Sejarah Transmigrasi Masyarakat Jawa Ke Kecamatan Jagong Jeget Aceh Tengah (1982)

Aceh, Artikel1620 Dilihat

Penulis : Trianda Yuriska
(Mahasiswa Universitas Islam Negeri Ar-Raniry)

ABSTRAK
Kecamatan jagong jeget merupakan salah satu kecamatan dari kabupaten Aceh Tengah, dimana penduduknya dominan orang jawa daripada orang gayo, aceh dan suku lain sebagainya. Karena kecamatan ini yang pernah didatangi oleh penduduk yang bertranmigrasi. Ada beberapa faktor masyarakat yang melakukan transmigrasi. Jika dilihat dari perjalanan sejarah tranmigrasi masyarakat jawa ke kecamatan jagong jeget salah satu faktor umum nya yang pertama adalah karena kesulitan ekonomi. Karena memang pada dasarnya dilakukannya program transmigrasi itu karena kesulitan ekonomi yang terjadi dalam kehidupan masyarakat jawa. Proses perjalanan transmigrasi terjadi pada Maret tahun 1982 yang mana merupakan program pemerintah. Guna untuk mengurangi angka kemiskinan masyarakat daerahnya.

Latar Belakang
Transmigrasi merupakan salah satu program pemerintah dalam pembangunan nasional. Ada daerah yang terlalu padat penduduknya dan ada yang terlalu jarang, sehingga kehidupan penduduk dan perkembangan daerah dan masyarakatnya tidak sesuai. Proses tranmigrasi bisa dilakukan oleh siapa saja asalkan memenuhi persyaratan yang sudah ditentukan bisa satu orang bisa juga keluarga yang melakukan tranmigrasi dan tidak adanya unsur paksaan dalam program dan proses tranmigrasi itu.

Namun sejak masa Orde Baru, tujuan transmigrasi tidak semata untuk pemerataan penduduk tetapi juga, akan tetapi juga untuk meningkatkan taraf hidup rakyat, secara social budaya untuk meningkatkan persatuan dan kesatuan bangsa serta juga meningkatkan hasil produksi pertanian dengan cara memperluas lahan pertanian. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana proses tujuan dan perkembangan dari program tranmigrasi.
Berdasarkan masalah ini maka peneliti tertarik untuk mengadakan penelitian tentang “Sejarah Tranmigrasi Masyarakat Jawa Kekecamatan Jagong Jeget Aceh Tengah (1982)”

Faktor Terjadinya Tranmigrasi Masyarakat Jawa Ke Kecamatan Jagong Jeget
Indonesia punya satu program pemerintahan yaitu program memindahkan penduduk dari suatu daerah ke daerah yang lain. Tranmigrasi adalah perpindahan penduduk dari daerah yang padat penduduknya ke daerah yang kurang penduduknya, tanah jawa merupakan daerah yang padat penduduknya jadi penduduk dijawa ada melakukan tranmigrasi. Berpindahnya penduduk atau penduduk yang melakukan tranmigrasi biasanya penduduk yang sukarela (tidak ada unsur paksaan).

Penulis ingin menuraikan tentang sejarah tranmigrasi masyarakat jawa kekecamatan jagong jeget kabupaten aceh tengah. Ada penduduk dari jawa yang bertranmigrasi ke kecamatan jagong jeget mereka di bagi menjadi beberapa golongan tapi di tahun yang sama. Penduduk jawa melakukan tranmigrasi ke kecamatan jagong jeget pada tahun 1982. Dan mereka di bagi menjadi beberapa golongan atau kelompok namun dalam jumlah anggota yang banyak. Dalam penelitian kali ini peneliti mendapat tiga penduduk yang bertranmigrasi itu sehingga dijadikan narasumber untuk dilakukannya penelitian ini.

Ada beberapa faktor masyarakat yang melakukan tranmigrasi. Jika dilihat dari perjalanan sejarah tranmigrasi masyarakat jawa ke kecamatan jagong jeget salah satu faktor umum nya yang pertama adalah karena kesulitan ekonomi. Karena memang pada dasarnya dilakuaknnya program tranmigrasi itu karena kesulitan ekonomi yang terjadi dalam kehidupan masyarakat jawa.

Menurut perjalanan dari Bapak Sarwi salah satu masyarakat tranmigrasi golongan ke-5, beliau ini adalah orang dari jawa tengah (Magelang) beliau pergi tranmigrasi itu karena kesulitan untuk memenuhi kebutuhan hidup. Karena waktu itu beliau diumur yang 14 tahun sudah berkeluarga dan sudah punya satu anak Tranmigrasi ini dari program pemerintah langsung dia diantar langsung oleh petugas yang bersangkutan kemudian petugas itu kembali lagi. Tujuan dari Bapak Sarwi ini pergi bertranmigrasi adalah ingin mengadu nasib dan itu juag kemauan sendiri dalam artian tidak ada unsur paksaan.

“Yang jelas rata-rata kan orang tranmigrasi ini kan orang yang bermasalah seperti masalh ekonomi dan masalah lainnya tapi kebanyakan masalh ekonomi begitu,” ujar Sarwi karena Dia juga bermasalah dalam ekonomi karena kehidupannya yang suram lalu bertranmigrasi.

Berdasarkan hasil wawancara informan kedua peneliti juga menemukan hasil dari Hikmah masyarakat tranmigrasi golongan pertama ke-1. Dia tranmigrasi diumur 16 tahun dan merupakan anak pertama juga sebagai tulang punggung keluarga. Beliau ini juga tranmigrasi karena faktor kesulitan ekonomi juga. Karena beliau 9 bersaudara dan dia merupakan anak pertama.

“Gak miskin lagi namun udah fakir,” ujarnya.

“Sulitnya ekonomi jangankan untuk makan besok untuk nanti siang aja udah bingung mau makan apa ikut sekolah hanya sampai kelas 3 SD karena kesulitan ekonomi dan harus mencari uang jadi putus sekolahnya.”

Dari hasil wawancara dari Poniran peneliti mendapatkan faktor lain tranmigrasinya masyarakat nya sampai ke kecamatan jagong jeget. Beliau ini golongan ke-3 yang melakukan tranmigrasi faktor yang mengharuskannya untuk bertranmigrasi adalah yang pertama karena kesulitan ekonomi, faktor yang kedua karena banyak terjadi pencuruian dan membuat malu dalam keluarga karan harus mencuri untuk memenuhi kebutuhan hidup, dan sedangkan yang ketiga adalah karena punya Aib yang dimaksud adalah karena bayak terjadi ketika suami mereka senang melihat istri orang lain atau disebut “Wirang” dalam bahasa jawa dimana suami lebih tertarik dengan istri tetangganya.
Dari ketiga hasil diatas peneliti menyimpulkan bahwa faktor terjadinya tranmigrasi adalah karena kesulitan ekonomi, malu (banyak terjadi pencurian), dan yang terakhir karena “Wirang” (suami nya tertarik dengan istri tetangga atau istri temannya).

Proses Perjalanan Tranmigrasi Masyarakat Jawa Kekecamatan Jagong Jeget
Proses perjalanan tramigrasi masyarakat jawa ke kecamatan jagong jeget. Proses tranmigrasi terjadi pada Maret tahun 1982 yang mana merupakan program pemerintahan. Guna untuk mengurangi angka kemiskinan masyarkat daerahnya. Ada beberapa golongan yang bertranmigrasi ke kecamatan jagong jeget yang pertama golongan satu dari Cilacap, golongan kedua dari Banjar Negara, golongan tiga dari Daerah Istimewa Jogyakarta, golongan empat, dan golongan lima sudah campuran ada dari berbagai daerah entah dari Magelang dan daerah lainnya.

Menurut hasil wawancara dari Sarwi, Dia melakukan tranmigrasi itu tawaran pemerintah dan karena waktu itu dia bertekad untuk mengubah nasibnya maka dia pun langsung mendaftarkan diri sebagai penduduk tranmigrasi.

“Dari jawa sampai banda aceh kami diangkut pakai pesawat dari banda aceh samapi takengao kami menggunakan bis besar sampai di takengon kami disambut dengan Bupati takengon”.

Golongan ke-5 ini datang dengan lima puluh satu kartu keluarga (51 KK) samapi di kecamatan diberi jatah hidup (Jadup) selama satu tahun, namun di tahap kedua di beri jadup lagi selama setengah tahun yang pasti ditanggung sampai sukses.
Digolongan ke-5 ini penduduk tranmigrasi dicampur dari beberap daerah bukan hanya dari megelang saja selama perjalanan tidak ada kendala sama sekali, yang paling sulit dari kampung isaq (kecamatan linge sekarang) menuju kecamatan jagong jeget, sebelum bertranmigarsi Sarwi juga sebagian berusaha sebagai petani. Semua dibiayai oleh pemerintah Pertama tiba di kecamatan jagong jeget memang cukup sedih karena cukup parah atau jelek nya jalan sehingga hanya orang yang boleh lewat sedangkan barang bawaan tidak bisa lewat jadi selama barang datang sarwi tidak punya pegangan apapun bahkan hanya baju di badan dan satu kain yang digunakan untuk menggendong anaknya, memang semua kebutuhan di sediakan dari makan samapi rumah namu rumah itu kosong hanya beralas kan papan saja tidak ada kasur maupun selimut. Harus bertahan selama hampir dua bulabn karena baru datang barang bawaan mereka sebelumnya.

Mereka yang bertranmigrasi dibiayai hidupnya mereka membuka lahan dan benih pertanian di berikan oleh pemerintahan segala macam alat pertanian seperti cangkul dan parang begitu juga untuk kebutuhan pokok makan ada yang namanya Jadup (jatah hidup) di berikan pemerintah Selama setahun untuk tahap satu. Mereka yang bertranmigrasi yang pasti dibiayai samapai berhasil dalam mengolah pertaniannya, namun yang bermasalh adalah jalan untuk mereka menjual hasil tanaman karena jalan masih rusak parah dan mereka yang menjual hasil panen juga berjalan kaki dari kecamatan jagong jeget menuju Kabupaten aceh tengah.

Menurut hasil wawancara dari Hikmah mereka golongan pertama yang tiba di kecamatan jagong jeget. Pada masa ini golongan pertama yaitu berasal dari Cilacap semua tiba dikecamatan jagong jeget pada 28 februari 1982 mereka berjumlah 52 KK. Setibanya dikecamatan jagong jeget mereka di beri Jadup (jatah hidup) selama setahun beda dengan golongan ke-5 yang dapat jadup jatah kedua.

“Saya berjiwa dagang jadi gimana pun saya harus dapat duit”, katanyae, pernah mengambil jatah hidup ke Isaq (kecamatan linge sekarang) dengan jalan kaki. Hidup mulai berubah selama bertahap perlahan-lahan selama di kecamatan jagung jeget. Pertama tiba memang sudah ada rumah untuk disediakan namun belum bisa dikatakan itu sebuah desa karena keadaan memang masih hutan jangankan jalan untuk menuju rumah juga merayap banyak kayu yang baru ditebang belum kering menjadi penghalan tempat tersebut.

Proses tranmigrasi dari jawa itu ditawari oleh pemerintah daerah tersebut. Awalnya memang tidak ada unsur paksaan untuk tranmigrasi ini karena ada juga sebagian penduduk yang orang ada/orang kaya yang ikut bertranmigrasi, dari jawa mereka diangkut menggunakan tranfortasi pesawat (pesawat garuda) tiba di medan lalu terus menuju aceh menggunakan bus besar. Semua keluaraga Ibuk Hikmah di bawa semua menuju ke kecamatan jagong jeget pertama tiba langsung bertani mulai dari itu perlahan-lahan kehidupan mulai membaik dari keluarga Hikmah.

Menurut hasil wawancara dengan Poniran, dari Daerah Istimewa Yogjakarta mereka tiba di kecamatan jagong jeget pada tanggal 28 maret 1982 beliau sebagai kepala kelompok (kepala suku) karena tiap yang datang itu harus ada kepala kelompok jadi ditetapkan Bapak poniran sebagai kepala kelompok golongan ke-3 dengan 39 KK. Pertama tiba.

“Saya pakai truk didepan alat berat dibelakang juga alat berat ada bus yang bawa orang ada juga bus yang bawa barang”, ucapnya.

Yang mengusulkan program tranmigrasi menurut Poniran itu dari kanwil tranmigrasi jogja ada pembukaan tranmigrasi ke Aceh. Sedah 2 bulan usulan namun mereka belum diberangkatkan sebab ruamh penduduk untuk menetap belum siap sepenuhnya jadi perjalanan mereka di taunda-tunda mereka sempat ditahan selama 12 hari dijakarta dan di banda aceh satu hari satu malam dan ditakengon satu hari. Tranmigrasi ini merupakan program dari Presiden Soeharto karena pada waktu itu presidennya Soeharto untuk mengurangi penduduk yang padat diadakanlah tranmigrasi atau perpindahan penduduk. Tranfortasi dari jogja ke Jakarta menggunakan kereta api dari Jakarta ke banda aceh menggunakan pesawat dari banda aceh sampai ke kecamatan jagong jeget menggunakan bus.

“Sampai di jakarta ada embel-embel barang siapa yang mengikuti tranmigrasi maka ia menjalankan program nasional”, ucap Poniran sebagai kepala rombongan sebelumnya sudah dibekali pengetahuan dari mulai sampai harus melakukan apa seperti posko untuk menyambut mereka.

Meskipun sebagai kepala kelompok tidak dibedakan bapak poniran dengan penduduk yang lain ruamh ya sama saja dan jadup juga sama rata hanya saja sebagai kepala anggota jadi diprioritaskan sebelumnya pekerjaan pak poniran di jawa adalah sebagai tukang kayu.

Orang dari jawa belum tahu tata cara menanam kopi namun tetap diberikan pengetahuan dan bekal sama seperti golongan yang lainnya jadup tetap diberikan benih juga di berikan dari bibit jagung kopi dan lainnya. Selama 6 bulan mereka belum kerja karena tanah masih asam jadi bulan ke 7 dan 8 sudah mulai membersihkan lahan semua dibagai lahan secara merata. Setelah 8 bulan lalu diberi bibit tanah masih subur dari situlah mulai perlahan-lahan kehidupan mulai membaik.

Perkembangan Masyarakat Tranmigrasi Dari Tanah Jawa Ke Kecamatan Jagong Jeget

Kecamatan jagong jeget merupakan salah satu kecamatan dari kabupaten aceh tengah, dimana penduduknya dominan orang jawa daripada orang gayo, aceh dan suku lain sebagainya. Karena kecamatan ini yang pernah didatangi oleh penduduk yang bertranmigrasi. Perkembangan kehidupan sudah maju dari tahun ke tahun dari generasi ke generasi banyak pendatang juga dari jawa selain penduduk tranmigarsi. Kecamatan ini juga meruapakn salah satu kecamatan yang bisa dikatakan maju sekabupaten aceh tengah.

Menurut hasil wawancara dari ketiga informan mereka cukup bersyukur bisa bertranmigrasi karena ada yang menolak bertranmigrasi sampai sekarang hidupnya juga sulit, dilihat dari perkembangan kehidupan masyarakat bertranmigrasi sekarang mereka sudah bisa memenuhi kebutuhan dan malah lebih sekarang mereka sudah bahagia dan sukses. Proses tranmigrasi masyarakat Jawa ke kecamatan Jagong Jeget terjadi secara bertahap namun, siapa sangka perubahan nya mulai bertahap berubah juga menjadi lebih baik menurut dari hasli wawancara dari informan kedua yaitu ibuk Hikmah mengatakan bahwa sebagaian dari penduduk yang sekarang berada di kecamatan jagong jeget sekarang banyak yang orang baru atau pendatang.

Dari ketiga hasil diatas peneliti menyimpulkan bahwa faktor terjadinya tranmigrasi adalah karena kesulitan ekonomi, malu (banyak terjadi pencurian), dan yang terakhir karena “Wirang” (suami nya tertarik dengan istri tetangga atau istri temannya). Ada beberapa golongan yang bertranmigrasi ke kecamatan jagong jeget yang pertama golongan satu dari Cilacap, yang kedua golongan kedua dari Banjar Negara, yang ketiga golongan tiga dari Daerah Istimewa Yogyakarta, yang keempat golongan empat, dan yang kelima golongan lima sudah campuran ada dari berbagai daerah entah dari Magelang dan daerah lain sekitarnya.

Dilihat dari perkembangan kehidupan masyarakat bertranmigrasi sekarang mereka sudah bisa memenuhi kebutuhan dan malah lebih sekarang mereka sudah bahagia dan sukses. Proses tranmigrasi masyarakat Jawa ke kecamatan Jagong Jeget terjadi secara bertahap namun, siapa sangka perubahan nya mulai bertahap berubah juga menjadi lebih baik menurut dari hasli wawancara dari informan kedua yaitu ibuk Hikmah mengatakan bahwa sebagaian dari penduduk yang sekarang berada di kecamatan jagong jeget sekarang banyak yang penduduk pendatang.

DAFTAR PUSTAKA

https://distransnaker.katingankab.go.id/berita-184-tranmigrasi-pengertian-tujuan-jenis-dan-dampaknya.html

https://www.gurupendidikan.co.id/tranmigrasi/

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses