Stigma Masyarakat terhadap RSUD Harus di Ubah Dengan Kenyataan

Batang221 Dilihat

Batang, medianasional.id
Kebanyakan warga masyarakat memandang pelayanan rumah sakit umum daerah itu kurang dalam pelayanan, dibanding dengan rumah sakit swasta yang mengedepankan pelayanan prima, Stigma tersebut masih melekat sekali dan mungkin tidak hanya di Kabupaten Batang saja akan tetapi menyeluruh pada tiap-tiap RSUD.

“Oleh karena itu, untuk merubah stigma RSUD Kalisari Batang harus menciptakan fakta sama dengan rumah sakit swasta dalam peralatan, karena fakta tersebut tidak bisa dibantah,” Ungkap Bupati Wihaji usai menghadiri costumer gathering di RSUD Kalisari Batang Rabu, (20/11/2019).

Ia juga menuturkan, bahwa dalam penilaian warga masyatakat hanya ad 3 indikator yang sering di ucapkan perihal keberhasilan pemerintahan yaitu perihal infrastruktur jalan halus, pelayanan kesehatan prima dan pelayanan administrasi kependudukan bisa terlayani dengan cepat, tepat dan efisien. Evalusi dan reakreditasi Rumah Sakit harus terus dilakukan, karena untuk kemajuan dan meningkatkan pelayanan terhadap pasien dan pengunjung rumah sakit untuk merubah stigma masyarakat terhadap RSUD.

“Evaluasi dari hal – hal kecil seperti kebersihan, pelayanan baik sesuai standar pelayanan kesehatan yang semuanya harus fakta yang berbicara,” Beber Wihaji.

Lebih lanjut Wihaji mengatakan, bahwa saat sekarang masyarakat minta dilayani dengan sepenuh hati, dengan senyum sapa yang baik kepada pasien dan keluarga pasien. Karena masyarakat tahunya datang ke rumah sakit ingin dilayani dengan baik dan sembuh.

“Saya minta harus ada fakta masyarakat yang berbicara bahwa di RSUD dilayani dengan baik, cepat, dipermudah segala sesuatunya, karena hampir semua pasien di RSUD Kalisari menggunakan BPJS,”kata Wihaji.

Bupati juga menyadari kekurangannya dan terbatasnya kamar RSUD Kalisari, karena memang faktnya demikian bahwa kebutuhan antara kamar dengan jumlah penduduk yang ada di Kabupaten Batang perbandingannya 1000 banding 1.

“Bahwa jumlah penduduk Kabupaten Batang kurang lebih 770 ribu jiwa, sehingga secara logis jelas kekurangan rumah sakit, Namun demikian RSUD Jangan pernah menolak pasien. Kalau memang penih harus diberikan penjelasan kepada pasien yang mudah dipahami oleh masyarakat,” pungkasnya.

Sementara itu Direktur RSUD Kalisari Batang dr. Bhekti Mastiadji mengatakan, Stigma rumah sakit pemerintah memamg kurang baik dalam pelayanan di banding dengan rumah sakit swasta, ini hampir terjadi di seluruh Indonesia tidak hanya di Kabupaten Batang saja.

“Untuk itu harus kita hilangkan stigma tersebut dengan melakukan update reakreditasi rumah sakit daerah yang terus dan berkelanjutan agar sesuai dengan standar pelayanan kesehatan,” Ungkap dr. Bhekti Mestiadji.

Rumah sakit dalam pelayanan pun melakukak terobosan untuk kemudahan masyarakat untuk mendapatkan pelayanan kesehatan seperti pendaftaran online, e- resep, upadate peralatan medis serta membangun klinik Gayatri yang dikususkan untuk pasien manula dan penyakit tertentu.

“Salah satu upaya kita menghilangkan stigma juga dengan menggelar costumer gathering, hal ini untuk mendapatkan masukan dan saran perihal pelayanan RSUD agar menjadi pelayanan yang prima sesuai dengan program nasional dan program Bupati,” pungkasnya.

Reporter : Puji_L

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses