Brebes, medianasional.id – Panitia Gebyar Bumiayu Fair (GBF) 2026 terus mematangkan persiapan penyelenggaraan kegiatan yang akan digelar di Lapangan Asri Bumiayu, Kecamatan Bumiayu, Kabupaten Brebes, sebagai rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Melalui kegiatan ini, panitia menargetkan tidak hanya menghadirkan hiburan bagi masyarakat, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi serta mempromosikan berbagai potensi daerah, khususnya wilayah Brebes bagian selatan.
Ketua Panitia sekaligus penanggung jawab kegiatan, Edi Riyanto, S.H., mengatakan penyelenggaraan Gebyar Bumiayu Fair menjadi momentum untuk memperkuat kebersamaan masyarakat sekaligus mengenalkan potensi lokal kepada khalayak yang lebih luas.
“Kami bergerak berlandaskan kerja sama erat dengan seluruh instansi di lingkungan Pemerintah Kabupaten Brebes. Kegiatan ini menjadi momentum berharga bagi seluruh masyarakat, sekaligus wujud rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas perjuangan para pendahulu bangsa,” ujarnya kepada awak media, Sabtu (27/6/2026).
Menurut Edi, panitia tengah menyiapkan berbagai kegiatan yang menggabungkan unsur ekonomi, edukasi, budaya, dan hiburan. Salah satu fokus utama adalah menghadirkan lapak Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dari seluruh kecamatan di wilayah Bumiayu sebagai sarana promosi produk lokal sekaligus meningkatkan perputaran ekonomi masyarakat.
Selain pameran UMKM, berbagai instansi pemerintah juga akan membuka stan pelayanan dan informasi sehingga masyarakat dapat mengenal lebih dekat tugas, fungsi, serta program pembangunan yang dijalankan masing-masing organisasi perangkat daerah. Pengunjung juga akan disuguhkan pameran sejarah dan budaya yang mengangkat perjalanan terbentuknya Kabupaten Brebes, serta sebuah pameran khusus yang masih dirahasiakan sebagai kejutan bagi masyarakat.
Untuk menambah kemeriahan, panitia menyiapkan panggung hiburan yang dikemas dengan tetap menjunjung tinggi nilai-nilai agama dan budaya lokal. Berbagai perlombaan bagi pelajar tingkat TK, SD, SMP hingga SMA juga akan digelar bekerja sama dengan Dinas Pendidikan sebagai wadah pengembangan bakat dan kreativitas generasi muda.
Panitia turut membuka ruang partisipasi bagi mahasiswa maupun masyarakat yang memiliki ide kreatif untuk bergabung dalam tim penyelenggara. Menurut Edi, keterlibatan berbagai elemen masyarakat menjadi kunci keberhasilan kegiatan.
Meski demikian, jadwal pelaksanaan Gebyar Bumiayu Fair 2026 masih menunggu penetapan resmi dari Pemerintah Kabupaten Brebes agar selaras dengan agenda peringatan HUT RI tingkat daerah.
Edi menegaskan bahwa penyelenggaraan GBF mengedepankan prinsip transparansi dan akuntabilitas. Seluruh rencana kerja maupun penggunaan anggaran akan didokumentasikan secara terbuka dan dapat dipertanggungjawabkan kepada pemerintah maupun masyarakat.
“Seluruh rencana kerja serta penggunaan dana dicatat dan didokumentasikan secara rapi. Panitia siap menyampaikan laporan pertanggungjawaban secara terbuka kepada pemerintah maupun masyarakat. Gebyar ini bukan sekadar kemeriahan atau mencari keuntungan semata, melainkan bertujuan mengangkat potensi wilayah Brebes bagian selatan,” tegasnya.
Persiapan kegiatan melibatkan berbagai unsur masyarakat, mulai dari tokoh agama, tokoh pemuda, Karang Taruna, hingga organisasi kemasyarakatan seperti Pemuda Pancasila, Banser, dan KOKAM. Panitia juga akan berkoordinasi dengan Polres Brebes guna memastikan keamanan dan ketertiban selama kegiatan berlangsung.
Dengan mengusung semangat “Bekerja sama, dan sama-sama bekerja,” Gebyar Bumiayu Fair 2026 diharapkan menjadi ajang yang mampu menggerakkan perekonomian masyarakat, memperkenalkan potensi daerah, memperkuat persatuan, sekaligus menjadi agenda tahunan kebanggaan masyarakat Brebes bagian selatan dalam memeriahkan HUT Kemerdekaan Republik Indonesia. (Andi)





