Sulitnya Internet di Desa Ketupat, Masyarakat Berharap Ada Perhatian Khusus

136 views

 

SUMENEP, Medianasional.id – Sudah hampir dua bulan ini masyarakat Desa Ketupat, Kecamatan Raas, Kabupaten Sumenep, kesulitan mendapatkan akses jaringan internet. Hal demikian dikarenakan mesin pemancar mengalami kerusakan. Hingga sekarang masih belum ditemukan masalah kerusakan tersebut sehingga belum dapat diperbaiki.

Mulai dari sore hari, masyarakat Desa Ketupat memenuhi dermaga Pelabuhan Ketupat. Mereka tidak hanya ingin menikmati pemandangan laut, namun juga mencari jaringan internet. Kegiatan ini rutin dilaksanakan setiap hari sejak hilangnya jaringan internet di Desa Ketupat.

Jaringan tersebut hanya ada di pelabuhan dikarenakan jaraknya yang lebih dekat ke Pulau Sapudi, tempat pemancar yang masih aktif. Masyarakat Desa Ketupat menikmati jaringan internet yang terpancar dari pulau tersebut. Meskipun tidak jarang jaringan yang dipancarkan sangat buruk.

Di era digital saat ini jaringan internet merupakan bagian penting. Hampir setiap sektor kehidupan bergantung kepada internet, seperti perdagangan, komunikasi, informasi, hingga sekolah dan perkuliahan. Hal tersebut juga berlaku bagi masyarakat Desa Ketupat.

Sulitnya akses internet membuat Dilla Fadila, warga Desa Ketupat yang juga mahasiswa Universitas Pendidikan Indonesia, menjadi kebingungan. Pasalnya akibat merebaknya pandemi, proses perkuliahan dilakukan secara daring. Hilangnya jaringan internet di Desa Ketupat mengharuskan dia pergi ke pelabuhan untuk mengirim tugas atau mengikuti kegiatan perkuliahan.

“Pernah suatu kali ketika saya mau mengirim tugas kuliah, sudah jauh-jauh ke pelabuhan ternyata file tugasnya belum tersalin ke handphone. Akhirnya saya kembali ke rumah dan ke Pelabuhan lagi,” kata Dilla.

Busairi, Sekretaris Desa Ketupat mengatakan bahwa pihak Pemerintah Desa sudah menyampaikan permasalahan ini secara resmi kepada provider terkait, namun hingga sekarang pihak penyedia belum bisa mengatasinya. Dia menyampaikan bahwa akses internet sangat dibutuhkan bagi masyarakat Desa Ketupat. Sehingga perlu adanya perhatian khusus untuk memperbaiki jaringan internet hingga menjadi normal kembali.

“Masyarakat sangat membutuhkan jaringan internet untuk berbagai kebutuhan. Seperti komunikasi dan informasi melalui media sosial untuk keperluan perdagangan, perkuliahan, silaturahmi, dan sebagainya. Hal tersebut terlihat dari membludaknya masyarakat yang memenuhi pelabuhan untuk mencari sinyal. Pada masa ini semua serba digital. Kami juga perlu memiliki fasilitas itu,” ungkap Busairi, Kamis (14/1/21).

Sekretaris Desa Ketupat berharap pihak penyedia jaringan internet dan pemerintah terkait secara serius menyelesaikan permasalahan sulitnya akses internet ini. Sehingga masyarakat dapat beraktivitas seperti biasa dan menikmati kembali fasilitas jaringan internet dari tempatnya masing-masing.

“Kami berharap ada perhatian khusus dari provider dan pemerintah untuk memperbaiki fasilitas internet di desa kami. Sehingga masyarakat dapat memiliki akses internet yang baik seperti di daerah-daerah lain. Terlebih Desa Ketupat masih bagian dari kawasan Jawa Timur. Kasian masyarakat harus bolak-balik pelabuhan hanya untuk mencari sinyal,” tambahnya.

Sebelumnya masyarakat Desa Ketupat menikmati jaringan internet secara normal dari pemancar yang ada di desa ini. Namun sejak dua bulan yang lalu fasilitas pemancar tersebut rusak dan belum diketahui kerusakannya sehingga belum dapat diperbaiki. Hal ini sangat berdampak bagi masyarakat Desa Ketupat yang menggunakan fasilitas digital. (Nimbrod Rungga)

DomaiNesia

Sumenep

Penulis: 
author

Posting Terkait

banner 468x60)

Tinggalkan pesan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.