Warga Kebonharjo Desak Perbaikan Tanggul Kali Bodri Tak Asal-Asalan

KENDAL- medianasional.id- Warga Desa Kebonharjo, Kecamatan Patebon, mendesak pemerintah agar pembangunan tanggul Kali Bodri dilakukan secara maksimal dan tidak asal-asalan. Hal itu disampaikan Arif Fajar Hidayat, warga setempat, setelah melakukan pemetaan menggunakan drone di kawasan tanggul Kali Bodri, petak utara Masjid Kebonharjo.

Menurut Arif, hasil pantauan udara menunjukkan kondisi tanggul di sisi utara sudah kroak dan nyaris hilang bagian berem atau pondasinya. “Tanggul itu sudah tidak ada berem dalamnya. Kami khawatir kalau debit air naik, bisa jebol lagi,” ujarnya, Kamis (30/10).

Ia menuturkan, pada 14 Oktober lalu pihaknya bersama BPBD Provinsi Jawa Tengah telah melakukan kegiatan identifikasi daerah rawan bencana di wilayah tersebut. Beberapa titik tanggul, kata Arif, bahkan sudah mengalami amblas ketika ketinggian air di Bendungan Juwero mencapai 150 cm³. Warga pun terus memantau ketinggian air setiap saat.

Arif menjelaskan, dana Belanja Tidak Terduga (BTT) dari Pemerintah Kabupaten Kendal sebenarnya akan digunakan untuk membuat pondasi tanggul baru. Namun, pondasi yang dibangun masih satu sap (lapis), sehingga dinilai belum memadai. “Kalau dilihat dari hasil video drone, tanggulnya tidak punya berem sama sekali. Kami berharap dibuat minimal tiga sampai empat sap, seperti tanggul sebelumnya,” jelasnya.

Ia menambahkan, tanggul yang sempat jebol pada banjir lalu sudah diperkuat sementara dengan karung pasir (sandbag) sepanjang 25 meter oleh Dinas Pusdataru Jawa Tengah. Namun, warga menilai perbaikan darurat itu tidak cukup untuk menghadapi musim hujan mendatang.

Dalam audiensi dengan Ketua DPRD Kendal, warga Kebonharjo didampingi anggota DPRD Kendal, Khasanudin yang juga warga setempat menyampaikan aspirasi, agar pembangunan tanggul nantinya tidak dilakukan secara minimalis. Arif menyebut, BPBD Provinsi Jawa Tengah kini menunggu surat resmi dari Pemkab Kendal untuk pengajuan bantuan penanganan darurat tanggul Kali Bodri.

“Kalau hasil kajian menunjukkan tanggul ini dalam kondisi kritis, BPBD Jateng siap membantu membangun tanggul permanen,” ujarnya.

Arif menambahkan, warga Kebonharjo juga berencana menggelar latihan mitigasi bencana dalam waktu dekat sebagai langkah antisipasi. “Ini penting, karena warga masih trauma dan waswas setiap kali hujan deras turun,” tandasnya.

DPRD Kendal Dorong Penanganan Serius Tanggul Kali Bodri

Sementara itu, Ketua DPRD Kendal, Mahfud Sodiq, mengakui bahwa warga di sekitar aliran Kali Bodri mulai cemas menghadapi musim penghujan. Kekhawatiran itu meningkat seiring kondisi sejumlah titik tanggul yang dinilai rawan.

“Saat audiensi tadi, kita lihat bersama beberapa titik tanggul Kali Bodri memang sudah mengkhawatirkan,” ujarnya.

Mahfud menyampaikan, dalam pekan ini Dinas PUPR Kendal akan mulai menganggarkan upaya perbaikan untuk mengurai satu per satu permasalahan di lapangan. Ia berharap langkah tersebut dapat segera terealisasi, meskipun secara bertahap.

Menurutnya, DPRD Kendal akan terus berkoordinasi dengan bupati dan instansi terkait guna mempercepat penanganan. Selain itu, dewan juga berencana menjalin komunikasi dengan pemerintah pusat melalui jalur DPR RI agar penanganan tanggul Kali Bodri mendapat dukungan anggaran tambahan.

“Memang secara kewenangan, Kali Bodri berada di bawah Pemerintah Provinsi Jawa Tengah. Namun, melihat kondisi di lapangan yang sangat serius, kami menilai penanganannya membutuhkan anggaran besar dan perhatian lintas pemerintah,” tegas Mahfud.(*)

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses