INDRAMAYU, medianasional.id – Kilang Pertamina Balongan di Indramayu sukses menciptakan terobosan baru dalam pengembangan energi tambahan dan terbarukan. Minyak goreng bekas atau minyak jelantah (Used Cooking Oil/UCO) yang selama ini kerap dianggap sebagai limbah rumah tangga tidak bernilai, kini tengah diuji coba untuk diolah menjadi produk energi bernilai tinggi.
.
Melalui unit Residue Catalytic Cracking (RCC) di Kilang Balongan, limbah dapur ini diproses menjadi komoditas strategis seperti green gasoline, LPG, hingga propylene. Langkah inovatif ini ditinjau langsung oleh Wakil Direktur Utama PT Pertamina Patra Niaga, Taufik Aditiyawarman, saat memantau proses uji coba laboratorium pada Rabu, 9 September 2026.
.
Hingga tanggal peninjauan tersebut, volume minyak jelantah yang berhasil diinjeksikan ke dalam Unit RCC telah menyentuh angka 5 persen. Sebagai catatan, Unit RCC Kilang Balongan sendiri merupakan fasilitas raksasa yang memiliki kapasitas pengolahan total mencapai 83 MBSD.
.
Jika proyek percontohan ini berhasil berjalan secara konsisten dan berkelanjutan, pemanfaatan UCO diproyeksikan mampu menekan ketergantungan nasional terhadap bahan baku fosil, sekaligus membantu mengurangi volume impor minyak mentah (crude oil). Tidak hanya berdampak positif bagi sektor energi, program ini juga membuka peluang besar bagi terciptanya ekosistem ekonomi sirkular yang berdampak ekonomi langsung bagi masyarakat di sekitar wilayah operasional Pertamina.
.
Kendati mengusung misi pembaruan, pihak Pertamina menegaskan bahwa seluruh rangkaian uji coba ini tetap berjalan di bawah pengawasan ketat dengan memprioritaskan aspek keselamatan, kenyamanan, serta keandalan operasional kilang.






