Upacara Tradisional Masyarakat Adat Lampung

Artikel, Lampung3933 Dilihat
Oleh : Diandra Natakembahang

Lampung, redaksimedinas.com – Dalam kehidupan masyarakat adat Lampung terdapat tradisi yang berkembang dalam adat, salah satunya adalah seremoni adat yang berkenaan dengan keyakinan juga memiliki nilai personal, universal dan transedental yang telah membudaya dan mentradisi secara turun temurun. Tradisi masyarakat adat Lampung ini diejawantahkan dalam bentuk upacara adat, jenis upacara adat ini dapat di kelompokan dalam dua golongan yaitu upacara adat yang bersifat tradisional dan upacara adat yang bersifat sakral.

Upacara Adat yang bersifat tradisional

Upacara Jenis ini dilaksanakan sesuai dengan kehidupan sehari-hari dalam
setiap transformasi kehidupan, sejak seseorang dalam kandungan sampai akhir hayat seseorang.
1. Masa Kehamilan
– Kukhuk Limau/Belangekh
Upacara ini dilaksanakan saat masa kehamilan berumur lima bulan.
– Ngekhuang Kaminduan
Upacara ini dilaksanakan saat masa kehamilan berumur lima bulan.
2. Masa Kelahiran
– Teppuk Pusokh/Salai Tabui/Salin Khah/Nyilih Dakhah
Upacara ini dilaksanakan setelah kelahiran bayi umur sehari, caranya adalah dengan membersihkan dan menanam ari ari sang bayi.
– Betebus
Upacara ini dilaksanakan saat bayi berumur tujuh hari, dimaksudkan untuk mendoakan bayi dan menebus bayi dari dukun bersalin yang telah merawat bayi dari kandungan sampai membantu kelahirannya.
– Becukokh
Upacara ini dilaksanakan saat bayi berumur empat puluh hari yaitu mencukur rambut bayi untuk pertama kalinya dan dalam acara ini juga dilaksanakan Aqiqahan.
– Ngekuk/Ngebuyu/Mahau Manuk
Upacara ini dilaksanakan saat bayi berusia tiga bulan disaat bayi telah diberi makanan tambahan.
3. Masa Kanak Kanak
– Besunat
Dikenal juga istilah mandi pagi, khitanan bagi anak laki laki
– Ngantak Sanak Ngaji
Dilaksanakan saat seorang anak mulai belajar mengaji.
4. Masa Dewasa
– Kukhuk Mekhanai
Saat dimana seorang remaja pria telah memasuki masa akil balikh
– Nyakakko Akkos
Upacara ini dilakukan bagi remaja perempuan, dalam kesempatan ini juga dilakukan acara busepi yaitu meratakan gigi dengan menggunakan asahan yang halus.
– Nettah Adoq/Cakak Pepadun
Cakak Pepadun dilaksanakan pada saat Pernikahan Sultan [Tayuh Saibatin], dalam upacara ini juga ditahbiskan Gelar Adat seseorang [Nettah Adoq]. Namun demikian Nettah Adoq dilakukan dalam setiap pernikahan bukan hanya Tayuh Saibatin saja.
5. Masa Kematian
Pada saat wafatnya seseorang, akan ada seorang yang ngekunan yaitu memberitahu keluarga, kerabat dan handai taulan tentang kabar meninggalnya almarhum agar segera datang untuk ninggam pudak [melayat]. Dalam situasi ini dibagilah tugas, ada yang melakukan bedah bumi [menggali liang lahat], ada yang memandikan jenazah, mengkafani, menyolatkan hingga menguburkan. Saat malam harinya diadakan bedu’a yaitu tahlilan hingga Niga Hari saat malam ketiga dilanjutkan Mitu Bingi pada malam ketujuh, Ngepak puluh saat hari keempat puluh dan Nyekhatus saat seratus hari wafatnya almarhum.

Upacara Adat yang bersifat Sakral

Upacara jenis ini lebih berhubungan dengan kepercayaan, alur transendental
dan aura mistis. Upacara dan Ritual jenis ini diantaranya:
– Upacara Ngebabali
Upacara jenis ini dilaksanakan saat membuka huma atau perladangan barudisaat membersihkan lahan untuk ditanami atau pada saat mendirikan rumah
dan kediaman yang baru atau juga untuk membersihkan tempat angker yang mempunyai aura gaib jahat.
– Upacara Ngambabekha
Upacara ini dilaksanakan saat hendak Ngusi Pulan [membuka hutan] untuk dijadikan Pemekonan [Perkampungan] danperkebunan, karena diyakini Pulan Tuha [hutan rimba] memiliki penunggunya sendiri.

Upacara ini dilakukan dimaksudkan untuk mengadakan perdamaian dan ungkapan selamat datang agar tidak saling mengganggu.
– Upacara Ngumbay Lawok
Upacara ini adalah ungkapan syukur masyarakat pesisir atas hasil laut dan juga untuk memohon keselamatan kepada sang pencipta agar diberikan keselamatan saat melaut, dalam ritual ini dikorbankan kepala kerbau sebagai simbol pengorbanan dan ungkapan terimakasih kepada laut yang telah memberikan hasil lautnya kepada nelayan.
– Upacara Ngalahumakha
Upacara ini dilaksanakan saat hendak menangkap ikan.
– Upacara Belimau
Upacara ini dilaksanakan saat memasuki Puasa di bulan suci Ramadhan.
– Upacara Ngebala
Upacara ini dilaksanakan tujuannya sebagai Tulak Bala agar tehindar dari musibah.

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses