KENDAL– MEDIANASIONAL.ID– Dinas Kearsipan dan Perpustakaan (Dinarpus) Kabupaten Kendal menghadirkan stand bertema “Stasiun Kaliwungu: Gerbang Perjalanan Literasi dan Arsip” dengan mengangkat ikon bersejarah Stasiun Kaliwungu sebagai media edukasi untuk memperkenalkan sejarah, naskah kuno, serta berbagai layanan digital modern kepada masyarakat.
Konsep ini mengangkat Stasiun Kaliwungu, salah satu ikon bersejarah Kabupaten Kendal yang menjadi bagian dari identitas masyarakat. Stasiun yang saat ini tengah dipersiapkan untuk diaktifkan kembali dengan target beroperasi pada tahun 2027 tersebut dipilih sebagai simbol perjalanan. Layaknya sebuah stasiun yang menghubungkan berbagai tujuan, Dinarpus Kendal mengajak masyarakat memulai perjalanan menuju masa depan melalui budaya membaca, belajar, serta menjaga arsip sebagai memori kolektif bangsa.
Memasuki area stand, pengunjung disambut dengan suasana stasiun lengkap dengan rel kereta yang melambangkan perjalanan waktu. Filosofi tersebut menggambarkan bahwa setiap perjalanan kehidupan akan menghasilkan jejak sejarah berupa arsip, sementara perpustakaan menjadi tempat memperoleh ilmu sebagai bekal melangkah menuju masa depan.
Menampilkan Beragam Inovasi Pelayanan
Melalui stand ini, Dinarpus Kendal memperkenalkan berbagai inovasi pelayanan yang telah dikembangkan untuk mendekatkan layanan kepada masyarakat.
Pengunjung dapat mengenal layanan Kartu Anggota Digital, aplikasi iKendal, layanan SIAGA (Duplikasi Arsip Keluarga), SIP-ARSIP, Optimalisasi SRIKANDI, Optimalisasi SIKN-JIKN, hingga SIPANDI sebagai bentuk transformasi digital dalam pelayanan perpustakaan dan kearsipan.
Selain layanan digital, masyarakat juga diperkenalkan dengan berbagai program unggulan seperti Bengkel Literasi, Podcast Dinarpus, Pelatihan Edukasi, Perpustakaan Keliling, Festival Literasi, Lomba Literasi, Liburan Seru di Perpustakaan, Nobar Film Edukasi, Kolaborasi Komunitas, Wisata Perpustakaan, serta ruang layanan inklusif Difabel Corner dan Pusat Informasi Sahabat Anak (PISA).
Seluruh informasi tersebut disajikan melalui media visual dan kode QR sehingga pengunjung dapat mengakses informasi layanan secara langsung menggunakan telepon genggam.
Mengenalkan Kekayaan Arsip dan Naskah Kuno
Tidak hanya menghadirkan layanan perpustakaan modern, stand Dinarpus juga memperkenalkan kekayaan arsip dan warisan dokumenter Kabupaten Kendal. Salah satu yang menjadi perhatian adalah program Pendataan dan Replikasi Naskah Kuno sebagai upaya pelestarian warisan budaya daerah. Naskah kuno merupakan sumber informasi penting yang merekam perjalanan sejarah, perkembangan agama, sosial, budaya, hingga tradisi masyarakat Kendal.
Dalam konteks tema Stasiun Kaliwungu, keberadaan naskah kuno memiliki keterkaitan yang kuat dengan sejarah perkembangan wilayah Kaliwungu yang sejak dahulu dikenal sebagai salah satu pusat penyebaran Islam di Pantai Utara Jawa. Kawasan Kaliwungu menyimpan berbagai peninggalan sejarah dan tradisi keagamaan yang hingga kini masih dilestarikan oleh masyarakat. Melalui pendataan, digitalisasi, dan replikasi naskah kuno, Dinarpus berupaya menjaga warisan intelektual tersebut agar tetap lestari, dapat dipelajari generasi muda, sekaligus menjadi sumber penelitian di masa mendatang. Pengunjung juga dapat mengenal layanan Wisata Arsip, Pameran Arsip Virtual, Rabu Arsipku, serta Kanal Tanya Arsip yang menjadi media edukasi mengenai pentingnya menjaga dokumen dan arsip keluarga.
Perpustakaan sebagai Ruang Belajar dan Berkarya
Stand ini juga memperlihatkan bahwa Perpustakaan Daerah Kabupaten Kendal tidak hanya menjadi tempat membaca buku, tetapi telah berkembang menjadi ruang belajar bersama, ruang berkarya, ruang diskusi, hingga pusat kegiatan literasi masyarakat. Melalui berbagai program edukasi, pelatihan keterampilan, kegiatan komunitas, layanan anak, pemutaran film edukasi, serta wisata perpustakaan, Dinarpus terus mendorong terciptanya budaya belajar sepanjang hayat bagi seluruh lapisan masyarakat. Seluruh inovasi tersebut merupakan bagian dari komitmen Dinarpus Kendal dalam menghadirkan pelayanan yang mudah diakses, inklusif, adaptif terhadap perkembangan teknologi, serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Filosofi Perjalanan Literasi
Konsep Stasiun Kaliwungu menjadi pengingat bahwa setiap manusia adalah penumpang dalam perjalanan kehidupan. Dalam perjalanan tersebut, seseorang akan menghasilkan berbagai arsip penting, mulai dari akta kelahiran, ijazah, dokumen keluarga, hingga karya-karya yang menjadi bagian dari perjalanan hidupnya. Arsip menjadi jejak sejarah yang harus dijaga, sedangkan perpustakaan menjadi tempat memperoleh ilmu sebagai bekal menghadapi masa depan.
Melalui tema “Stasiun Kaliwungu: Gerbang Perjalanan Literasi dan Arsip”, Dinarpus Kendal ingin menyampaikan bahwa kemajuan suatu daerah tidak hanya dibangun melalui infrastruktur, tetapi juga melalui masyarakat yang gemar membaca, mampu memanfaatkan informasi, serta memiliki kesadaran untuk menjaga arsip sebagai identitas dan memori bersama.
Sejalan dengan semangat yang diusung dalam stand, “Satu Jalur, Banyak Inovasi, Menuju Kendal Berdikari”, Dinarpus Kabupaten Kendal terus berkomitmen menghadirkan pelayanan perpustakaan dan kearsipan yang inovatif, kolaboratif, serta berdampak bagi peningkatan literasi dan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Kendal.(#)




