Warga di Ngampel Kendal Alami Intimidasi Preman Usai Dampingi Dewan Sidak Galian Tanah C

Jawa, Jawa Tengah, Kendal271 Dilihat

KENDAL – medianasional.id– Sebuah insiden terjadi di Kecamatan Ngampel, Kendal. Di mana seorang warga di Kecamatan Ngampel (AS) usai mendampingi anggota Dewan dari Komisi C dan Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kendal melakukan sidak ke lokasi galian C di Desa Jatirejo Ngampel, mengalami intimidasi preman yang diduga memiliki hubungan dengan pengusaha galian C.

AS didatangi preman di rumahnya dan diintimidasi. Ia menuturkan, preman yang sosoknya sudah tak asing lagi bagi dirinya dan diduga jadi beking pengusaha tambang menuduh dirinya sengaja mengundang Ketua Komisi C DPRD Kendal bersama Kepala DLH Kendal untuk sidak ke lokasi tambang. Padahal dirinya tidak mengundang sama sekali, hanya diminta untuk mendampingi.

“Kejadiannya itu sudah beberapa hari lalu. Saya kan diminta untuk menemani Mbak Siska (Ketua Komisi C) dan Pak Aris (Kepala DLH Kendal) ke lokasi tambang. Sorenya, tepat setelah saya solat Maghrib langsung didatangi preman itu,” terang AS, Senin (14/4/2025).

Preman tersebut, kata AS, datang ke rumahnya langsung marah-marah dan berteriak keras. Sang preman menuduh AS sengaja mendatangkan Ketua Komisi C dan Kepala DLH Kendal ke lokasi tambang, sehingga alat berat berupa eskavator langsung dihentikan tidak boleh beroperasi.

Suara keras dengan nada marah dari sang preman membuat anaknya yang masih balita dan istrinya ketakutan.

“Sambil marah-marah preman itu juga minta ganti rugi Rp 3 juta, karena alat berat di lokasi tambang berhenti beroperasi,” ungkapnya.

Kejadian intimidasi yang dialami sebenarnya hendak dia laporkan ke kepolisian. Namun, karena pada saat kejadian dia tidak membawa handphone untuk merekam, usaha melaporkan kasus ini urung dilakukan.

“Saya pas nggak bawa HP jadi tidak bisa merekam. Alat buktinya tidak ada ya saya tak jadi melaporkan kasus ini,” ujarnya.

Dia menyampaikan, baik dirinya maupun warga di Kecamatan Ngampel tidak ada yang melarang adanya aktivitas penambangan. Warga hanya meminta agar para pengusaha tambang lebih peduli dengan warga sekitar.

“Di sepanjang jalan Magangan ini kalau cuaca terang, debunya sangat luar biasa. Masuk sampai ke rumah -rumah warga yang di dalam gang. Kasihan yang punya anak banyi, karena bisa menyebabkan sesak nafas,” ungkapnya.

Dia juga mengungkapkan, jalanan jadi licin dan berlumpur saat hujan tiba-tiba datang mengguyur. Kondisi seperti ini menyebabkan banyak anak-anak Sekolah Dasar (SD) yang semula naik sepeda kini harus jalan kaki.

“Anak-anak SD sekarang banyak yang jalan kaki saat sekolah. Orang tua mereka melarang anaknya naik sepeda, karena kondisi jalan licin dan rusak,” tuturnya.

Ditambahkannya, para orang tua sengaja melarang anak-anaknya menggunakan sepeda saat berangkat sekolah, karena pada saat jam berangkat sekolah atau kurang dari jam 7 pagi sudah banyak dumptruk yang lalu lalang masuk ke dalam lokasi tambang.

Bahkan, banyaknya armada dumptruk yang masuk ke lokasi tambang sering mengakibatkan jalanan menjadi macet.

“Jujur saja, warga sangat terdampak. Tapi warga tidak mampu berbuat apa-apa selain hanya diam,” pungkasnya.

Insiden ini menimbulkan kekhawatiran di kalangan warga desa, dan menimbulkan pertanyaan tentang keamanan dan keselamatan warga.

Pihak berwajib diharapkan dapat segera mengambil tindakan untuk melindungi warga desa dan menindak pelaku intimidasi.(*)

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses