Warga Desa Glangang Resah Akibat Bau Tak Sedap Dari Limbah Pabrik Gula

Jawa Timur255 Dilihat

Malang, medianasional.id – Masyarakat desa Glanggang,Kecamatan Pakisaji Kabupaten Malang diresahkan dengan tempat pembuangan limbah padat, diduga berasal dari salah satu pabrik gula di Kabupaten Malang.

Bahkan warga menuntut lokasi pembuangan limbah padat berupa “blotong ” itu ditutup, karena menimbulkan bau tak sedap. Apalagi berdekatan dengan permukiman penduduk, sehingga beberapa Rw di desa Glanggang terdampak.

” Ada tiga Rw yang terdampak bau tak sedap sehingga warga minta ditutup,” ungkap salah satu ketua Rt di Desa Glanggang, Kecamatan Pakisaji, Kabupaten Malang, Suheri (56), Senin, (04/06/2018) sore.

Ia mengatakan limbah padat yang dibuang di lokasi itu diduga dari Pabrik Gula (PG) Kebonagung. Limbah tersebut mengeluarkan bau tak sedap yang cukup mengganggu warga.

Limbah padat yang dibuang di desa Glangang sangat menganggu warga sekitar akibat bau tak sedap.

“Warga berharap ditutup kalau bisa tidak bau. Kalau tidak mengeluarkan bau tak sedap tidak apa apa dibuang di sini,” terangnya.

Dijelaskan, pengelolah harus bisa menghilangkan bau tak sedap yang mengganggu warga. Ia membeberkan, limbah padat yang dibuang di lokasi ini telah dikontrak oleh pihak ketiga. Karenanya, pengelolah harus bisa menghilangkan bau tidak sedap tersebut.

“Ini limbah dari pabrik Kebonagung yang sudah dikontrak oleh pengusaha lain. Saya tidak tahu nama perusahaannya, yang jelas limbah ini bau,” urainya.

Suheri menganalogikan, limbah cair yang menyebabkan ikan mati saja harus ditutup total. Sementara warga di sini merupakan manusia yang terdampak bau tak sedap limbah itu. Sebab itu warga turun ke jalan melakukan protes menuntut tempat pembuangan limbah ditutup.

” Di perusahaan pabrik gula di sana juga kan ada limbah, kalau limbah cair itu menyebabkan ikan mati harus ditutup, tetapi kami di sini bukan ikan terdampak bau tak sedap ini kami minta ditutup lokasi pembuangan limbah ini,” pintanya.

Sementara pengelola limbah dan managemen Pabrik Gula Kebonagung hingga informasi ini diunggah masih belum bisa dihubungi.

Reporter: nrt

Editor: nrt

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses