“Pengawasan daerah bertujuan untuk membantu aparatur desa memahami seluk beluk tata pengelolaan keuangan desa dan pada akhirnya mampu mendorong terbangunnya transparansi dan akuntabilitas pemerintahan desa,” kata Ramli Hasan, selaku masyarakat desa Siabu sekaligus selaku LSM Lembaga Pemantau Masyarakat Republik Indonesia (LPM, RI) pada Kamis (24/08/2017) mengatakan kepada Kru Medinas di salah satu warung Kopi Bangkinang Kota.
Ramli mengatakan, Inspektorat Kabupaten Kampar, pada tahun 2015/2016 telah melakukan pemeriksaan terhadap desa Siabu dan diperoleh beberapa temuan di tahun 2015 yaitu:
1. pejabat kepala desa siabu sementara yang berstatus PNS, menerima penghasilan tetap dengan jumlah total Rp 12.000.000.
2. Pengadaan AC 1 PK, satu unit belum dilaksanakan senilai Rp 3.800.000.
3. Pajak Restoran belum disetor sebesar Rp 970.000.
4. Ditemukan kekurangan Volume pada Paket pembangunan lanjutan pagar Kantor Desa Siabu sepanjang 25,20 Meter senilai Rp 22.816.295,12.
5. Pajak Galian C belum disetor sebesar Rp 2.270.000.
6. Ditemukan ppn/ pph22 belum disetor sebesar Rp 61.179.141,82, dan lain sebagainya.
Nama pemeriksaan tersebut yang turun ke lapangan dari dinas inspektorat Kabupaten Kampar, ada sekitar 7 orang diantaranya Lukman Yahya, SH, selaku Wakil Penanggung Jawab, dengan nomor NIP. 19601212 1986031017. Drs.Hendri budiman, MSi, selaku Dalnis dengan nomor NIP. 196603161996031001. Sahudin, SP, selaku Ketua Tim dengan nomor NIP 19640101 1986031034. Razali Saputra, ST, selaku Anggota Tim dengan nomor NIP 19790916 2005011008. Elma Yetri S.Sos, selaku Anggota Tim dengan nomor NIP. 196701031986032001. Asmawati, SE. Selaku Anggota Tim dengan nomor NIP 19721010992032006. Yuli Desi Yanti, SE. Selaku Anggota Tim dengan nomor NIP. 19790731 2007012002.
Yang ironisnya lagi Ramli mengatakan, “ada 2 titik pembangunan Drainase di dusun Karya nyata desa Siabu tahun 2016, itu di Rancangan Anggaran Belanja (RAB) pakai Besi 10, ternyata pengerjaan di lapangan digunakan besi 8. Dan satunya lagi di RAB pakai besi 8, ternyata pengerjaan di lapangan digunakan besi 6”, terangnya.
Dari temuan Dinas Inspektorat tersebut sampai saat ini belum ada tindak lanjutnya. “Kondisi seperti ini harus menjadi perhatian serius kepada H. Aziz Zaenal SH, MM. Bupati Kampar, agar ke depannya bisa memperbaiki sehingga tidak terulang kembali,” harapnya.
Ramli berharap agar pemerintah desa Siabu ke depannya dapat memanfaatkan Dana Desa dengan efektif, efisien, transparansi, dan benar sesuai dengan aturan yang berlaku.
“Pemanfaatan dana desa harus dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat Desa Siabu dan setiap uang yang dikeluarkan harus dipertanggung jawabkan secara akuntabel sesuai dengan ketentuan aturan yang berlaku”, ujarnya.
Selanjutnya tim Medinas mendatangi kantor Dinas Inspektorat Kabupaten Kampar pada hari Senin (02/10/2017) pagi untuk konfirmasi terkait isu tersebut. Ironisnya saat Medinas ingin konfirmasi dengan Abu Bakar salah seorang staf Kasubag Perencanaan dan Pelaporan Inspektorat kabupaten Kampar, enggan untuk dikonfirmasi.
Abu bakar mengatakan kepada tim Medinas, “kalau masalah itu saya tidak bisa menjawab, silakan bapak konfirmasi aja langsung dengan kepala Inspektur atau pun Sekretaris”, ujarnya.
Selanjutnya tim Medinas mendatangi ruangan kerja Lukwar Sekretaris inspektorat untuk konfirmasi, karena kepala inspektorat tidak ada di kantor, tapi sayangnya Sekretaris Lukwar mengarahkan medinas kepada Kamaludin, Inspektur Pembantu Wilayah II.
Saat dikonfirmasi, Kamaludin di ruang kerjanya mengatakan, “untuk tindak lanjutnya nanti sesuai Rekomendasi. Kalau memang itu merugikan akan dikembalikan, yang bersangkutan harus menindak lanjuti yang bersangkutan. Kita hanya memberikan Rekomendasi hasil tersebut, yaitu membuat laporan. Dan untuk ke depannya itu ada Tim yang menindak lanjuti. Kalau Inspektorat tugasnya hanya pemeriksaan dan melaporkan, Inspektorat untuk menindak lanjuti itu tidak bisa. Kita hanya bisa mengecek dan membuat pembinaan, membuatkan laporan, kalau tindak lanjut bukan wewenang kami lagi. Kalau masalah laporan akan saya cek dulu karena saya masih baru di sini, coba sabar dulu ya pak”, ujarnya. ( Robinson)