Tarif Tikar Rp20 Ribu Viral, Dispar Bantul Tindaklanjuti Koordinasi dengan Kalurahan Parangtritis

DI.Yogyakarta416 Dilihat

BANTUL, medianasional.id – Dinas Pariwisata (Dispar) Kabupaten Bantul merespons unggahan di media sosial (Minggu 20/9/2026) yang memuat keluhan wisatawan terkait dugaan pungutan biaya penggunaan tikar sebesar Rp20 ribu di salah satu warung kawasan wisata Parangtritis.

Kepala Dinas Pariwisata Bantul Saryadi mengatakan pihaknya telah meminta jajarannya berkoordinasi dengan Pemerintah Kalurahan Parangtritis untuk melakukan pengecekan langsung ke lapangan.

Menurut Saryadi, langkah tersebut diperlukan untuk memastikan kondisi sebenarnya karena unggahan di media sosial yang beredar tidak menyebutkan secara jelas lokasi warung yang dimaksud.

“Saya sudah minta teman-teman Dispar agar koordinasi dengan Pemerintah Kalurahan Parangtritis untuk mencari tahu di lapangan kejadiannya seperti apa. Karena konten di medsos itu tidak menyebutkan dengan jelas warungnya yang mana, serta tidak menyertakan bukti juga. Untuk obyektivitas, kita perlu cross check di lapangan,” ujar Saryadi.

Ia menegaskan, pengecekan diperlukan agar penanganan persoalan tidak hanya berdasarkan informasi dari media sosial, tetapi berdasarkan fakta yang ditemukan di lapangan.

Saryadi menambahkan, terlepas dari kasus tersebut, pembinaan terhadap para pelaku usaha wisata tetap perlu dilakukan secara menyeluruh. Hal itu penting untuk menjaga kenyamanan wisatawan sekaligus memastikan pelaku usaha memberikan informasi tarif secara jelas.

“Walaupun di atas semua itu, kita perlu melakukan pembinaan secara keseluruhan terhadap para pelaku wisata. Kalau ada data yang jelas bisa dilakukan pembinaan secara spesifik terhadap pelakunya. Sayangnya pengonten tidak menyampaikan itu,” katanya.

Dispar Bantul selanjutnya akan menunggu hasil koordinasi dan pengecekan di lapangan untuk mengetahui secara pasti lokasi, kronologi, serta ketentuan tarif yang diberlakukan oleh pelaku usaha sebagaimana dikeluhkan dalam unggahan tersebut.

Dengan demikian, masyarakat maupun wisatawan diharapkan memperoleh informasi yang utuh mengenai persoalan tersebut dan tidak terburu-buru menarik kesimpulan hanya berdasarkan unggahan yang beredar di media sosial.pungkasnya kepada wartawan medianasional.id melalui pesan Whatsapp,Senin(21/9/2026)karena saat di temui dikantornya beliau sedang ada agenda rapat,(red).

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses