Bantul, medianasional.id – Merti Dusun Pedukuhan Jaten, Kunden, Manukan, (TRI MANUNGGAL) Kalurahan Sendangsari, Kapanewon Pajangan Bantul, yang di laksanakan setiap tahun dan di laksanakan secara bergantian dan pada tahun ini di gelar di pedukuhan Jaten.
Selaku Dukuh Jaten Yoga Frangky Anggoro menjelaskan, Kegiatan Merti Dusun, menggelar berbagai kegiatan, diantaranya ziaroh Kubur yang telah dilaksanakan pada hari Rabu (18/6/2025), kemudian pada malam hari di lanjutkan dengan Mujahadah, Kirab budaya dan gelar genduri dilaksanakan pada hari Rabu (19/6/2025), dan malamnya pentas seni dari putra putri dari pedukuhan Jaten Kunden serta Manukan.
Sedangkan pada hari Jum’at 20/6/2025 sebagai puncak kegiatan akan dipentaskan Wayang kulit dengan dalang Ki Geter Pramuji Widodo dan Ki Gadhing Pawukir S.S, dengan mengambil Lakon “Wahyu Tri Margojoyo”.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh masyarakat dari pedukuhan Jaten, Kunden, Manukan, yang telah bersama ikut mensukseskan kegiatan merti dusun,” ungkapnya.
Lurah Sendangsari Durori, dalam sambutannya merasa bangga dengan kekompakan tiga pedukuhan yang kompak, sehingga meski dalam keadaan apapun tetap bisa melaksanakan kegiatan Merti Dusun, semoga dengan kegiatan Merti dusun ini masyarakat Pedukuhan Jaten Kunden, selalu guyup rukun selalu di berikan kesehatan serta rezeki yang berlimpah, tutupnya.
Penewu Pajangan Anjar Arintaka Putra mengapresiasi, masyarakat Trimanunggal yang selalu kompak, sehingga setiap tahun bisa selalu mengadakan kegiatan merti dusun, semoga di pedukuhan Jaten, Kunden, Manukan, bisa selalu melestarikan kebudayaan, dan melahirkan dan memunculkan generasi yang selalu melestarikan budaya kita, ungkapnya.
“Kami juga mengucapkan terima kasih kepada kepala SLB Binasiwi bersama group Drumband,yang selalu berperan aktif dan ikut memeriahkan kegiatan merti dusun,” ucapnya.
Dengan munculnya generasi para pelaku budaya yang ada di pedukuhan Tri Manunggal ini, harapan dari pemerintah kabupaten Bantul, sehingga estafet kebudayan bisa terus berjalan dan berkembang, kata Titik Yunaidah, perwakilan Dinas kundha kabudayan Bantul.
(wid)






