
MUKOMUKO, redaksimedinas.com – Dugaan serta indikasi ke “curang” an, didalam perekrutan, Panitia Pemilu Kecamatan (PPK) dan Panitia Pemungutan Suara (PPS). Teridikasi semacam kepentingan tertentu. Disinyalir dilakukan salah seorang oknum, yang notabene bekerja sebagai komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) kabupaten Mukomuko.
Dugaan tersebut, tentunya Allahualam kebenaranya. Yang tahu kebenaranya itu, hanya orang yang bersankutan itu sendiri. Perihal tesebut, sengaja oleh seseorang, di share-kan pada fiture Whatsapp (WA), awak media redaksimedinas.com. Pasalnya, kemungkinan seseorang yang dikenal tersebut, tentunya meragukan kemurnian, perekrutan para anggota PPK dan PPS, yang dihelat oleh pihak KPU setempat. Sekitar lebih kurang dua bulan yang lalu. Tentu saja tahapan untuk pelaksanaan Pemilu pada tahun 2019 mendatang.
Yang dikirimkan seseorang itu, merupakan hasil chating lewat aplikasi WA, antar salah seorang oknum anggota Partai Politik (Parpol), dengan salah seorang oknum komisioner KPU, berinisial SD. Adapun percakapan antara kedua belah pihak tersebut. Meminta tolong kepada seorang anggota Parpol itu. Terkait orang-orang yang bakal direkrutnya, sebagai anggota PPK maupun PPS. Dalam menyongsong perhelatan Pemilu.
Berikut bunyi perbincangan mereka,melauli chatingnya via aplikasi WA, yang bertulikan, sebagai berikut :

Permbincangan tersebut, berbahasa daerah (Mukomuko), diartikan kedalam bahasa Indonesia, yang berarti sebagai beriku :
1. Oke lah saya tunggu besok. 2. Sinyal susuh untuk nelpon. 3. Yang di Pasar Ipuh, sudah selesai, tinggal menunggu ujian. 4. Carilah yang di Pulau Makmur Lagi. 5. Oke lah, sudah dipastikan, kelulusannya 3 orang. 6. Daerah Mekar Sari dan Sungai Rumbai, jangan lupa satu orang saja. Sudah pasti bisa samapai ke wawancara. 7. Ow lanjutkan. 8. Tunggulah sehabis ujian dulu. 9. Lah pasti nya ujian itu. 10. Sudah enggak ada lagi di. 11. Yang saya sebutkan tadi itulah. 12. Sudah dijamin itu. 12. Carikan yang di Teramang Jaya juga.
Dan disanggpi oleh salah seorang tersebut, dengan balasan (Oke). Demikian, kesimpulan dari percakapan mereka, melalui inbox didalam aplikasi WA.
Diklarifikasi via ponsel pukul 16:46 waktu setempat, Sabtu (03/03). Salah seorang termaksud SD, membatah, serta menyatakan, ndikasi dimaksud tidak benar demikian adanya. Diakuinya, memang dirinya, pernah menghubungi seoran anggota Parpol itu, melalui WA. Akan tetapi tidak seperti dugaan itu, pada kenyataanya. Dikatakanya, bahkan tidak ada orang yang diluluskannya, bawaan dari anggota Porpol dimaksud. Artinya, dugaan serta indikasi sedemikian itu, dipastikanya, tidak ada kebenarannya.
” Memang benar saya pernah menghubungi orang itu. Sebelum tes tertulis dan tes wawancara. Akan tetapi pada kenyataanya, tidak terdapat orang bawaanya. Bukan sama orang itu saja kami meminta tolang. Bukan minta tolang sebenarnya. Karena dia menayakan kapada saya, tentang apa-apa saja persyaratan untuk mengikuti tes itu. Dikarenakan pula, pada waktu para peserta yang mendaftar, kurang dari kuota, yang dibutuhkan. Bahkan kepada orang Teramang Jaya, juga pernah kami minta tolaong. ” katanya.
Menanggapi dugaan tesebut, ketua KPU kabupaten Mukomuko, Daut Gauraf, S.Pd, menyatakan. Pada intinya, pihaknya, telah menjalankan tahapan demi tahapan untuk pelasanaan Pemilu yang akan datang. Telah sesuai dengan kentuan serta aturan dan peraturan yang berlaku. Baik melului tes tertulis maupun tes wawancara. Berkenaan dari hasil kelulusan tersebut, telah pula dilakukan peleno, secara bersama-sama, dengan lima orang komisioner KPU, setempat. Dikatakanya, menyakut soal titipan seseorang, itu bisa saja terjadi. Sementa yang menentukan, kelusan tersebut, bedasarkan kesepakatan dirinya besama-sama anggtanya itu sendiri.
” Yang pasti, kami telah melakukan tes wawancara, dengan cara yang seobjektif mungkin. Bahkan untuk kordinator willayah kecamatan, sudah kami acak. Hal tersebut untuk menghindari adanya, kedekatan komisioner dengan calon anggota PPS atau PPK. Sedangkan pernyataan kelulusan, juga sudah kami plenokan berlima bersama anggota. Berdasarkan nilai hasil wawancara, itu sendiri. Soal ada banyak tipan-titipan, mungkin bisa saja terjadi. Akan tetapi, yang menentukan kelulusan itu, kami lima orang komisioner KPU.” tulisnya melalui WA.(Aris)



