformasi yang dimaksud Schwab tak lain adalah revolusi industri keempat atau yang mulai dikenal dengan istilah Industri 4.0. Revolusi ini, menurut Schwab, seperti dikutip CBS News, dipastikan berdampak pada semua aspek kehidupan manusia. Itulah mengapa teknologi mampu disebut dengan bagian kedua dari kehidupan.

Perempuan adalah manusia yang memiliki kekuatan lebih dari lelaki, meskipun banyak yang mengatakan bahwa perempuan itu lemah. Terbukti bahwa perempuan mampu menahan rasa sakit yang luar biasa, saat melahirkan jabang bayi. Selain itu pula, perempuan lebih teliti menggunakan sesuatu dibandingkan laki-laki. Misalkan zaman dahulu, seorang perempuan banyak yang berprofesi sebagai penjahit, namun belum menggunakan mesin, masih manual. Perempuan dengan banyaknya kelebihan yang dimiliki seharusnya mampu berkontribusi untuk diri sendiri apalagi yang sudah berkeluarga. Perempuan dalam hal ini sudah tidak lagi hanya bermanja-manja dengan menikmati teknologi atau bahkan diperbudak oleh teknnologi.

Di era sekarang sudah tidak sedikit seorang perempuan yang memiliki telepon pintar. Semua menikmatinya dengan kenyamanan diri sendiri. Telepon pintar yang seharusnya mampu memperbaiki ekonomi perempuan tersebut terlebih bagi para ibu-ibu. Misal saja, dengan berjualan online atau bisnis-bisnis lainnya. Sekarang perusahaan yang biasanya memperkerjakan dengan cara manual sudah mampu memberikan ladang bagi para perempuan yang sibuk dengan mengurus anaknya, namun tetap menghasilkan uang. Suami terlayani, anak mampu dikasih sayangi dan keluarga menjadi peran utama dalam dicintai. Namun yang terlihat tidak sedemikan indahnya.

Perempuan generasi telepon pintar ini, lebih suka bermain di dunia maya daripada dunia nyata. Tetangga dekat menjadi jauh dan yang jauh tidak akan mendekat. Bahkan dengan kebosanan terhadap suami, para ibu rumah tangga mencari hiburan memnggunakan telepon pintar dengan bermain bersama lelaki lain. Suatu kemunduran negara ini, perceraian dimana-mana. Banyak anak-anak mengalami trauma karena akibat dari rumah tangga yang gagal. Remaja perempuan lebih sibuk memerhatikan layar telepon pintar dibanding belajar untuk masa depan pendidikannya. Image seorang perempuan semakin rendah kala mereka tidak menggunakan telepon pintar sesuai dengan namanya.

Menjadi perempuan memang anugerah terindah. Dalam Al-Quran Allah menjelaskan keindahan perempuan dalam surat An-Nisa. Ulama juga mengatakan bahwa “Wanita adalah tiang Negara” tiang adalah penyannga utama dalam sebuah bangunan yang sepatutnya dijaga agar tidak rapuh dan tetap utuh. Dengan telepon pintar seharusnya kehidupan perempuan semakin naik derajatnya. Mampu membantu perekonomian serta membantu ketika kesusahan dalam belajar. Jangan karena alat teknologi yang disebut telepon pintar kita malah tertidurkan oleh kemudahan yang menjurus kepada jalan yang tidak benar. Sudah saatnya para kaum perempuan berubah. Berubah menjadi lebih baik, agar kita tidak menjadi objek dalam sebuah kekerasa ataupun menjadi publik dari semua acara yang ada di zaman sekarang.
Salam Perempuan… Salam Kemanusiaan !!!

Editor : Abu Bakar Sidik

Opini Universitas Peradaban

Penulis: 
author

Posting Terkait

Tinggalkan pesan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.