Ruwatan Ageng di Petilasan Sultan Agung, Doakan Keselamatan Bangsa dan Harmoni Alam

DI.Yogyakarta1222 Dilihat

BANTUL, medianasional.id – Ritual budaya Jawa Ruwatan Ageng digelar dengan khidmat di Petilasan Sendangwangi, Gunung Plencing, Kalurahan Wukirsari, Kapanewon Imogiri, Kabupaten Bantul, Senin (20/7/2026). Kegiatan yang sarat nilai spiritual dan budaya tersebut menjadi wujud doa bersama untuk memohon keselamatan bangsa, keseimbangan alam, serta keberkahan bagi para pemimpin Indonesia.

Petilasan Sendangwangi merupakan situs bersejarah yang diyakini sebagai peninggalan Raja Mataram Islam, Sultan Agung Hanyokrokusumo. Lokasi yang memiliki nilai sejarah dan spiritual tinggi itu menjadi tempat penyelenggaraan ritual yang mengusung filosofi Memayu Hayuning Bawono, yakni menjaga keharmonisan hubungan manusia dengan Tuhan, sesama, dan alam semesta.

Pengelola Petilasan Sendangwangi, KPH. Ir. Nurdiantoro Dharmaningrat, menjelaskan rangkaian acara diawali dengan kirab para sukerta atau peserta ruwatan, dilanjutkan doa bersama, kemudian pagelaran wayang kulit dengan lakon Sudamala yang dibawakan Ki Dalang Sepuh Margiwiyono dari Kowen, Sewon, Bantul.

Prosesi ruwatan diawali dengan penyerahan simbolis tokoh pewayangan Batara Kala beserta sesaji kepada dalang sebagai bagian dari ritual penyucian. Setelah pementasan wayang dan pembacaan kidung doa Jawa, seluruh sesaji dibawa menuju Cepuri Parangkusumo untuk didoakan sebelum dilarung ke Laut Selatan sebagai simbol membuang segala sengkala, marabahaya, dan energi negatif.

Menurut panitia, sebanyak 62 peserta sukerta mengikuti ritual penyucian tersebut. Selain diperuntukkan bagi peserta, doa juga dipanjatkan untuk keselamatan bangsa, negara, serta para pemimpin Indonesia agar senantiasa diberikan kekuatan, kebijaksanaan, dan keberkahan dalam mengemban amanah.

Acara turut dihadiri perwakilan Dewan Pertahanan Nasional (DPN), termasuk Deputi Bidang Geopolitik DPN Dr. Begi Hersutanto, S.H., M.A., yang hadir mewakili Presiden RI melalui Kementerian Pertahanan dan DPN. Hadir pula mantan Danjen Kopassus Letjen TNI (Purn.) Muchdi PR beserta sejumlah tokoh nasional.

Sejumlah tokoh daerah juga tampak mengikuti prosesi, di antaranya mantan Bupati Bantul Drs. H.M. Idham Samawi bersama mantan Bupati Bantul Hj. Sri Suryawidati. Di sela kegiatan, Idham Samawi menyampaikan harapannya agar seluruh masyarakat Indonesia senantiasa memperoleh keselamatan, keberkahan, dan perlindungan dari Tuhan Yang Maha Esa.

“Kami ikut serta dalam ruwatan ini dan memohon doa restu agar senantiasa memperoleh kebaikan, keberkahan, dan keselamatan dari Allah SWT,” ujar Idham Samawi.

Melalui pelaksanaan Ruwatan Ageng, masyarakat tidak hanya melestarikan warisan budaya adiluhung Jawa, tetapi juga memperkuat nilai spiritual, kebersamaan, serta harapan akan terciptanya harmoni antara manusia dan alam. Ritual ini menjadi simbol doa bersama demi terwujudnya Indonesia yang aman, damai, sejahtera, dan senantiasa berada dalam lindungan Tuhan Yang Maha Esa. (red/wid).

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses