Sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan, Hendrawan Supratikno Soroti Waspadai Dampak Negatif Digitalisasi

Batang361 Dilihat

Batang, medianasional.id
Anggota DPR RI Komisi XI dari Fraksi PDI Perjuangan Prof. Dr. Hendrawan Supratikno kembali turun ke daerah pemilihan Jawa Tengah X meliputi : Kabupaten Batang, Kabupaten / Kota Pekalongan dan Kabupaten Pemalang.
Kali ini menyambangi konstituenya yakni Jajaran Struktural PAC Kecamatan Gringsing dan jajaran ranting se Kecamatan Gringsing Kabupaten Batang.

Kegiatan dihadiri oleh, Prof. Dr. Hendrawan Supratikno, Dr. Heriyono Tardjono ( Tenaga Ahli DPR RI ) berserta rombongan, Ketua PAC dan seluruh struktural kepengurusan ranting se kecamatan Gringsing beserta tamu undangan lainya berlangsung di Aula Kantor Desa Lebo, Kecamatan Gringsing Kamis, (04/05/2023).

Anggota Komisi XI DPR RI Prof. Dr. Hendrawan Supratikno menggelar sosialisasi empat pilar kebangsaan sekaligus menyerap aspirasi masyarakat maupun di kalangan Kader Partai Demokrasi Indonesia / PDI Perjuangan se kecamatan Gringsing.

Adanya Pandemi Coronavirus Disease (COVID-19) berdampak di segala aspek kehidupan masyarakat dan meninggalkan permasalahan multidimensi yang harus diselesaikan oleh pemerintah. Alhamdulillah Indonesia geliat ekonominya perlahan membaik dan kehidupan masyarakat juga kondusif. ” Dengan adanya hal itu, sudah sepatutnya kita memperkokoh nilai-nilai kebangsaan melalui empat pilar kebangsaan yaitu Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika, ” ungkap Prof. Dr. Hendrawan Supratikno saat bertemu masyarakat Gringsing Kabupaten Batang.

Sosialisasi ini sangat penting sekali, karena memiliki peran untuk membangun kesadaran setiap warga negara untuk berbangsa dan bernegara guna memegang teguh ideologi negara.

Lebih lanjut, Prof Dr Hendrawan Supratikno menjelaskan, program pemerintah ini sangat baik sekali mengingat era digitalisasi seperti ini banyak informasi keluar masuk tidak terbendung langsung bisa diakses oleh warga, dengan adanya kegiatan ini paling tidak masyarakat yang hadir ini bisa membentengi diri sendiri dan keluarga.

Dengan bekal pemahaman yang dimiliki, bisa memberitahukan kepada keluarga, tetangga dilingkungan dan masyarakat untuk selalu mewaspadai gerakan aliran garis keras yang setiap saat bisa datang setiap saat.

” Mudah – mudahan pertemuan ini menjadi edukasi masyarakat dan ditetapkan dalam kehidupan sehari hari masyarakat,” pungkas Hendrawan.

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses