Wihaji Mengajak Masyarakat Tanggap Akan Kerawanan Dan Potensi Bencana di Kabupaten Batang

Batang187 Dilihat

Batang, medianasional.id Letak dan kondisi Kabupaten Batang dengan wilayah geografis laut, daratan dan pegunungan memiliki berbagai ancaman bencana yang bisa saja melanda kapan pun.

“Potret kondisi kewilayahan Kabupaten Batang tidak menutup kemungkinan akan berdampak sembilan ancaman bencana di Kabupaten Batang diantaranya banjir, rob, abrasi, angin puting beliung, longsor, gas beracun, gempa bumi, kekeringan, kebakaran,” kata Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah Ulul Azmi saat tasyakuran dan pemberiaan penghargaan kepada relawan yang telah bertugas di Lombok NTB (Nusa Tenggara Barat) Senin ( 8/10/18).

Adapun upaya dalam mengurangi resiko bencana lanjut Ulul, masyarakat sedini mungkin agar senantias siap siagaan dan rutin melakukan pelatihan mitigasi bencana kepada relawan maupun masyarakat. Kita juga sudah membentuk Forum Pengurangan Resiko Bencana ( FPRB ) yang terdiri dari Polres, Kodim, dunia usaha, masyarakat relawan dan dinas instansi terkait.

” Masyarakat Manakala menghadapi bencana mereka jadi sudah siap, siaga sehingga dapat mengambil langkah langkah yang obyektif dan tepat pada gilirannya akan membuahkan manfaat dalam mengurangi resiko yang terjadi,” jelas Ulul.

Dijelaskan dengan gamblang oleh BPBD yang mana sedang menyusun kajian resiko bencana yang akab di biayai oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) guna memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang peta rawan bahaya bencana dan peta terdampak bencana, yang bertujuan untuk memberikan informasi yang akurat dan terpercaya, serta sebagai langkah edukasi kepada masyarakat bagaimana menghadai bencana dan mengurangi resiko bencana.

” Lanjutnya Setelah mendapatkan pemahaman mengenai peta wilayah rawan bahaya bencana dan peta terdampak maka kita akan memasang early warning system di titik yang rawan,” katanya.

Bupati Batang Wihaji juga meminta agar Kabupaten Batang memiliki data kepastian potensi bencana, sehingga kita tahu ada berapa potensi rawan untuk mempersiapakan langkah – langkah penanggulangan yang tepat untuk dilakukan.

” Kalau kita sudah miliki data potensi bencana, mau kejadian bencana apapun kita sudah siap, baik sistem maupun ketrampilan relawanya,” kata Wihaji

Adapaun anggaran penanggulangan bencana bukan menjadai prioritas, karena jikalau kita anggarkan besar malah terjadi bencana, tapi yang lebih penting persiapan kita menghadapi bencana dan apa yang menjadi kebutuhan publik ( masyarakat) kita utamakan karena keterbatasan anggaran Pemkab.

“Komitmen kita ada anggaran atau tidak kalau ada kejadian bencana pasti kita siap, karena nanti ada regulasi untuk membantu yang kena bencana,” Kata Wihaji

Dalam kesempatan tersebut Bupati Batang Wihaji berkesempatan memandikan mobil pick up operasional BPBD, yang merupakan bantuan dari BNPB serta menyerahakan piagam penghargaan dan apresiasi kepada relawan yang telah bertugas ikut membantu korban bencana gempa bumi di Lombok ( Nusa Tenggara Barat)

Kontributor : Sukirno
Editor : Puji_Leksono

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses