Warga Winduaji Ancam Turun ke Jalan, Kades Geram Dituding Provokator

Brebes, Jawa Tengah998 Dilihat

Brebes, medianasional.id | Ketegangan antara warga Desa Winduaji, Kecamatan Paguyangan, Kabupaten Brebes dengan pihak terkait memanas. Kepala Desa Winduaji, H. Abdurahman, menyatakan kegeramannya setelah dirinya dituding sebagai provokator dalam rencana aksi unjuk rasa yang digagas warganya.

Tudingan tersebut berasal dari pihak keamanan PT KAI Daop V Purwokerto, menyusul ketegangan yang terjadi di sekitar underpass jalur rel kereta api Dukuh Keseran. Menanggapi hal itu, Abdurahman membantah keras dan menegaskan bahwa aksi tersebut bukan tanpa alasan.

“Ini bukan sekadar jalan, ini soal martabat dan keselamatan warga Winduaji. Kami sudah kirim surat tiga kali, tapi tak kunjung ada respons. Kami beri waktu satu bulan, kalau masih diabaikan, ribuan warga akan turun ke jalan” tegasnya saat audiensi bersama Direktorat Jenderal Perhubungan Darat dan perwakilan Pemkab Brebes, Selasa (20/5/2025).

Aksi yang akan dilakukan warga merupakan respons atas kondisi underpass Dukuh Keseran yang dinilai membahayakan. Underpass dengan lebar hanya 4 meter dan tinggi 3,5 meter itu memiliki bentuk menyerupai huruf “U” dengan tikungan tajam. Selain sering menyebabkan kecelakaan, jalur ini juga tak bisa dilalui kendaraan besar seperti truk pengangkut kayu, yang menjadi tulang punggung ekonomi warga.

Puncaknya, sebuah mobil pemadam kebakaran tidak mampu masuk ke desa karena terhalang underpass. Akibatnya, warga harus memadamkan kebakaran secara manual dengan alat seadanya.

Underpass dengan lebar hanya 4 meter dan tinggi 3,5 meter itu memiliki bentuk menyerupai huruf “U” dengan tikungan tajam.

Dalam audiensi tersebut, Siska Sasanti dari Direktorat Jenderal Perhubungan Darat mengaku memahami keresahan warga. Namun, ia menjelaskan bahwa perbaikan hanya bisa dilakukan jika ada pengajuan resmi dari Pemkab Brebes kepada Kementerian Perhubungan.

Menanggapi itu, Asisten Sekda Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Brebes, Anna Dwi Rahayuning Rizky, mengatakan bahwa pihaknya akan segera menyampaikan permohonan tersebut ke bupati, lengkap dengan kajian teknis yang diminta kementerian.

Meski demikian, Kades Abdurahman menegaskan bahwa warga tidak akan diam jika tak ada tindak lanjut.

“Kami bukan mau gaduh, tapi hak kami untuk hidup aman harus dihargai. Kalau pemerintah abai, jalanan akan jadi saksi perjuangan warga Winduaji!” ujarnya penuh semangat. Surat pemberitahuan aksi damai telah dikirimkan oleh Pemerintah Desa Winduaji ke Polres Brebes, lengkap dengan jumlah massa dan titik kumpul. (*)

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses