KENDAL– medianasional.id- Kabar gembira datang bagi warga Kendal. Setelah sekian tahun mati suri, Stasiun Kereta Api Kaliwungu yang terletak di Desa Krajankulon, Kecamatan Kaliwungu bakal kembali diaktifkan. Selain itu, rencana operasional Kereta Kedungsepur (Kendal, Ungaran, Semarang, Purwodadi) dengan tarif tiket cuma Rp10 ribu juga disiapkan untuk mendukung mobilitas masyarakat dan pekerja kawasan industri. Hal ini diungkapkan Bupati Kendal, Dyah Kartika Permanasari, Jumat (29/5/2026).
Bupati Kendal menyampaikan, pihaknya telah melakukan pertemuan dengan PT Kereta Api Indonesia Daerah Operasi (Daop) 4 Semarang beberapa hari lalu.
Dalam pertemuan tersebut membahas rencana pengaktifan Stasiun Kaliwungu yang ditargetkan pada 2027 mendatang. Bupati berharap, rencana pengaktifan ini bisa benar-benar terealisasi. Terlebih melihat perkembangan Kawasan Industri Kendal (KIK) yang semakin pesat saat ini.
“Pemkab Kendal berharap pengaktifan Stasiun Kaliwungu ini benar-benar segera terealisasi. Karena kemarin dari DAOP 4 menyampaikan sudah di atas 90 persen rencananya,” kata Bupati Kendal.
Menurutnya, selain pengaktifan Stasiun Kaliwungu, dalam pertemuan tersebut juga membahas rencana operasional kereta Kedungsepur yang melayani rute Weleri – Semarang – Grobogan dengan tiket Rp10 ribu.
“Kita sangat mendukung sekali, apalagi di Kaliwungu itu ada KIK. Pekerjanya juga dari berbagai wilayah. Dan harapannya nanti juga untuk peningkatan perekonomian yang ada di Kaliwungu,” ungkapnya.
Selain itu, adanya rencana pengaktifan Stasiun Kaliwungu ini menjadi solusi persoalan kemacetan yang sering terjadi di wilayah tersebut.
“Seperti kita ketahui bersama adanya KIK ini kan mobilitas jadi meningkat, sehingga menyebabkan lalu lintas darat itu menjadi macet. Dan harapannya apabila nanti stasiun Kaliwungu ini sudah benar-benar bisa diaktifkan kembali, kereta api ini jadi pilihan transportasi lain dan mengurangi kemacetan di jalur darat,” harapnya.
Sementara, Kepala Dinas Perhubungan, Mohammad Eko menambahkan, dalam pertemuan tersebut juga membahas terkait penanganan perlintasan sebidang yang diharapkan dapat segera dibangun demi keselamatan bersama.
“InsyaAllah PT KAI akan membangun 2 sampai dengan 3 titik perlintasan sebidang. Untuk lokasinya nanti akan disurvei bersama dengan pihak Dishub,” terang Eko.
Ia juga mengusulkan kepada PT KAI DAOP 4 untuk mengoperasionalkan kereta dengan rute Weleri – Pekalongan guna antisipasi perkembangan KIK maupun KITB guna mendukung mobilitas pekerja di dua kawasan industri tersebut.
“Kami berharap usulan kami ini bisa segera direalisasikan,” pungkasnya.(*)






