Sedekah Bumi Kalijurang Jadi Wujud Syukur dan Upaya Melestarikan Warisan Budaya

Brebes, Jawa Tengah1833 Dilihat

Brebes, medianasional.id – Tradisi Sedekah Bumi kembali digelar secara khidmat di Desa Kalijurang, Kecamatan Tonjong, Kabupaten Brebes, Sabtu (27/6/2026). Ratusan warga memadati kawasan Studio Alam Kalijurang Story (KJS) untuk mengikuti doa bersama, berbagi tumpeng, dan makan bersama sebagai ungkapan rasa syukur sekaligus upaya melestarikan warisan budaya leluhur.

Kegiatan yang diselenggarakan oleh Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Kalijurang Bersahaja bersama masyarakat ini bertepatan dengan peringatan 1 Suro 1959/1960  atau 1 Muharam 1448 Hijriah. Selain menjadi agenda budaya tahunan, Sedekah Bumi juga menjadi wadah mempererat tali silaturahmi dan kebersamaan masyarakat.

Berbagai rangkaian kegiatan budaya turut memeriahkan acara, di antaranya pagelaran wayang kulit dengan lakon “Arga Menggala Membangun Desa”, rembug kebudayaan dan sejarah, lokakarya pembuatan batik, pameran benda-benda warisan budaya, hingga pertunjukan seni Terbang Jawa. Seluruh rangkaian acara dirancang untuk mengenalkan sekaligus menumbuhkan kecintaan masyarakat, khususnya generasi muda, terhadap budaya lokal.

Perwakilan panitia, Warsono, mengatakan Sedekah Bumi merupakan hajat bersama seluruh masyarakat Desa Kalijurang. Ia mengakui persiapan acara dilakukan dalam waktu yang relatif singkat sehingga belum semua tokoh masyarakat dapat diundang.

“Kegiatan ini milik masyarakat. Kami berharap semua pihak ikut terlibat demi kemajuan desa,” ujar Warsono.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada para pemuda yang menjadi motor penggerak kegiatan, mulai dari tahap persiapan hingga pelaksanaan, sehingga acara dapat berjalan dengan baik.

Menurutnya, lakon wayang kulit yang dipentaskan mengangkat kisah seorang tokoh yang berjasa dalam pembangunan desa dan pernah memperoleh penghargaan dari pemerintah. Kisah tersebut dipilih sebagai bentuk penghormatan kepada para pendahulu sekaligus teladan bagi generasi penerus dalam membangun desa.

Sementara itu, Kepala Desa Kalijurang, Edi Riyanto, S.H., M.H., memberikan apresiasi atas dedikasi panitia yang mampu menyelenggarakan kegiatan meski dengan keterbatasan waktu dan sarana.

“Pelaksanaan sudah berjalan baik. Sebagai bahan perbaikan, ke depan koordinasi dengan tokoh dan perwakilan setiap RW perlu diperkuat agar partisipasi masyarakat semakin luas,” katanya.

Edi menegaskan, tradisi Sedekah Bumi bukan sekadar seremoni tahunan, tetapi merupakan warisan budaya leluhur yang sarat makna. Tradisi tersebut menjadi wujud rasa syukur kepada Allah SWT atas kesehatan, keselamatan, serta hasil bumi yang melimpah, sekaligus momentum memperkuat semangat gotong royong, persaudaraan, dan kepedulian antarsesama.

Kegiatan berlangsung hingga malam hari dan ditutup dengan rembug sejarah serta kebudayaan. Forum tersebut menjadi ruang diskusi bagi masyarakat untuk memperdalam pemahaman mengenai asal-usul Desa Kalijurang, nilai-nilai budaya lokal, serta pentingnya menjaga dan mewariskan tradisi kepada generasi mendatang agar tetap lestari di tengah perkembangan zaman. (Andi)

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses