Tongkang dan Tugboat Pengangkut Batu Bara di Sungai Mahakam Sering Terlibat Pelanggaran

Kalimantan Timur1369 Dilihat

Kalimantan Timur,medianasional.id – Tongkang dan tugboat yang mengangkut batu bara di Sungai Mahakam sering terlibat pelanggaran, terutama tabrakan dengan infrastruktur seperti Jembatan Mahakam Ulu di Samarinda, Kalimantan Timur. 

Insiden ini berulang akibat arus deras sungai yang sulit dikendalikan, menyebabkan kerusakan pada jembatan dan rumah warga.

Informasi data yang berhasil dihimpun media ini insiden terkini dalam sebulan terakhir hingga Januari 2026, Jembatan Mahakam Ulu ditabrak tongkang batu bara dua kali:

pertama pada 23 Desember 2025 oleh tongkang M80-1302 ditarik tugboat KD 2018, dan kedua pada 4 Januari 2026 oleh dua tongkang ditarik tugboat Bloro 7 serta Raja Laksana 166.

Kedua kejadian merusak pilar jembatan dan rumah penduduk di bantaran sungai, dengan polisi mengamankan awak kapal untuk pemeriksaan.

Dampak PelanggaranTabrakan menyebabkan kerusakan struktural jembatan, rumah warga hancur, dan risiko keselamatan masyarakat meningkat karena muatan batu bara yang berat.

Pihak berwenang seperti KSOP Samarinda dan Polairud sering menyelidiki, tetapi insiden berulang menimbulkan pertanyaan soal kekuatan jembatan dan tata kelola pelayaran sungai.

Pantauan media ini, upaya penanganan Pelindo dan otoritas pelabuhan mengerahkan tugboat tambahan untuk evakuasi dan pengamanan, serta berkoordinasi cegah kejadian serupa dengan optimalisasi arus lalu lintas sungai.

Namun, pengawasan ketat terhadap tongkang batubara diperlukan untuk kurangi pelanggaran berkelanjutan.

Pewarta : Zainal La Adala (Koordinator Wilayah Indonesia Timur)

Editor : Zainal La Adala

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses