Wonosobo, medianasional.id – Desa Timbang Kecamatan Leksono Kabupaten Wonosobo terdapat sebuat tempat pembelajaran agama Islam bagi anak – anak yang biasa disebut TPQ (Taman Pendidikan Al Qur’an). TPQ didirikan oleh Kyai Ahmad sejak tahun 1960an. dari sana sudah tercipta anak – anak berkarakter agama Islam yang kuat. Setiap sore hingga malam hari gedung tersebut selalu ramai dengan lantunan anak – anak mempelajari Al Qur’an.

Seiring dengan berjalannya waktu, anak – anak datang silih berganti yang mengkaji agama Islam disana. Ada yang keluar karena sudah selesai diganti oleh anak – anak yang baru. Itu berlangsung selama bertahun – tahun. Yang berganti tidak hanya yang belajar saja akan tetapi para ustadnya juga ikut berganti.
Semua saling berganti, baik waktu mapun penghuninya, akan tetapi ada tidak mengalami pergantian yaitu gedung TPQ. Gedung tersebut diterpa oleh panas, hujan, angin maupun kerusakan akibat digunakan maka sejak tahun 2010 gedung TPQ tidak lagi digunakan karena bisa membahayakan bagi para penggunanya.
Hal ini dilakukan setelah rapat antara pengurus dan wali santri untuk kegiatan belaja mengajar sementara waktu dipindah ke gedung Pondok Pesantren Timbang sambil menunggu ada anggaran yang cukup untuk merehapnya. . Gedung sementara waktu dialih fungsikan menjadi gudang. Agar tidak roboh diberi penyangga kanan kiri maupun didalamnya.
Sertu Paryanto Babinsa Desa Timbang Koramil 13/Leksono saat patroli keliling desa memantua situasi dan kondisi serta keadaan lingkungan disana mendapati gedung yang yang tidak layak bahkan membahayakan bagi penggunanya
“Ini gedung apa, kok tidak terawat, walapun diberi penyangga agar tidak roboh akan tetapi bisa membahayakan lingkungan sekitar atau penggunanya. Karena saya lihat dijadikan tempat menyimpan barang – barang”, kata Sertu Paryanto.
Zamroni salah satu warga timbang yang rumahnya bersebelahan dengan gedung tersebut menceritakan bahwa sesungguhnya gedung itu merupakan bagunan madrasah/TPQ. Karena kondisi rusak dan belum ada anggaran yang cukup untuk merenovasi sehingga tidak digunakan.
“Para wali santri dan Ustad mau merenovasi tidak memili anggaran yang cukup, karena mendapat pinjaman tempat untuk sementara waktu kegiatan belajar mengajar anak pindah ke pondok pesantren sudah (pinjam tempat)”, kata Zamroni.
Melihat persolan tersebut Sertu Paryanto saat di Balai Desa Timbang menyampaikan permasalahan yang dilihat disana. Yaitu tentang adanya gedung TPQ dialih fungsikan karena faktor keamanan.
“Pak Kades saya melihat ada gedung yang mau roboh, diberi penyangga tengahnya, setelah bertanya kepada masyarakat yang ada disana katanya itu dulu merupakan tempat belajar ngaji anak – anak. Apa itu betul pak Kades ?” tanya Sertu Paryanto.
“Betul Pak Babinsa. Sudah lama gedung itu dialih fungsikan. Kita semua terlena karena mendapat tumbangan untuk sementara waktu. Mau membangun anggaran desa belum cukup, masih kalah dengan kebutuhan yang lain. Mau dibebankan ke para wali santri , juga tidak memungkinkan”, kata Kades Timbang Yoga Pramana.
Desa Timbang juga masih memiliki beberapa program pembangunan yang ingin diselesaikan seperti masih terdapatnya rumah yang tidak layak huni, pembangunan jalan penghubung antara Desa Timbang dengan Desa Wonokasihan
“Pak Babinsa bisa membantu tidak mungkin di Kodim ada program yang bisa membantu percepatan pembangunan di desa tidak. Kalau ada Desa Timbang bisa mengajukan tidak”, kata Kades
“Ada itu namanya TMMD (TNI Manunggal Membangun Desa). Pak Kades buat surat saja permohonan nanti saya koordinasi dengan Danramil agar disampaikan ke Kodim. Kebetulan tiap tahun TMMD dilaksanakan 4 kali. Desa bisa mengajukan. Tentu saja akan dilihat dari berbagai aspek dan yang paling penting adalah dengan skala prioritas mana yang paling membutuhkan dan paling tinggi nilai manfaatnya”, kata Sertu Paryanto.
Yang terpenting adalah sebelum diajukan, saat ada Musrenbangdes permasalahan ini disampaikan dengan harapan semua tahu kalau ada program tersebut sehingg pada saat pelaksanan didukung oleh masyarakat. Jika sudah diputuskan akan dibawa ke Musrenbangcam dan Musrenbangkab. Jangan takut sesuai arahan dari Kasad bahwa TNI-AD harus Hadir Untuk mengatasi Kesulitan Rakyat. Saya nanti sampaikan ke Danramil, Pak Kades koordinasi dengan Kecamatan agar saat maju ditingkat Pemda menjadi lebih mudah proses penunjukannya.
Sertu Paryanto menyampaikan kepada Danramil 13/Leksono Kapten Chb Yahya tentan permohonan desa binaannya agar diajukan menjadi tuan rumah pelaksanaan TMMD pada tahun 2024 nanti. Mendengar laporan dari anggotanya, Danramil mengumpulkan anggota yang lain untuk membahas permasalahan tersebut. Dengan harapan saat diajukan ke Kodim sudah merupakan sasaran yang paling tepat khususnya di Koramil 13/Leksono.
Dandim 0707/Wonosobo Letkol Inf Helmy mengumpulkan Perwira Staf dan Danramil berkaitan dengan pelaksanaan TMMD pada tahun 2024. Disampaikan bahwa pada tahun depan Kodim 0707/Wonosobo melaksanakan 4 kali TMMD, salah satunya adalah TMMD reguler.
“Tahun 2024 Kodim 0707/Wonosobo melaksanakan TMMD Reguler dan Sengkuyung. Berkaitan dengan hal tersebut mohon para Danramil mengajukan wilayahnya. Tentu saja yang sudah dapat pada tahun kemarin tidak usah mengajukan dulu untuk memberikan kesempatan kepada Koramil yang lain”, kata Dandim.
Setelah mendengarkan usulan dari tiap koramil jajaran Kodim 0707/Wonosobo dengan berbagai macam pertimbanganseperti dilihat dari asas manfaat serta faktor lainnya maka diputuskan untuk TMMD Reguler ke 120 tahun 2024 di Kodim 0707/Wonosobo bertempat di Desa Timbang Leksono. Keputusan ini akan dibawa ke Pemda untuk bersama sama dirapatkan.
Kodim 0707/Wonosobo dengan Pemda yang diwakili Dinas Sosial menyelenggarakan rapat untuk mencari sasaran pelaksanan TMMD. Setelah melalui proses dengan berbagai macam pertimbangan akhirnya dimutuskan bahwa Desa Timbang Leksono menjadi tuan rumah program TMMD Reguler ke 120 tahun 2024. Adapun sasaran yang dibangun adalah meliputi pembangunan gedung TPQ, pengerasan jalan berupa cor beton dan rolak tlasah, senderan, irigrasi, RTLH dan beberapa kegiatan penunjang lainnya.
Membangun Gedung TPQ, Menciptakan generasi yang Islami

Begitu sudah ada kepastian bahwa TMMD Reguler ke 120 tahun 2024 di Desa Timbang dengan sasaran salah satunya merenovasi gedung TPQ Al Islamiyah dengan ukuran 11 x 10 meter dan jumlah santri 125 anak.
Sebelum acara TMMD dibuka secara resmi oleh Pj Gubernur Jawa Tengah yang diwakili Bupati Wonosobo, Gedung TPQ diratakan dengan tanah, hal ini dilakukan secara ramai-ramai oleh TNI bersama masyarakat. Dengan harapan memudahkan saat pengerjaan nantinya, dan bisa selesai sebelum waktu penutupan.
Danramil 13/Leksono Kapten Chb Yahya saat memulai acara berkata “Saat ini kita bersama – sama melaksanakan pembongkaran gedung TPQ. Kita semua laksanakan dengan hati yang senang didasari niat ibadah. Sehingga apa yang kita kerjakan akan terasa ringan dan menjadi tambahan amal ibadah kita semua”
Dan yang tidak kalah penting adalah selama pengerjaan renovasi gedung TPQ ini perhatikan faktor keamanan. Itu merupakan hal yang paling penting. Bisa dikatakan program berhasil jika selama proses pengerjaan hingga selesai tidak terdapat kecelakaan atau hal – hal yang tidak diinginkan.
Kyai Syarif selaku pengasuh TPQ Al Islamiyah menceritakan bahwa gedung ini berdiri sudah puluhan tahun yang lalu. Sehingga dari sini tercipta ratusan anak yang bisa membaca al Quran
“TPQ Al Islamiyah dahulu disebut dengan madrasah diniyah. Yang dibangun pada tahun 1966. Tanah merupakan wakaf dari Mbah Sarbini. Serta direnovasi pada tahun 1979 setelah berdiri selama 13 tahun. Bangunan dahulu masih belum permanen. Dinding dari papan, lantai masih dari tanah” kata Kyai Syarif
Dijelaskan lebih lanjut bahwa pendiri dan pengampu pertama adalah KH. Muh. Najib, dengan dibantu beberapa ustad. Karena terus digunakan dan tidak diperbaiki kurang lebih 40 tahun dari renovasi pertama, banyak bagian bangunan yang tidak layak digunakan bahkan membahayakan bagi penggunanya. Apalagi anak – anak yang belum memiliki perasaan membahayakan karena gedung ini sudah rapuh. Maka mulai sejak tahun 2019 gedung tidak digunakan lagi.
“Pada kesempatan ini kami atas nama pengasuh TPQ mengucapkan syukur Alhamdulilah karena impian sejak lama bisa mengajar dan belajar ditempat yang nyaman dan aman sebentar lagi bisa terwujud. Untuk itu kami mengucapkan terima kasih kepada TNI khususnya Kodim 0707/ Wonosobo yang telah berjuang dengan keras tidak mengenal panas atau hujan terus berupaya menyelesaikan pembanguan TPQ ini melalui Program TMMD Reguler”, kata Kyai Syarif.
Semoga dengan selesainya pembanguan gedung ini anak – anak santri menjadi lebih semangat dalam belajar sehingga mereka kelak menjadi generasi penerus yang memiliki ahlak baik, bisa menjalankan perintah agama dengan sempurna.
Jalan Impian Petani Rebung Menjadi Kenyataan

Kades Timbang Yoga Pramana menyampaikan, pemerintahan desa dalam pelaksanaan TMMD Reguler ini merencanakan beberapa sasaran selain pembanguan gedung TPQ juga membuat jalan. Pada pembuatan jalan dibagi menjadi 2 sasaran yang pertama adalah pembuatan jalan berupa rolak tlasah sepanjang 1100 meter yang menghubungkan dusun Timbang dengan Dusun Ponggok. Dan pembuatan jalan dengan cor beton yang menghubungkan Desa Timbang dengan Desa Wonokasihan sepanjang 120 meter.
Ini jalan yang menjadi harapan masyarakat Dusun Timbang pada khususnya karena selain menghubungkan antar dusun juga menjadi jalan usaha tani.
“Dusun Timbang mempunyai pertanian unggulan yaitu Rebung. Produksi rebung sudah berjalan sejak lama sekali, itu dimulai dari nenek moyang kami. Pada awalnya menanam bambu untuk kebutuhan rumah tangga saja seperti membuat jemuran, tempat tidur dan sebagainya. Disamping itu karena tunasnya enak untuk dimasak maka disamping diambil bambu yang tua, yang tunas pun diambil. Jumlah tunas banyak akhirnya dibawa ke pasar. Seiring dengan berkembangnya makanan munculah lompia. Sejak saat itu permintaan rebung menjadi meningkat hingga saat ini,” kata kades Timbang

Sabar salah satu pengepul rebung saat diwawancara menyampaikan bahwa dalam 1 hari paling tidak 500 hingga 700 Kg rebung yang bisa dipanen. Sedangkan saat musim bisa mencapai 1 – 4 ton. Rebung ini dikirim ke Semarang, Jakarta dan Bali. Ini menjadi mata pencaharian sebagian masyarakat disana.
Suprapto petani rebung menambahkan bahwa untuk panen rebung itu bisa dipetik setiap 5 – 7 hari sekali. Saat ini karena sedang tidak musim maka rebung yang dipetik tidak banyak hanya sekitar 10 kg, sebab lahan yang dipunya tidak luas dan jumlah pohon tidak banyak.
“Saya sebagai petani rebung dengan adanya jalan ini sangat terbantu sekali, saat ini bisa ke ladang dengan mudah dan cepat serta bisa membawa barang lebih banyak seperti pupuk maupun hasil panen. Ini sungguh membantu sekali,” kata Suprapto.
Potensi lain selain rebung di Desa Timbang dari haril pertanian adalah kayu dan buah – buahan. Saat ini petani kayu sedikit demi sedikit mulai bergeser ke pohon buah – buahan seperti Durian, Manggis dan Alpokat.
Bergesernya tanaman kayu ke buah disebabkan karena dipasaran penggunaan kayu bangunan berganti ke baja ringan, banyak diserang penyakit. Sehingga sudah mulai sebagian lahannya ditanami buah – buahan. Dengan adanya jalan yang sudah bisa dilalui kendaraan roda 2 atau 4 maka sangatlah membantu sekali bagi pertanian disana.
Jalan penghubung Desa Timbang dengan Wonokasihan sebentar lagi terwujud

TMMD Reguler ke 120 Kodim 0707/Wonosobo juga berhasil membuat jalan dengan cor beton sejauh 121 meter lebar 3 meter. Selain jalan dilokasi yang sama membuat jembatan dengan ukuran 5 x 3 x 1,5 meter irigrasi sepanjang 71 meter.
Kades Timbang Yoga menyampaikan pemerintah desa sejak tahun lalu telah merintis jalan penghubung antar desa. Karena terbatas anggaran maka yang bisa diperkeras baru mencapai sekitar 25 %. Jalan tersebut menghubungkan desa Timbang dengan Desa Wonokasihan.
“Pemerintahan desa sedang berupaya memperluas akses sarana transportasi khususnya jalan yang bisa dilalui kendaraan baik roda 2 maupun roda 4. Dengan harapan semakin mudah akses tersebut bisa mengangkat perekonomian masyarakat,” kata Kades
Untuk itu berbagai upaya terus dilakukan dalam rangka mewujudkan usaha tersebut. Berbagai terobosan dilakukan sebab jika hanya mengandalkan dana desa saja program tersebut bisa terwujud dalam waktu yang lama.
“Alhamdulillah saat ini Desa Timbang mendapatkan bantuan pembangunan mulai program TMMD Reguler 120 sehingga sedikit demi sedit pembangunan yang direncanakan cepat terwujud. Seperti di pembuatan jalan ini, jalan yang akan dibuat sekitar 2 km alhmadulillah sudah sekitar 1 km sudah bisa terlaksana. Diharapkan segera bisa terselesaikan dalam waktu dekat”, kata Yoga.
Kita terus berupaya dengan memanfaat semua potensi yang ada agar apa yang diharapkan warga cepat terwujud. Memang jalan belum bisa terhubung sampai Desa Wonokasihan akan tetapi sudah bisa dimanfaatkan untuk membawa hasil pertanian disekitar jalan tersebut.
Didik warga desa Timbang yang memiliki sawah disekitar jalan tersebut menyampaikan sangat bersyukur sekali karena sawahnya dilalui program TMMD.
“Kami saat ini seperti mimpi karena rencana yang semula mutahil ada sekarang menjadi kenyataan. Jalan dulu merupakan jalan setapak akan tetapi saat ini sudah mulus dengan lebar 3 meter sehingga mobil bisa lewat dengan nyaman. Apalagi jembatan juga sudah dibangun, gorong – gorong juga ikut dibenahi juga,” kata Didik.
“Semoga jalan yang tinggal sedikit lagi menghubungkan ke Desa Wonokasihan segara terwujud sehingga semua bisa merasakan manfaat jalan penghubung antar desa ini,” pungkasnya.
Mimpi jadi kenyatan, Wahidun bisa Huni Rumah yang Layak

Babinsa Desa Timbang Koramil 13/Leksono Kodim 0707/Wonosobo saat berkeliling memantua sekitar gedung TPQ yang rusak tanpa sengaja melihat rumah yang tidak jauh dari gedung tersebut. Rumah dengan kondisi sangat memperihatinkan seng banyak yang berlubang, dinding dari papan yang sudah lapuk sehingga harus dicagak kanan kiri agar tidak roboh dan rantai masih dari tanah.
Didik selaku Sekdes Timbang menjelaskan bahwa rumah tersebut milik Wahidun. Dihuni dengan anak dan istinya. Memang sangat memperihantinkan khususnya saat hujan disertai angin. Karena kondisi seng banyak yang berlubang maka bocor disana sini. Ditambah dinding sudah mulai rapuh sehingga terkena angin sendikit akan bergoyang.
Mendengarkan hal tersebut Sertu Paryanto bertanya “Apa tidak ada tindakan dari desa untuk mengajukan bantuan RTLH ke pemerintah?”
“Kami sudah mengajukan akan tetapi kami menyadari bahwa anggaran pemerintah masih sangat terbatas, sedangkan jumlah yang dibantu sangatlah banyak sehingga harus antri. Mungkin dari Kodim ada program bedah rumah tidak ya?” tanya Sekdes.
“Sebentar lagi Desa Timbang akan ada program TMMD Reguler ke 120. Pada program tersebut banyak sasaran yangakan dikerjakan baik ssaran fisik maupun non fisik. Untuk fisik ada pembuatan jalan, rehap gedung TPQ dan juga renvasi RTLH. In bisa diajukan para program tersebut. Coba pak Kadus koordinasi dengan Kades nanti saya dampingi agar rumah Wahidun ini bisa masuk dalam program tersebut”, kata Sertu Paryanto.
Mendengar percakapan antara Babinsa dan Kadus Timbang, Suyati istri Wahidun dengan berkaca – kaca langsung mengucapkan terima kasih.
“Terima kasih Pak Babinsa dan Pak Kadus yang telah memperhatikan kondisi kami. Kami sebenarnya ingin memiliki rumah seperti orang pada umumnya akan tetapi karena keadaan dimana suami bekerja serabutan itupun kalau ada yang minta tolong, dan saya hanya ibu rumah tangga. Dengan pendapatan yang tidak menentu tersebut maka belum bisa memperbaiki rumah yang kami tempati. Rumah ini saja dulu yang bangun adalah orang tua kami dibangun tahun 1990. Dengan kondisi seperti ini mimpi rasanya memili rumah yang layak. Akan tetapi mimpi tersebut menjadi kenyataan setelah mendengar percapakan Pak Babinsa dengan Pak Kadus”, ujar Suyati Wahidun.
“Kami hanya menjalankan tugas saja. Yang terpenting adalah mari sama – sama berihtiar dan berdoa semoga rumah ibu bisa kami perbaiki lewat program TMMD ini”, kata Sertu Paryanto.
TMMD tidak hanya bangun fisik, non fisik juga ikut digarap

Pada program TMMD Reguler ke 120 Kodim 0707/Wonosobo tidak hanya mengerjakan fisik saja. Akan tetapi kegiatan non fisik ikut juga digarap pada pelaksananan ini. Hal ini disampaikan oleh Dandim 0707/Wonosobo Letkol Inf Helmy selaku Dansatgas.
“Kegiatan non fisik pada TMMD Regule ke 120 ini tidak kurang dari 17 kegiatan yang telah dilaksanakan. Semua bertujuan agar pembangunan berhasil dengan seimbang dimana fisik digarap non fisik pun ikut dikerjakan juga” kata Letkol Inf Helmy.
Ada 17 kegiatan non fisik yang bisa dilaksanakan yaitu penyuluhan bela negara dan wawasan kebangsaan dari Kodim 0707/Wonosobo, ikut serta memberikan pemahaman tentang bela negara dan kecintaan terhadap tanah air Indonesia sehingga warga masyarakat Wonokasihan tidak terpengaruh dengan adanya paham paham yang bisa memecah belah kerukunan dan kebhinekaan di masyarakat dengan agenda besar menghancurkan Indonesia dari dalam.
“Negara kita Indonesia ini sangat kaya bapak bapak ibu ibuk sekalian, maka dari itu banyak yang menginginkan Indonesia kita ini pecah dan mudah dikuasai, untuk itu marilah kita sebagai warga masyarakat di tingkat bawah untuk selalu menanamkan rasa cinta tanah air sejak dini. Perjuangan para pahlawan bangsa yang rela mempertaruhkan jiwa raga harus kita teruskan dengan memberikan dan berbuat yang terbaik disegala posisi dan profesi. Mau petani, pedagang, wiraswasta, pendidik, pejabat kita berikan yang maksimal yang kita bisa demi Indonesia jaya”, kata Kapten Inf Y Nurbiyanto saat memberikan materi Wawasan Kebangsaan.
Polres Wonosobo juga didatangkan guna memberikan pemahaman hukum dan ketertiban masyarakat. Negara kita negara hukum, untuk itu segala sesuatu berlandaskan dengan aturan aturan hukum, namun apabila masalah itu bisa diselesaikan secara kekeluargaan ditingkatdesa akan lebih baik, karena saat ini sudah ada Polisi Desa yang mendampingi di tengah tengah warga masyarkat pedukuhan.
Untuk Tim Penyuluh dari Kejaksaan memberikan tentang materi kesadaran hukum. dijelaskan bahwa negara memiliki aturan perundang – undangan dimana disana kita tidak boleh melakukan hal – hal yang telah diatur dalam UU tersebut. Jika melanggar maka akan mendapatkan sangsi. Bila itu terjadi maka kerugian akan menimpa kita .
Penyuluhan yang lain adalah dari Dinas Pertanian, Peternakan dan Perikanan tentang pentingnya beternak dan bertani yang baik, Dinas pendidikan pemuda dan olah raga tentang wajib belajar, dari BPBD tentang kebencanaan, Stunting dari Dinas KB, dari Dinas Lingkungan Hidup tentang pengolahan sampah.
Penyuluhan UMKM dari Diperindag, Sosialisasi Kesehatan Lingkungan dan penanganan Sampah dari Dinkes, penyuluhan Penguatan LKD (Lembaga Kemasyarakat Desa) dari Dinsos, Donor darah dari PMI.
pemberian Bantuan untuk anak anak Stunting Di Desa Timbang, Kec Leksono Kab. Wonosobo di berikan oleh Ketua Persit KCK Cabang XXVII Dim 0707 dan ketua PKK Desa Timbang. Pelayanan KB Kes oleh Dinas DP2KBP3A.
“Itu semua dilakukan semata mata agar pembanguan bisa seimbang antar fisik dan non fisik. Apa artinya fisiknya bangus akan tetapi masyarakatnya sakit atau sebaliknya. Jadi semua harus dibangun” Kata Letkol Inf Helmy
Ucapan terima kasih

Bupati Wonosobo Afif Nurhidayat selaku kepala daerah mengucapkan banyak terima kasih kepada TNI khususnya Kodim 0707/Wonosobo yang telah kesekian kalinya menyelenggarakan TMMD di desa – desa. Terutama pada TMMD Reguler ke 120 TA. 2024 ini.
“Atas nama Pemerintah Kabupaten Wonosobo Kami mengucapkan terima kasih yang tak terhingga atas pelaksanaan TMMD Reguler ke 120 di Desa Timbang. Banyak hal yang telah dikerjakan disana baik sasaran fisik maupun non fisik yang kesemuanya itu untuk percepatan kesejahteraan masyarakat”, kata Bupati.
Yang lebih membuat kami bangga adalah dalam setiap pengerjaan TMMD adalah dengan sistim gotong royong. Semua masyarakat dilibatkan baik tua muda, laki-laki atau perempuan semua berbaur dengan anggota Satgas. Ini sungguh merupakan sebuah kolaborasi dan sinergiatas tanpa batas. Dimana semua mengerjakan sasaran TMMD secara bersama-sama. Mengangkat batu, pasir dan sebagainya dilakukan secara bergantian.
Kades Timbang Yoga Pramana menyampaikan selama 1 bulan lebih desanya berbeda dengan hari – hari biasanya. Banyak anggota TNI, Polisi, Pemda lalulalang, hilir mudik bergerak dari satu sasaran ke sasaran lain. Sore dan malam hari anggota satgas berbaur ikut kegiatan kemasyarakatan.
“Masyarakat Desa Timbang dalam 1 bulan ini dalam beraktifitas hariannya memiliki suasana berbeda. Hal ini disebabkan ketambahan warga baru yaitu anggota Satgas TMMD. Mereka siang sampai sore mengerjakan sasaran TMMD sesuai dengan pembagian sektor masing – masing, sedang sore hari mereka para anggota Satgas melaksanakan aktifitas sosial bersama masyarakat seperti pengajian, sholat berjamaah dimasjid dan mushola, silaturahmi atau saliang beranjangsana. Sungguh merupakan pemandangan yang sangat menyenangkan”, kata Kades Timbang.
”Untuk itu atas nama kepala Desa dan mewakili masyarakat mengucapkan banyak terima kasih kepada Satgas TMMD Reguler ke 120 Kodim 0707/Wonosobo yang telah melakukan banyak aktifitas untuk masyarakat kami,” pungkasnya.

Kyai Syarif selaku pengasuh TPQ Al Islamiyah mengucapkan terima kasih kepada TNI karena cita – cita memiliki gendung yang represnetatif dan aman terwujud. Saat ini rasanya masih belum percaya kalau gedung direnovasi dengan baik, kokoh yang mengerjakan adalah orang – orang pilihan penjaga negara.
“Kami hanya bisa berkata terima kasih yang tak terhingga kepada semua yang terlibat khususnya Kodim 0707/Wonosobo, semoga Allah SWT yang membalas semua kebaikannya. Aamiin,” kata Kyai Syarif.
Tidak kalah haru dan bangga adalah Wahidun salah satu penerima program RTLH pada TMMD ini. 1 bulan yang lalu rumahnya masih dari papan yang lapuk, seng berlubang, hewan bisa masuk dan rumah harus dicagak agar tidak roboh. Akan tetapi sekarang sudah dari bata. Seng tidak ada yang berlubang dan lantai sudah tidak tanah lagi.

“Kami juga tidak mau ketinggalan mengucapkan banyak terima kasih kepada Satgas TNI serta semua yang terlibat pada program TMMD ini. Tanpa bantuan mereka rumah saya tidak sebagus sekarang”, ujar Wahidun.
Pangdam IV/Diponegoro Mayjen TNI Deddy Suryadi saat pemotongan pita Pangdam IV/Diponegoro menyampaikan bahwa saat ini kita melaksanakan pemotongan pita sebagai tanda bahwa program TMMD berupa pengerasan jalan cor beton sudah bisa dilalui dengan baik.
“Saat ini kita saksikan bersama bahwa Satgas TMMD Reguler ke 120 Kodim 0707/Wonosobo telah berhasil melaksanakan tugas berupa pengerasan jalan cor beton, pembangunan jembatan, gorong-gorong dan irigasi pada 1 tempat. Ini berkat kerja keras dan bantuan semua pihak” kata Pangdam.
Apa yang telah diperbuat ini semoga bisa bermanfaat untuk anak – cucu kita semua, khususnya warga desa Timbang. Dahulu jalan merupakan jalan setapak dari tanah, sekarang sudah lebar, bisa dilalui kendaraan roda 4 sekaligus. Sehingga masyarakat bisa membawa hasil pertanian dengan nyaman, aman dan cepat.
“Apa yang telah dikerjakan ini saya serahkan kepada rakyat, untuk digunakan sebaik mungkin, dijaga dan dirawat sehingga memiliki usia pakai yang lama. Selamat kepada semuanya saja yang telah membantu pelaksanaan program ini,” pungkas Mayjen TNI Deddy Suryadi.
Senada dengan Pangdam IV/Diponegoro, Dandim 0707/Wonosobo Letkol Inf Helmy juga mengucapkan banyak terima kasih karena TMMD Reguler ke 120 bisa berjaln dengan lancar dan aman. Semua program sudah terlaksana sesuai acuan yang ada.
Yang tidak kalah penting sebagai Dansatgas mohon maaf apa bila selama 1 bulan ini anggota Satgas berkumpul bersama masyarakat khususnya Desa Timbang, Pemda dan semua yang terlibat didalamnya tentu ada gesekan, tingkah laku yang kurang mengenakkan, membuat kesalahan baik yang disengaja atau tidak dan sebagiannya, itu dilakukan semata- mata untuk keberhasilan melaksanakan tugas saja.
“Saya atas nama Dansatgas mengucapkan banyak terima kasih dan mohon maaf sebesar-besar atas pelaksanaan TMMD ini. Sudah menjadi tugas dan tanggun jawab kami untuk membantu Pemda dan masyarakat. Hal ini sesuai arahan Panglima bahwa TNI hadir untuk mengatasi kesulitan rakyat. Maka pada saat ini TNI hadir untuk membantu mengatasi kesulitan rakyat,” kata Dandim.






