
Batang, medianasional.id
Penutupan Batang Expo di meriahkan dengan artis Kondang ibukota yakni Didik Kempot, ribuan warga masyarakat Kabupaten Batang banjiri pameran tersebut. Dengan lagu – lagu Hitsnya Artis campur sari itu menghipnotis para pengunjung.
Alun – alun Batang malam itu tidak seperti malam – malam sebelumnya berubah total ribuan pengunjung bagaikan air bah tumpah ruah untuk menikmati lantunan gita yang di bawakan Didi Kempot, delapan lagu hitsnya dilantunkan untuk menghibur warga Pantura Batang dan sekitarnya. Karena sudah membuat ambyar yang luar biasa, Didik Kempot diajak Bupati Wihaji untuk jumpa pers di rumah dinasnya.
Dalam kesmpatan tersebut bupati meminta kepada pemilik julukan The Godfather of Broken Heart untuk menciptakan lagu tentang wisata yang ada di Kabupaten Batang.
“Kalau bisa saya pesen lagu tentang wisata Batang, agar lebih terkenal lagi. Karena kita punya wisata empat si yakni Pantai Sigandu, Bukit paralayang Sikupung, wisata gunung Sikembang, dan wisata budaya Silurah yang ada di Kecamatan Wonotunggal,” pinta Bupati wihaji yang di dampingi Wakil.Bupati Suyono.
Dengan wisata yang dimiliki Kabupaten Batang baik dari wisata pantai, wisata pegunungan dengan keindahan panorama yang dimilikinya serta wisata budaya yang memiliki keindahan tersendiri seperti Archa Ganesa peninggalan di era kejayaan dinasti syailendra yang ada di desa Silurah. Batang itu Palu Gada apa yang loe mau gue ada.
Artis Didi Kempot yang lagi digemari oleh kaum milenia dengan tembang jawanya mengatakan, kemajuan wisata di Batang sangat luar biasa, apalagi ditambah dengan wisata budayanya.
“Saya siap menyanyi lagu tentang wisata Batang, yang penting ada input dari Bupati kita tunggu,” ucap Didi Kempot.
Ada hal yang menarik tentang Alas Roban, karena sering di lalui orang yang melintas di Pantura Jawa dan juga mitosnya pada era kerajaan dulu. Mungkin akan terinspirasi dari hutan jati Alas Roban tercipta lagu dari Didi Kempot yang akan membuming seantero jagad.
“Kita akan menyampaikan lagu Alas Roban, tentang ada apa di Alas Roban sejarah dan obyek wisatanya,” jelas Didik Kempot.
Menanggapi fenomena lagu Didik Kempot yang digandrungi kaum milenial dirinya mengatakan anak muda sekarang memiliki kesadaran terhadap budayanya, mungkin karena pejabat negara sering menggunakan pakean adat tradisional seperti Minangkabau, Padang dan Sulawesi.
“Lagu saya yang sudah di rekam 30 tahun yang lalu mulai di gemari oleh anak – anak millenial, anak muda sekarang tidak benci dan tidak malu menyanyikan lagu daerah,” Kata Didik Kempot.
Ia pun berharap lagu -lagu daerah yang bagus – bagus seperti Aceh, Papua, Sulawesi dan daerah lainya, tinggal kembali ke senimanya jangan malu untuk mempromosikan lagu daerah di mata dunia.
“Seperti saya seniman jalanan yang menyanyikan lagu Jawa, hampir semua benua saya masuki karena nyanyi Jawa,” Tutup Godfather of Broken Heart.
Reporter : Puji_L






