Tim Yudhistira Sleman Sabet Piala Raja, Jogja International Kite Festival 2026 Ditutup 

DI.Yogyakarta1503 Dilihat

BANTUL, medianasional.id – Jogja International Kite Festival (JIKF) 2026 resmi ditutup dengan meriah di Pantai Parangkusumo, Bantul, Minggu (12/7/2026). Selama dua hari pelaksanaan, festival layang-layang bertaraf internasional ini sukses menghadirkan delegasi dari 17 negara, puluhan komunitas layang-layang dari berbagai daerah di Indonesia, serta ribuan pengunjung yang memadati kawasan wisata Pantai Parangkusumo.

Puncak penutupan ditandai dengan penyerahan Piala Raja JIKF 2026 kepada Rendy dari Tim Yudhistira Sleman. Melalui karya layang-layang Train Naga yang mengangkat motif Candi Prambanan dan batik khas Yogyakarta, tim asal Sleman tersebut berhasil menjadi yang terbaik dan menyisihkan peserta dari berbagai daerah.

“Ini merupakan kali kelima saya mengikuti Jogja International Kite Festival, dan akhirnya tahun ini bisa meraih Piala Raja. Kami melakukan persiapan selama kurang lebih dua bulan. Alhamdulillah, kerja keras seluruh tim membuahkan hasil yang membanggakan,” ujar Rendy usai menerima penghargaan.

JIKF 2026 merupakan penyelenggaraan ke-11 yang digagas Komunitas Angkasa Satu di bawah kepemimpinan RDA Yuristianto. Festival ini mendapat dukungan dari Kementerian Pariwisata Republik Indonesia melalui program Event by Indonesia, Dinas Pariwisata DIY, Pemerintah Kabupaten Bantul, serta berbagai mitra dan sponsor.

Selain menjadi ajang kompetisi, JIKF telah berkembang menjadi sarana promosi pariwisata dan budaya Indonesia di tingkat internasional. Kehadiran peserta dari 17 negara menunjukkan tingginya perhatian dunia terhadap festival layang-layang yang menjadi agenda tahunan Daerah Istimewa Yogyakarta tersebut.

Pada penutupan festival, panitia juga mengumumkan para juara di berbagai kategori. Kategori Tradisional dimenangkan Pelayang Cilacap, kategori 2 Dimensi diraih Komam Kite, kategori 3 Dimensi dimenangkan Fakta Club, kategori Train diraih Cakra Jawa Tengah, sedangkan kategori Rokkaku dimenangkan Tatto Kite.

Penghargaan khusus (Special Awards) turut diberikan kepada peserta internasional. Vietnam meraih Best Performance, Jerman memperoleh Best Kite, Haiti menerima Best Performance Most Expressive, sedangkan China meraih Best Performance – Traditional Kite.

Ketua Panitia JIKF 2026, Anang Sarijiyanto, mengungkapkan rasa syukur atas suksesnya penyelenggaraan festival yang berlangsung aman, tertib, dan mendapat sambutan luar biasa dari masyarakat.

“Secara keseluruhan penyelenggaraan JIKF 2026 berlangsung sangat sukses. Peserta dari dalam maupun luar negeri mengaku puas mengikuti seluruh rangkaian kegiatan. Kami berharap JIKF terus berkembang menjadi festival layang-layang bertaraf dunia yang mampu mengangkat pariwisata, budaya, dan ekonomi kreatif Indonesia,” katanya.

Selama dua hari penyelenggaraan, JIKF 2026 menghadirkan berbagai agenda menarik, di antaranya Olimpiade Layang-Layang Pelajar Indonesia (OLLANESIA), kompetisi layang-layang nasional dan internasional, Night Flying Kite Show, pertunjukan seni budaya, pameran UMKM, hingga kegiatan riset pariwisata.

Melalui kolaborasi pemerintah, Komunitas Angkasa Satu, pelaku UMKM, sponsor, relawan, dan masyarakat, Jogja International Kite Festival kembali membuktikan diri sebagai salah satu agenda wisata budaya unggulan Indonesia yang tidak hanya menghibur, tetapi juga memberikan dampak positif bagi promosi pariwisata dan perekonomian masyarakat.

(Wid).

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses