OLLANESIA JIKF 2026 Cetak Generasi Pelayang Muda, Siapkan Bibit Juara Layang-Layang Indonesia

DI.Yogyakarta1461 Dilihat
  • Bantul, medianasional.id – Jogja International Kite Festival (JIKF) 2026 tidak hanya menjadi ajang unjuk kreativitas layang-layang bertaraf internasional, tetapi juga melahirkan bibit-bibit pelayang muda Indonesia melalui Olimpiade Layang-Layang Pelajar Indonesia (OLLANESIA) yang digelar selama dua hari, 11–12 Juli 2026, di Pantai Parangkusumo, Bantul.

Kompetisi yang diikuti pelajar dari berbagai daerah tersebut menjadi salah satu program unggulan JIKF 2026 dalam memperkenalkan olahraga sekaligus seni layang-layang kepada generasi muda. Selain melestarikan permainan tradisional, OLLANESIA juga membuka peluang lahirnya prestasi baru bagi pelajar Indonesia.

Pada hari kedua pelaksanaan, OLLANESIA mempertandingkan empat kategori, yakni merakit layang-layang tingkat SMP yang diikuti tiga tim, lomba mewarnai tingkat TK dengan 14 peserta, mewarnai tingkat SD kelas 1–3 sebanyak 20 peserta, serta melukis layang-layang tingkat SD kelas 4–6 yang diikuti 19 peserta.

Ketua Pelaksana JIKF 2026, Anang Sarjiyanto, mengatakan OLLANESIA menjadi media pembelajaran yang mampu mengasah kreativitas, keterampilan, sekaligus kecintaan anak terhadap budaya Indonesia.

“Harapannya ke depan semakin banyak peserta yang hadir karena kegiatan ini sangat luar biasa. Selain meningkatkan kreativitas, juga melatih keterampilan anak serta menumbuhkan kecintaan terhadap budaya layang-layang,” ujarnya.

Menurut Anang, layang-layang bukan lagi sekadar permainan tradisional, tetapi telah berkembang menjadi olahraga, seni, sekaligus bagian dari warisan budaya yang perlu terus dilestarikan oleh generasi muda.

Penyelenggaraan OLLANESIA 2026 mendapat dukungan dari Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia, Kementerian Pariwisata Republik Indonesia, serta Dinas Pariwisata Daerah Istimewa Yogyakarta.

Program Director OLLANESIA, Rizal Rusyadi, berharap olimpiade ini menjadi cikal bakal kompetisi layang-layang pelajar berskala nasional yang berkelanjutan.

“Kami ingin menghadirkan ruang belajar yang menyenangkan melalui layang-layang. Di dalamnya terdapat nilai seni, budaya, sains, kreativitas hingga pendidikan karakter. Harapannya OLLANESIA menjadi agenda nasional yang mampu melahirkan generasi muda yang kreatif, inovatif, sekaligus mencintai budaya Indonesia,” katanya.

Selama dua hari pelaksanaan, para peserta menunjukkan kemampuan terbaik dalam merakit, mewarnai, melukis, hingga menerbangkan layang-layang sesuai kategori lomba. Penilaian dilakukan oleh dewan juri berdasarkan kreativitas, teknik, dan kesesuaian dengan ketentuan perlombaan.

Juri kategori mewarnai dan melukis dari Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta, Yunanto Buyung Mahendra, mengapresiasi kualitas karya para peserta, khususnya pada kategori melukis tingkat SD kelas 4–6.

“Ide yang dituangkan sangat kreatif dan teknik yang digunakan melampaui bayangan kami sebagai juri untuk ukuran anak sekolah dasar,” ungkapnya.

Ia menilai tingginya antusiasme peserta menjadi bukti bahwa OLLANESIA layak dikembangkan sebagai agenda tahunan sekaligus wadah pembinaan prestasi pelajar di bidang seni dan olahraga layang-layang.

Pada penutupan JIKF 2026, panitia mengumumkan para pemenang yang diserahkan langsung oleh Ketua Angkasa Satu RDA Yuristianto, Ketua Pelaksana JIKF 2026 Anang Sarjiyanto, serta jajaran komunitas Angkasa Satu.

Juara pertama di setiap kategori memperoleh Piala Putri Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat, piagam penghargaan dari Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas), paket Faber-Castell, serta uang pembinaan. Sementara juara kedua, ketiga, hingga juara harapan 1–5 juga menerima piala, piagam penghargaan, dan uang pembinaan sesuai kategori.

Salah satu peserta yang berhasil meraih juara pertama kategori mewarnai SD kelas 1–3, Nayanika Alisha, mengaku senang dapat mengikuti lomba yang berbeda dari biasanya. Orang tuanya, Kartika, juga mengapresiasi konsep lomba yang dinilai mampu menumbuhkan kreativitas anak.

“Lombanya menarik karena tidak seperti mewarnai di kertas biasa. Anak ingin mencoba hal baru karena medianya layang-layang, sehingga kami mendukung agar menjadi pengalaman sekaligus menambah ilmu,” tuturnya.

Keberhasilan OLLANESIA sekaligus memperkuat tema JIKF 2026, ‘Melayang Bersama Keluarga’, dengan melibatkan peran aktif orang tua dalam mendukung kreativitas dan prestasi anak.

Melalui OLLANESIA, penyelenggara berharap regenerasi komunitas pelayang Indonesia terus berjalan sehingga lahir generasi baru yang mampu berprestasi di tingkat nasional hingga internasional, sekaligus menjaga kelestarian budaya layang-layang sebagai warisan bangsa. (Wid).

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses