Bungo, medianasional.id – Kabupaten Bungo untuk pertama kalinya masuk nominasi Kabupaten/Kota Sehat (KKS). Sehubungan dengan itu Kabupaten Bungo kedatangan tamu dari tim verifikasi penilaian KKS dari Kemenkes dan Kemendagri.
Tim Verifikasi Penilaian KKS bersama Pemerintah Kabupaten Bungo menggelar rapat koordinasi (Rakor) dengan Dinas Kesehatan, Kepala Puskesmas Kecamatan beserta kelompok kerja (Pokja) desa dan kelurahan yang berlangsung di Ruang Utama Kantor Bupati, Rabu (14/08).
Rakor tersebut dihadiri seluruh pimpinan OPD, Camat, Lurah/Rio, kepala UPTD Puskesmas lingkup kabupaten Bungo yang dipimpin langsung Wakil Bupati H Safrudin Dwi Aprianto S Pd.
Wabup Bungo dalam sambutannya mengatakan rapat koordinasi ini adalah verifikasi kabupaten kota sehat (KKS) tahap awal tingkat kabupaten.
“Alhamdulilah Kabupaten Bungo pertama kali kesempatan ikut dalam lomba kota sehat dan bersaing dengan tujuh kabupaten yang ada di Provinsi Jambi dan dinilai oleh Kementerian Kesehatan RI dan Kemendagri tahun 2019,” kata Safrudin.
Pada kesempatan itu, Wabup mewarning seluruh OPD, Camat, dan Lurah/Rio, serta seluruh komponen masyarakat Kabupaten Bungo untuk menyukseskan terkait verifikasi KKS tingkat Provinsi Jambi dan Pusat tahun 2019. Masalah kebersihan lingkungan menjadi tolok ukur dalam penilaian dan verifikasi,” tambahnya.
Apa lagi dari ratusan Kabupaten Kota yang diusulkan, Kabupaten/Kota yang lolos verifikasi dokumen oleh Tim Verifikasi Pusat, Kabupaten Bungo adalah salah satunya akan menjadi rujukan untuk memperoleh penghargaan tertinggi.
“Untuk tahun 2019, target kita adalah meraih penghargaan Kabupaten Sehat Swasti Saba. Itu penghargaan tertinggi kabupaten/kota sehat,” ucap Wabup.
Hal ini beralasan, karena saat ini laporan secara administratif tengah diperiksa dan dinilai oleh tim Verifikasi KKS Tingkat Provinsi dan Pusat Tahun 2019, meskipun hasilnya masih ada yang perlu dilengkapi.
“Setelah verifikasi administrasi, selanjutnya tim penilai akan turun langsung kelapangan melihat kondisi sebenarnya yang ada di lapangan, apakah sesuai yang tercatat dalam laporan administratif,” jelas Safrudin.
Ditegaskannya lagi, untuk menyukseskan kegiatan verifikasi ini, tidak ada alasan untuk tidak berbenah, oleh karena itu diperlukan dengan segera kerja keras dan sinergitas antar seluruh komponen khususnya OPD terkait dan melibatkan masyarakat.
”Seluruh kantor dan pelayanan publik agar diadakan kawasan tanpa rokok dan pojok merokok di wilayah kerja masing-masing. Untuk tahun 2019 ini kita target meraih Swasti Saba , yaitu penghargaan tertinggi untuk kabupaten dan kota sehat,” tutup Wabup. (fa)









