Brebes, medianasional.id – Ratusan warga terdampak banjir bandang dari Desa Penggarutan dan Desa Adisana, Kecamatan Bumiayu, serta Desa Benda, Kecamatan Sirampog, Kabupaten Brebes, menggelar tasyakuran sebagai ungkapan rasa syukur atas dimulainya kegiatan normalisasi Kali Keruh dan rehabilitasi lahan pertanian pascabencana banjir bandang di ruas Sungai Penggarutan dan Sungai Benda, Jumat (3/7/2026).
Kegiatan tersebut dihadiri Titin Lutfiatin, M.Pd., Anggota DPRD Kabupaten Brebes dari Fraksi PKB, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Desa Benda Khalimi, perwakilan Dinas Pertanian, Dinas Pengairan, Dinas Pekerjaan Umum (PU), Babinsa Koramil, Bhabinkamtibmas Polsek, pengurus Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan), para petani, tokoh masyarakat, serta masyarakat terdampak dari ketiga desa.
Acara diawali dengan pembacaan doa yang dipimpin oleh Gus Mujib dari Pondok Pesantren Al-Hikmah Benda, kemudian dilanjutkan dengan tasyakuran dan makan bersama sebagai bentuk rasa syukur atas dimulainya penanganan pascabencana yang telah lama dinantikan masyarakat.
Suasana penuh kebersamaan tampak mewarnai kegiatan tersebut. Warga berharap proses normalisasi sungai dan rehabilitasi lahan pertanian dapat berjalan lancar sehingga mampu mengurangi risiko banjir sekaligus mengembalikan produktivitas sawah yang rusak akibat terjangan banjir bandang pada akhir tahun 2025 hingga awal tahun 2026.
Plt Kepala Desa Benda, Khalimi, mengatakan tasyakuran ini merupakan bentuk rasa syukur masyarakat sekaligus doa agar seluruh pekerjaan dapat berjalan lancar hingga selesai.
“Kegiatan ini bukan sekadar tasyakuran, tetapi juga bentuk doa dan harapan masyarakat agar normalisasi Kali Keruh serta rehabilitasi sawah dapat berjalan lancar. Kami mengucapkan terima kasih kepada pemerintah, DPRD Kabupaten Brebes, dinas terkait, TNI-Polri, para petani, dan seluruh pihak yang telah peduli terhadap penanganan pascabencana. Semoga upaya ini mampu memberikan rasa aman dan mengembalikan kesejahteraan masyarakat,” ujar Khalimi.
Menurutnya, banjir bandang yang melanda kawasan tersebut menyebabkan kerusakan cukup parah pada alur sungai, lahan pertanian, serta infrastruktur pendukung. Oleh karena itu, sinergi seluruh pihak sangat dibutuhkan agar proses pemulihan dapat berjalan optimal dan memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat.
Para petani yang hadir juga menyampaikan harapan agar rehabilitasi sawah segera rampung sehingga lahan pertanian yang selama ini tertutup material batu, pasir, dan lumpur dapat kembali produktif untuk musim tanam berikutnya.
Sementara itu, masyarakat terdampak mengaku bersyukur karena pemerintah bersama berbagai pemangku kepentingan mulai memberikan perhatian serius terhadap penanganan dampak banjir bandang. Mereka berharap pekerjaan normalisasi sungai dapat diselesaikan tepat waktu sehingga ancaman banjir saat musim penghujan dapat diminimalkan.
Melalui kegiatan tasyakuran ini, masyarakat dari Desa Penggarutan, Desa Adisana, dan Desa Benda menunjukkan semangat kebersamaan dalam mendukung upaya pemulihan pascabencana. Diharapkan kolaborasi antara pemerintah, DPRD, instansi teknis, aparat keamanan, kelompok tani, dan masyarakat terus terjalin hingga seluruh proses normalisasi sungai dan rehabilitasi lahan pertanian selesai dilaksanakan. (*)





