KENDAL- medianasional.id- Manajemen, fasilitas dan keselamatan Rumah Sakit sebagai institusi pelayanan kesehatan bagi masyarakat, merupakan tempat kerja yang memiliki risiko tinggi terhadap keselamatan dan kesehatan sumber daya manusia rumah sakit, pasien, pendamping pasien, pengunjung, maupun lingkungan rumah sakit.
Berdasarkan Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan menyatakan bahwa pengelola tempat kerja wajib melakukan segala bentuk upaya kesehatan melalui upaya pencegahan, peningkatan, pengobatan dan pemulihan bagi tenaga kerja.
Oleh karena itu, dalam rangka menyongsong akreditasi paripurna tahun 2022, RSUD DR Soewondo Kendal menambah keterampilan dan pemahaman tentang keselamatan fasilitas kesehatan bagi seluruh karyawanya. Mereka perlu diberikan pelatihan mengenai Manajemen Fasilitas dan Keselamatan Pendidikan dan pelatihan. Yakni suatu kegiatan untuk meningkatan pemahaman, kemampuan dan ketrampilan pada SDM Rumah Sakit, pasien, pendamping pasien dan pengunjung tentang peran mereka dalam melaksanakan keselamatan dan Kesehatan Kerja.
Kegiatan itu untuk meningkatkan pemahaman, kemampuan, dan keterampilan tentang pelaksanaan K3RS, maka dilakukan pendidikan dan pelatihan di bidang K3RS bagi sumber daya manusia
“Kegiatan berisi tentang cara penanganan kebakaran melalui simulasi dan praktek pemadaman api,” kata Humas RSUD Dr Soewondo Kendal, Sulistyo beberapa waktu lalu di RSUD dr. H. Soewondo Kabupaten Kendal, Jawa Tengah.
Sulistyo mengatakan, selain kegiatan tersebut, juga diadakan sosialisasi mengenai pencegahan dan pengendalian Infeksi maupun penyakit infeksi terkait pelayanan kesehatan atau Healthcare Associated Infection (HAIs).
Dikatakannya penyakit tersebut merupakan salah satu masalah kesehatan diberbagai negara di dunia, termasuk Indonesia.
Sulistyo menyampaikan, secara prinsip, kejadian HAIs sebenarnya dapat dicegah bila fasilitas pelayanan kesehatan termasuk Rumah Sakit secara konsisten melaksanakan program PPI.
“Pencegahan dan Pengendalian Infeksi, merupakan upaya untuk memastikan perlindungan kepada setiap orang terhadap kemungkinan tertular infeksi dari sumber masyarakat umum, dan disaat menerima pelayanan kesehatan pada berbagai fasilitas kesehatan,” ujarnya.
Dia memaparkan, pencegahan dan pengendalian infeksi di Rumah Sakit sangat penting bila terlebih dahulu petugas dan pengambil kebijakan memahami konsep Pencegahan dan Pengendalian Infeksi.
Oleh karena itu, lanjut Sulistyo, perlu diadakannya pendidikan dan pelatihan tentang Pencegahan dan Pengendalian Infeksi agar terwujud pelayanan kesehatan yang bermutu, serta dapat melindungi masyarakat dan mewujudkan patient safety.
“Yang pada akhirnya juga akan berdampak pada efisiensi manajemen fasilitas pelayanan kesehatan dan peningkatan kualitas pelayanan,” jelas Sulis.
Kegiatan melibatkan dan diikuti seluruh Karyawan,Vendor dan pekerja Kontrak RSUD dr. H. Soewondo Kendal.
Untuk Pemateri diisi oleh Ketua Diklat RSUD dr. H. Soewondo Kabupaten Kendal, dr. Sih Ayuwatini, Sp.KJ, M.Kes dan Ketua IHT MFK dan PPI RSUD dr. H. Soewondo Kabupaten Kendal, dr. Any Yuliastuti, Sp.Rad.
Mereka memamparkan, agar peserta mampu menciptakan cara kerja dan lingkungan kerja yang aman, sehat, nyaman. Peserta diharapkan juga mampu memahami konsep Pencegahan dan Pengendalian Infeksi sehingga dapat melindungi sumber daya manusia kesehatan, pasien dan masyarakat dari penyakit infeksi yang terkait pelayanan kesehatan.
Selain itu mereka berharap, para peserta mampu meningkatkan kemampuan keselamatan kerja dan keamanan, pengelolaan B3 dan limbahnya, proteksi kebakaran, pengelolaan peralatan medis. Juga mampu mengelola system utilitas, penanganan bencana di Rumah Sakit melalui pelaksanaan In House Training Manajemen Fasilitas dan keselamatan di RSUD dr. H. Soewondo Kabupaten Kendal .
Pemateri Juga memberikan pengetahuan tentang Manajemen resiko keselamatan dan keamanan Pengelolaan B3 dan Limbahnya. Teori dan praktek Proteksi Kebakaran. Pengelolaan Peralatan Medis. Pengelolaan Sistem Utilitas. Penanganan Bencana. Pengelolaan Fasilitas. Kewaspadaan Isolasi dalam Pencegahan dan Pengendalian Infeksi serta Pencegahan Terjadinya Healthcare Assosiated Infections (HAIs).






